Wagub Sultra Hugua Dorong Optimalisasi Aset Kelautan, Target PAD Naik Hingga Rp500 Juta
- account_circle Suara Empat Pilar
- calendar_month Sab, 28 Mar 2026
- comment 0 komentar
KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sultra dalam mengoptimalkan pemanfaatan aset strategis di sektor kelautan dan perikanan sebagai penggerak utama ekonomi daerah.
Penegasan tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke Balai Benih Udang Mata dan Balai Jasa Dok Perbengkelan pada Kamis (26/3/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memastikan seluruh aset yang telah dibangun mampu memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Hugua menekankan bahwa arah kebijakan pembangunan daerah harus difokuskan pada sektor produktif yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta mampu berkontribusi langsung terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Pemanfaatan aset harus maksimal. Kita dorong agar semua fasilitas yang ada benar-benar produktif, memberi nilai tambah, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” tegas Hugua.
Ia juga menilai bahwa optimalisasi aset yang sudah tersedia merupakan langkah strategis yang lebih efektif dibandingkan memulai pembangunan dari nol tanpa perencanaan yang matang. Oleh karena itu, ke depan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) akan diarahkan untuk memperkuat fasilitas yang telah terbukti memberikan kontribusi ekonomi.
Tak hanya itu, Hugua menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Daerah dan DPRD agar pengembangan sektor kelautan dan perikanan dapat berjalan secara terarah dan berkelanjutan.
“Setelah kunjungan ini, saya akan segera berkoordinasi dengan Gubernur dan DPRD agar langkah-langkah penguatan sektor ini mendapat dukungan penuh melalui kebijakan dan penganggaran,” tambahnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sultra, Sri Resqina R. Laydi, mengungkapkan bahwa Balai Benih Udang Mata memiliki potensi besar sebagai pusat produksi benih udang (benur) berkualitas di Sulawesi Tenggara.
Dalam satu siklus produksi, balai tersebut mampu menghasilkan hingga 1 juta benur, dengan potensi mencapai 4 juta benur per tahun. Benur ini telah dimanfaatkan oleh kawasan tambak di wilayah Konawe Selatan dan Bombana.
Produksi udang dari kawasan tersebut diperkirakan mencapai 400 ton. Dengan asumsi harga udang Rp60.000 per kilogram, potensi omzet yang dihasilkan mencapai Rp24 miliar bagi pelaku usaha perikanan.
“Balai benih ini bukan hanya mendukung produksi, tetapi juga menjadi salah satu sumber PAD, dengan target tahun 2026 sebesar Rp125 juta,” jelasnya.
Selain itu, Balai Jasa Dok Perbengkelan turut memainkan peran penting dalam mendukung operasional armada perikanan tangkap. Fasilitas ini menyediakan layanan docking, perawatan, hingga perbaikan kapal dengan biaya terjangkau bagi para nelayan.
Pada tahun 2025, balai tersebut berhasil menyumbang PAD sebesar Rp128 juta. Untuk tahun 2026, target ditingkatkan menjadi Rp250 juta.
Sri Resqina optimistis, dengan peningkatan kapasitas fasilitas—dari dua rel menjadi lima rel—serta pembenahan sarana dan prasarana, potensi PAD dari sektor ini dapat meningkat signifikan hingga Rp500 juta per tahun.
Langkah optimalisasi ini diharapkan mampu memperkuat sektor kelautan dan perikanan sebagai tulang punggung ekonomi daerah, sekaligus membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Sulawesi Tenggara.
Laporan: Reaksi
- Penulis: Suara Empat Pilar
- Editor: Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar