Sekda Sultra Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Lewat Kendari Culture 2026
- account_circle Olank Zakaria
- calendar_month Jum, 30 Jan 2026
- comment 0 komentar
KENDARI | SUARAEMPATPILAR.COM — Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pengembangan ekonomi kreatif sekaligus pelestarian budaya daerah melalui kegiatan Kendari Culture Tahun 2026.
Penegasan tersebut disampaikan Asrun Lio saat memberikan sambutan pada pembukaan Kendari Culture 2026 yang digelar pada Rabu, 28 Januari 2026, di Kota Kendari.
Dalam sambutannya, Sekda Sultra menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berinisiatif dan berkolaborasi sehingga kegiatan Kendari Culture dapat terselenggara dengan baik. Ia menilai sinergi antara akademisi, lembaga internasional, dan pelaku industri kreatif, khususnya bidang mode, menjadi faktor kunci dalam mengangkat potensi lokal Sulawesi Tenggara ke level yang lebih luas.
“Sulawesi Tenggara dianugerahi kekayaan budaya yang luar biasa, salah satunya adalah wastra tenun. Setiap motif tenun dari berbagai daerah bukan sekadar kain, melainkan naskah sejarah yang memuat nilai-nilai filosofis yang mendalam,” ujar Asrun Lio.
Tiga Peran Strategis Kendari Culture 2026
Lebih lanjut, Asrun Lio menekankan tiga poin strategis yang menjadi ruh pelaksanaan Kendari Culture Tahun 2026.
Pertama, Kendari Culture berperan sebagai jembatan kerja sama internasional, khususnya antara Indonesia dan Amerika Serikat di bidang pendidikan dan kebudayaan, melalui keterlibatan American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF).
Kedua, kegiatan ini menjadi media diplomasi budaya, memperkenalkan produk-produk budaya Sulawesi Tenggara yang mampu bertransformasi menjadi karya busana modern, elegan, dan berdaya saing global.
Ketiga, Kendari Culture dinilai memiliki relevansi kuat bagi Generasi Z, dengan misi mendekatkan wastra tenun kepada generasi muda, baik di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.
“Kita ingin generasi muda bangga mengenakan tenun daerah bukan karena kewajiban, tetapi karena merasa fashionable dan percaya diri,” tambahnya.
Kolaborasi Akademik, Internasional, dan Industri Kreatif
Kendari Culture 2026 merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Muhammadiyah Kendari, AMINEF, dan Asosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia (APPMI) Sulawesi Tenggara. Kolaborasi ini mencerminkan semangat sinergi antara dunia pendidikan, jejaring internasional, dan pelaku industri kreatif dalam membangun ekosistem budaya yang berkelanjutan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Kepala Dinas Pariwisata Sultra, Direktur Kerja Sama Internasional Universitas Muhammadiyah Kendari, perwakilan AMINEF dan APPMI Sultra, serta panitia, peserta, mahasiswa, dan undangan lainnya.
Melalui Kendari Culture 2026, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berharap budaya lokal tidak hanya lestari, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi kreatif yang adaptif terhadap selera zaman tanpa kehilangan jati diri.
Laporan: Redaksi
- Penulis: Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar