Breaking News
light_mode
Trending Tags

Luka di Jantung Rawa Aopa: Saat Hutan Konservasi “Ditumbal” demi Sawit, Rakyat Kecil Menjerit

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sen, 22 Des 2025
  • comment 0 komentar

Suara Empat Pilar. Com, KONAWE SELATAN – Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW) permata hijau sekaligus benteng terakhir biodiversitas Sulawesi Tenggara, kini tengah sekarat. Ratusan hektar hutan yang seharusnya menjadi rumah aman bagi satwa endemik, kini “disulap” secara ugal-ugalan menjadi hamparan kelapa sawit yang haus air.

Di balik hijau daun sawit yang mulai tumbuh, tersimpan bara amarah dan air mata warga desa yang merasa dikhianati oleh sistem.

Ironi di Balik Moncong Senjata

Suasana di Desa Tatangge dan Desa Lanowulu, Kecamatan Tinanggea, kini tak lagi tenang. Warga yang hidup berdampingan dengan kawasan TNRAW menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana alat berat merobek jantung hutan, meratakan pepohonan, dan membuka jalan-jalan baru di lahan yang seharusnya terlarang.

Salah seorang warga Desa Tatangge, mengungkapkan kepedihan yang dirasakan komunitasnya. Ada ketidakadilan yang menyengat: petani kecil yang hendak mencari sesuap nasi diancam, sementara cukong sawit melenggang bebas.

Sepanjang jalan setapak sejauh 7 kilometer menuju desa tetangga, pemandangan hutan tropis yang rimbun telah berganti menjadi barisan sawit dan nilam. Plang pengumuman kawasan konservasi masih berdiri di sana, namun keberadaannya seolah hanya menjadi lelucon di tengah kerusakan yang masif.

Regulasi yang Jadi Tameng?

Pihak Balai TNRAW berkilah di balik regulasi. Melalui Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II, mereka menyebut adanya aturan Permen LHK No. 13 dan 14 Tahun 2023 yang mengatur soal “Kegiatan Terbangun” di kawasan konservasi.

Meskipun Aris menyatakan bahwa pihaknya telah menetapkan tersangka dan menyita sekitar 20.000 hektar lahan, warga tetap merasa ada celah yang sengaja dibiarkan. Skema kemitraan yang dijanjikan pemerintah justru dianggap sebagai karpet merah bagi perusak hutan, sementara akses bagi rakyat kecil tetap tertutup rapat.

Menunggu Waktu Menuju “Kematian”

Keresahan atas kerusakan kawasan alam di TNRAW juga diungkapkan oleh pemerhati budaya Tolaki secara tajam.

TNRAW adalah potret berdarah dari hukum Indonesia yang tumpas. Baginya, kehancuran kawasan ini bukan sekadar hilangnya peta wilayah, tapi yang lebih penting hilangnya cadangan air dan hancurnya kawasan habitat satwa endemik serta histori budaya yang belum terungkap secara maksimal ditempat itu.

Sangat mungkin ada spesies tanaman atau hewan yang musnah bahkan punah sebelum sempat diidentifikasi oleh ilmuwan seiring hilangnya ekologi hayati disana.


Kini, harapan terakhir warga tertumpu pada ketegasan pemerintah pusat. Mereka mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk turun tangan melihat kenyataan pahit di lapangan bahwa konservasi tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan ekonomi segelintir pihak yang rakus.

(Tim Redaksi)

Luka di Jantung Rawa Aopa: Saat Hutan Konservasi “Ditumbal” demi Sawit, Rakyat Kecil Menjerit
  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pantai Nambo Diserbu Wisatawan, Pemprov Sultra Dorong Pariwisata Berkualitas photo_camera 1

    Pantai Nambo Diserbu Wisatawan, Pemprov Sultra Dorong Pariwisata Berkualitas

    • calendar_month Kam, 2 Apr 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 157
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui sektor pariwisata terus mendorong peningkatan kualitas destinasi wisata sebagai bagian dari penguatan ekonomi daerah. Tren positif tersebut tercermin dari tingginya jumlah kunjungan wisatawan ke Pantai Nambo, Kota Kendari, selama periode libur Idulfitri 2026. Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Kendari, tercatat sebanyak 5.721 […]

  • Dugaan Ijazah Palsu Bupati Buton Selatan Resmi Masuk Bareskrim, Data Sekolah & SIVIL Tak Ditemukan

    Dugaan Ijazah Palsu Bupati Buton Selatan Resmi Masuk Bareskrim, Data Sekolah & SIVIL Tak Ditemukan

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 455
    • 0Komentar

    Isu yang selama ini beredar di balik layar akhirnya meledak ke level nasional. Dugaan penggunaan ijazah palsu yang menyeret nama Bupati Buton Selatan, H. Muhammad Adios, kini resmi masuk ke meja Bareskrim Mabes Polri. Data pendidikan yang semestinya menjadi bukti dasar justru disebut tak ditemukan di arsip sekolah maupun sistem resmi Kementerian Pendidikan. JAKARTA | […]

  • Gubernur LSM LIRA Sultra Tantang Menteri HAM Turun Lapangan: “UU HAM Tak Lebih dari Benda Tumpul” photo_camera 1

    Gubernur LSM LIRA Sultra Tantang Menteri HAM Turun Lapangan: “UU HAM Tak Lebih dari Benda Tumpul”

    • calendar_month Jum, 6 Mar 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 430
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) RI menggelar diskusi penguatan kapasitas HAM bagi komunitas di Hotel Ataya Kendari, Kamis (5/3/2026). Acara yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama ini berlangsung hangat setelah Gubernur LSM LIRA Sultra, Asran, melontarkan kritik tajam terkait lemahnya perlindungan hukum bagi masyarakat korban perampasan tanah. Dalam sesi dialog terbuka, Asran […]

  • Shalat Idul Fitri 1447 H di Masjid Al Muhajirin Sanggona Kolaka Timur Berlangsung Khidmat, Ini Pesan Bupati photo_camera 1

    Shalat Idul Fitri 1447 H di Masjid Al Muhajirin Sanggona Kolaka Timur Berlangsung Khidmat, Ini Pesan Bupati

    • calendar_month Sab, 21 Mar 2026
    • account_circle Suara Empat Pilar
    • visibility 296
    • 0Komentar

    KOLAKA TIMUR | SUARAEMPATPILAR.com – Pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah di Masjid Al Muhajirin, Kelurahan Sanggona, Kecamatan Uluiwoi, Kabupaten Kolaka Timur berlangsung penuh khidmat dan kebersamaan. Ratusan jamaah dari berbagai penjuru Uluiwoi memadati area masjid hingga meluber ke pelataran, menandakan tingginya antusiasme masyarakat dalam merayakan hari kemenangan. Shalat Id kali ini turut dihadiri oleh […]

  • Ribuan Warga Kendari Kehilangan BPJS Gratis, Pemerintah Bergerak photo_camera 1

    Ribuan Warga Kendari Kehilangan BPJS Gratis, Pemerintah Bergerak

    • calendar_month Sen, 2 Mar 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 172
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com — Pemerintah Kota Kendari bergerak cepat merespons perubahan kebijakan nasional terkait jaminan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. Melalui Dinas Sosial (Dinsos), Pemkot menggelar sosialisasi status Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) nonaktif dengan melibatkan unsur terdepan pelayanan sosial di tingkat akar rumput, yakni Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) dari 65 kelurahan serta […]

  • 1.512 Dapur Program Makan Bergizi Gratis di Jawa Dihentikan, Pemerintah Lakukan Evaluasi Besar photo_camera 1

    1.512 Dapur Program Makan Bergizi Gratis di Jawa Dihentikan, Pemerintah Lakukan Evaluasi Besar

    • calendar_month Sab, 14 Mar 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 142
    • 0Komentar

    JAKARTA | SUARAEMPAT PILAR.com – Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional mengambil langkah drastis dengan menghentikan sementara operasional 1.512 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pulau Jawa. Kebijakan ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan menjadi sorotan publik. Langkah tersebut diambil untuk memastikan seluruh fasilitas penyedia makanan […]

expand_less