Pemprov Sultra Siapkan 47 Aset Daerah untuk Dukung Pembangunan Koperasi Merah Putih
- account_circle Zailudin
- calendar_month Sab, 16 Mei 2026
- comment 0 komentar
KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan sebanyak 47 titik aset daerah yang tersebar di 13 kabupaten dan kota guna mendukung percepatan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP).
Langkah strategis tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional penguatan ekonomi kerakyatan berbasis koperasi yang tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan koperasi desa dan kelurahan.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sultra, Umikun Latifah, mengatakan seluruh aset yang disiapkan telah melalui proses verifikasi secara ketat agar pemanfaatannya tidak mengganggu pelayanan publik maupun aktivitas pemerintahan.
“Penyiapan aset ini dilakukan melalui proses verifikasi ketat agar tidak mengganggu pelayanan pemerintah. Langkah ini juga merujuk pada surat edaran Kementerian Dalam Negeri terkait pemanfaatan aset kosong milik pemerintah daerah,” ujar Umikun Latifah di Kendari, Jumat.
Ia menjelaskan, aset daerah yang disiapkan tersebar di sejumlah wilayah di Sultra, dengan rincian Kota Kendari sebanyak 10 aset, Kabupaten Konawe delapan aset, Konawe Selatan lima aset, Kolaka lima aset, Bombana tiga aset, Kolaka Timur tiga aset, Konawe Utara dua aset, Kolaka Utara dua aset, Kota Baubau dua aset, Buton Tengah dua aset, Muna dua aset, serta Konawe Kepulauan dan Muna Barat masing-masing satu aset.
Menurutnya, aset-aset tersebut terdiri dari berbagai jenis fasilitas yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal, mulai dari lahan kosong, eks perkantoran, bangunan bekas puskesmas, hingga terminal tipe B.
Pemanfaatan aset daerah tersebut diharapkan mampu mempercepat pembangunan infrastruktur koperasi sekaligus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di desa dan kelurahan.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sultra, Laode Muhammad Shalihin, menegaskan pihaknya akan memberikan pendampingan intensif kepada pengurus koperasi agar pengelolaan aset dan operasional koperasi berjalan secara profesional dan berkelanjutan.
“Koperasi akan diarahkan untuk mengembangkan berbagai sektor usaha, mulai dari pertanian, perdagangan, perikanan, hingga UMKM lokal guna memperkuat ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” jelas Shalihin.
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Sultra, progres pembangunan koperasi di wilayah tersebut saat ini telah mencapai 764 unit. Dari jumlah itu, sebanyak 64 unit bangunan telah rampung 100 persen, sementara 700 unit lainnya masih dalam tahap pengerjaan oleh PT Agrinas.
Beberapa daerah yang tercatat telah menyelesaikan pembangunan fisik koperasi antara lain Kabupaten Konawe Selatan sebanyak 16 unit, Konawe 10 unit, Kolaka tujuh unit, dan Muna Barat enam unit.
Shalihin menjelaskan, Gedung Koperasi Merah Putih nantinya dirancang sebagai pusat layanan ekonomi terintegrasi yang dilengkapi dengan sembilan gerai utama.
Fasilitas tersebut mencakup gerai sembako, klinik kesehatan, apotek, unit simpan pinjam, fasilitas pergudangan, hingga layanan usaha produktif lainnya yang dapat menunjang aktivitas ekonomi masyarakat desa dan kelurahan.
“Kami meminta pengurus koperasi segera mengidentifikasi lahan yang tersedia, karena ketersediaan lahan menjadi syarat utama percepatan pembangunan. Selain itu, dibutuhkan kemampuan manajerial yang profesional agar koperasi ini benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Pemprov Sultra berharap keberadaan Koperasi Merah Putih dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat melalui pengelolaan usaha berbasis komunitas.
Disclaimer:
Artikel ini telah disusun ulang dan dikembangkan untuk kepentingan publikasi media dengan tetap mengacu pada substansi informasi dan data yang tersedia.
Laporan: Redaksi
- Penulis: Zailudin

Saat ini belum ada komentar