Diduga Lalai Saat Pindahkan BBM, Kebakaran Hanguskan 3 Kios dan Mobil di Poasia Kendari
- account_circle Suara Empat Pilar
- calendar_month Sab, 24 Jan 2026
- visibility 326
- comment 0 komentar

KENDARI | SUARAEMPATPILAR.COM – Kelalaian saat memindahkan bahan bakar minyak (BBM) usai mengantre di SPBU berujung petaka. Kebakaran hebat melanda Jalan Banten, Kelurahan Rahandouna, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Jumat (23/1/2026) petang.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.25 Wita itu menghanguskan tiga kios milik warga diantaranya ada yang menjual tabung melon LPG, satu unit mesin Pertamini, serta satu mobil Toyota Avanza. Api berkobar hebat dan terdengar ledakan yang membuat warga sekitar panik berhamburan keluar rumah.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, kebakaran diduga kuat dipicu aktivitas melansir atau memindahkan BBM dari tangki mobil ke penampungan Pertamini di salah satu kios.
Api Muncul dari Mesin Pertamini
Sumber di lokasi menyebutkan, api pertama kali terlihat dari area mesin Pertamini. Dalam waktu singkat, api langsung membesar dan merembet ke bangunan di sekitarnya.
Kondisi kios yang mayoritas berkonstruksi semi permanen dengan material mudah terbakar membuat kobaran api sulit dikendalikan pada awal kejadian.
“Api cepat membesar karena banyak bahan mudah terbakar di dalam kios. Dalam hitungan menit, bangunan di sekitarnya ikut tersambar,” ujar warga kepada awak media suaraempatpilar.com

Petugas Bergerak Cepat
Petugas pemadam kebakaran dari Pos Damkar Poasia tiba di lokasi hanya tiga menit setelah laporan diterima, sekitar pukul 17.28 Wita. Melihat skala kebakaran yang cukup besar, Markas Komando (Mako) Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Kendari segera mengerahkan bantuan tambahan.
Armada dari Pos Boulevard dan Pos Benu Benua turut dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman.
Tujuh Armada Dikerahkan, Api Padam dalam 30 Menit
Sedikitnya tujuh unit armada pemadam kebakaran, termasuk unit rescue dan kendaraan pendukung lainnya, diturunkan ke lokasi. Proses pemadaman berlangsung intensif selama kurang lebih 30 menit hingga api berhasil dikendalikan.
Upaya penanganan kebakaran juga melibatkan sinergi lintas instansi. Polda Sulawesi Tenggara menurunkan Unit Rantis Karhutla, sementara Komunitas Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar PDKT) turut membantu dengan suplai air menggunakan armada tandon.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian material diperkirakan cukup besar. Hingga kini, aparat masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kebakaran sekaligus mengantisipasi kejadian serupa terulang kembali.
Laporan: AMRUL
- Penulis: Suara Empat Pilar
- Editor: Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar