PAN Sultra Perkuat Konsolidasi Internal Lewat Rakorwil, Siapkan Mesin Politik Hadapi Dinamika
- account_circle Olank Zakaria
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar

KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional Sulawesi Tenggara mulai merapatkan barisan di tengah dinamika politik yang semakin kompetitif. Melalui Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil), PAN Sultra menegaskan langkah awal memperkuat fondasi internal sebelum bergerak lebih jauh menghadapi agenda politik ke depan.
Ketua DPW PAN Sultra, Yusran Akbar, menegaskan bahwa Rakorwil bukan sekadar agenda formalitas, melainkan ruang konsolidasi untuk memastikan seluruh struktur partai bergerak dalam satu arah.
“Rakorwil ini murni internal. Fokus kita adalah memperkuat organisasi, bukan panggung politik eksternal,” ujarnya, Senin (28/4/2026).
Sebagai kepala daerah di Konawe, Yusran memahami bahwa kekuatan partai tidak hanya bertumpu pada figur atau popularitas, tetapi juga pada soliditas struktur dan efektivitas kerja mesin politik. Karena itu, forum ini dimanfaatkan untuk menyamakan persepsi, mempertegas garis komando, serta merapikan ritme kerja hingga ke tingkat akar rumput.
Rakorwil juga menjadi langkah awal menuju pelantikan kepengurusan baru sekaligus penyusunan agenda strategis menjelang Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil). Dalam konteks ini, konsolidasi dipandang sebagai fondasi penting agar partai tetap adaptif terhadap perubahan dan responsif terhadap aspirasi publik di Sulawesi Tenggara.
“Target kita jelas, semua struktur harus siap. Tidak boleh ada yang berjalan sendiri-sendiri,” tegas Yusran.
Senada dengan itu, Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PAN Sultra, Abdul Rahman Saleh, menekankan pentingnya menjaga kohesi internal di tengah konfigurasi politik yang terus bergerak.
Menurutnya, soliditas organisasi merupakan faktor utama yang menentukan daya tahan partai dalam menghadapi dinamika politik.
“Ini momentum konsolidasi. Mesin partai harus bekerja sinkron, satu garis perjuangan,” ujarnya.
Mantan Ketua DPRD Sultra tersebut juga menyampaikan optimisme bahwa PAN masih memiliki daya tawar politik yang kuat di daerah, selama disiplin organisasi tetap terjaga dan strategi dijalankan secara konsisten.
Dalam perspektif politik elektoral, langkah konsolidasi ini dapat dibaca sebagai upaya menjaga ritme sekaligus memperkuat posisi partai sebelum memasuki fase yang lebih kompetitif. PAN Sultra tampak memilih memperkuat “dapur internal” terlebih dahulu, sebelum berbicara lebih jauh soal ekspansi pengaruh.
Pada akhirnya, Rakorwil bukan sekadar forum koordinasi, melainkan proses penting untuk memastikan seluruh elemen partai siap bekerja secara terukur dan terarah. Tantangan sesungguhnya, sebagaimana disadari para pengurus, bukan pada rapat yang digelar, tetapi pada implementasi strategi di lapangan.
Laporan: Redaksi
- Penulis: Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar