Tim PKM USN Kolaka Berdayakan Desa Lalonona Lewat Inovasi Tepung Talas Gluten-Free
- account_circle Olank Zakaria
- calendar_month Sab, 10 Jan 2026
- visibility 278
- comment 0 komentar

KONAWE | SUARAEMPATPILAR.COM – Upaya penguatan ekonomi berbasis potensi lokal terus dilakukan oleh Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Kali ini, Tim PKM USN Kolaka melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Lalonona, Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe, dengan fokus pada pengolahan talas menjadi tepung bebas gluten (gluten-free).
Kegiatan tersebut didukung pendanaan hibah dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kemendiktisaintek, serta melibatkan Kelompok Ibu PKK Desa Lalonona sebagai mitra utama dalam pelaksanaan pelatihan dan pendampingan.
Ketua Tim PKM, Maretik, S.P., M.Si, menjelaskan bahwa Desa Lalonona memiliki potensi komoditas talas yang melimpah, namun selama ini lebih banyak dijual dalam bentuk mentah sehingga nilai ekonominya relatif rendah.
“Melalui penerapan teknologi pascapanen, talas tidak lagi dijual apa adanya, tetapi diolah menjadi tepung gluten-free yang memiliki nilai tambah, daya simpan lebih lama, dan peluang pasar yang lebih luas,” jelas Maretik.
Dalam pelaksanaannya, Tim PKM yang juga beranggotakan Yanti, S.P., M.Si dan Gaby Nanda Kharisma, S.Pd., M.Sc memberikan materi penyuluhan terkait manfaat talas sebagai pangan fungsional, sekaligus pelatihan teknis pengolahan mulai dari proses pencucian, pengeringan, penepungan, hingga standar pengemasan produk.
Selain aspek produksi, peserta juga dibekali pemahaman mengenai branding dan pengemasan produk. Tim PKM memperkenalkan konsep kemasan yang lebih modern dan higienis, lengkap dengan label produk bertajuk “Tepung Talas Lalonona”, sebagai identitas sekaligus strategi promosi berbasis desa.
Produk berbahan dasar talas saat ini semakin diminati sebagai alternatif pangan sehat, terutama bagi masyarakat dengan intoleransi gluten serta konsumen yang menerapkan pola hidup sehat. Tepung talas dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk turunan seperti kue, jajanan tradisional, dan makanan ringan.
Melalui program ini, Tim PKM USN Kolaka berharap masyarakat Desa Lalonona mampu mengembangkan usaha berbasis rumah tangga dan UMKM pangan lokal secara mandiri dan berkelanjutan.
Sebagai penutup, Maretik menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kami berterima kasih kepada DRTPM Kemendiktisaintek, LP2MP USN Kolaka, Pemerintah Desa Lalonona, serta Kelompok PKK yang telah berpartisipasi aktif sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutupnya.
Laporan: Redaksi
- Penulis: Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar