Breaking News
light_mode
Trending Tags

Luka di Jantung Rawa Aopa: Saat Hutan Konservasi “Ditumbal” demi Sawit, Rakyat Kecil Menjerit

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sen, 22 Des 2025
  • visibility 326
  • comment 0 komentar

Suara Empat Pilar. Com, KONAWE SELATAN – Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW) permata hijau sekaligus benteng terakhir biodiversitas Sulawesi Tenggara, kini tengah sekarat. Ratusan hektar hutan yang seharusnya menjadi rumah aman bagi satwa endemik, kini “disulap” secara ugal-ugalan menjadi hamparan kelapa sawit yang haus air.

Di balik hijau daun sawit yang mulai tumbuh, tersimpan bara amarah dan air mata warga desa yang merasa dikhianati oleh sistem.

Ironi di Balik Moncong Senjata

Suasana di Desa Tatangge dan Desa Lanowulu, Kecamatan Tinanggea, kini tak lagi tenang. Warga yang hidup berdampingan dengan kawasan TNRAW menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana alat berat merobek jantung hutan, meratakan pepohonan, dan membuka jalan-jalan baru di lahan yang seharusnya terlarang.

Salah seorang warga Desa Tatangge, mengungkapkan kepedihan yang dirasakan komunitasnya. Ada ketidakadilan yang menyengat: petani kecil yang hendak mencari sesuap nasi diancam, sementara cukong sawit melenggang bebas.

Sepanjang jalan setapak sejauh 7 kilometer menuju desa tetangga, pemandangan hutan tropis yang rimbun telah berganti menjadi barisan sawit dan nilam. Plang pengumuman kawasan konservasi masih berdiri di sana, namun keberadaannya seolah hanya menjadi lelucon di tengah kerusakan yang masif.

Regulasi yang Jadi Tameng?

Pihak Balai TNRAW berkilah di balik regulasi. Melalui Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II, mereka menyebut adanya aturan Permen LHK No. 13 dan 14 Tahun 2023 yang mengatur soal “Kegiatan Terbangun” di kawasan konservasi.

Meskipun Aris menyatakan bahwa pihaknya telah menetapkan tersangka dan menyita sekitar 20.000 hektar lahan, warga tetap merasa ada celah yang sengaja dibiarkan. Skema kemitraan yang dijanjikan pemerintah justru dianggap sebagai karpet merah bagi perusak hutan, sementara akses bagi rakyat kecil tetap tertutup rapat.

Menunggu Waktu Menuju “Kematian”

Keresahan atas kerusakan kawasan alam di TNRAW juga diungkapkan oleh pemerhati budaya Tolaki secara tajam.

TNRAW adalah potret berdarah dari hukum Indonesia yang tumpas. Baginya, kehancuran kawasan ini bukan sekadar hilangnya peta wilayah, tapi yang lebih penting hilangnya cadangan air dan hancurnya kawasan habitat satwa endemik serta histori budaya yang belum terungkap secara maksimal ditempat itu.

Sangat mungkin ada spesies tanaman atau hewan yang musnah bahkan punah sebelum sempat diidentifikasi oleh ilmuwan seiring hilangnya ekologi hayati disana.


Kini, harapan terakhir warga tertumpu pada ketegasan pemerintah pusat. Mereka mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk turun tangan melihat kenyataan pahit di lapangan bahwa konservasi tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan ekonomi segelintir pihak yang rakus.

(Tim Redaksi)

Luka di Jantung Rawa Aopa: Saat Hutan Konservasi “Ditumbal” demi Sawit, Rakyat Kecil Menjerit
  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov Sultra Gelar Bakti Sosial Kesehatan Gratis, Ada Operasi Katarak hingga Sunatan Massal photo_camera 1

    Pemprov Sultra Gelar Bakti Sosial Kesehatan Gratis, Ada Operasi Katarak hingga Sunatan Massal

    • calendar_month Sab, 11 Apr 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 133
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyelenggarakan rangkaian kegiatan bakti sosial kesehatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara. Mengusung tema “Harmoni Sultra dan Semarak Dirgantara”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus mendorong terciptanya masyarakat yang lebih produktif. Program bakti […]

  • KSOP Kendari Siagakan 29 Kapal untuk Mudik Lebaran 2026, Armada Bertambah dan Pengawasan Diperketat photo_camera 1

    KSOP Kendari Siagakan 29 Kapal untuk Mudik Lebaran 2026, Armada Bertambah dan Pengawasan Diperketat

    • calendar_month Rab, 4 Mar 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 138
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kendari menyiapkan 29 unit kapal untuk melayani arus mudik dan arus balik Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi di wilayah Sulawesi Tenggara. Jumlah armada yang disiagakan tahun ini meningkat dibandingkan periode Lebaran 2025 yang hanya sebanyak 23 kapal. Penambahan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang […]

  • Sinergi Strategis: Wagub Sultra Gandeng LDII Wujudkan Masyarakat yang Aman, Sejahtera dan Religius photo_camera 1

    Sinergi Strategis: Wagub Sultra Gandeng LDII Wujudkan Masyarakat yang Aman, Sejahtera dan Religius

    • calendar_month Sab, 20 Des 2025
    • account_circle Tim Tedaksi
    • visibility 191
    • 0Komentar

    KENDARI, SuaraEmpatPilar.Com – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, M.Ling., secara resmi menghadiri Musyawarah Wilayah (Muswil) VII Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Sulawesi Tenggara di Hotel Sahid Azizah Syariah Kendari, Jumat (19/12/2025). Membawa semangat “Penguatan SDM Berkarakter Luhur Menuju Terwujudnya Sultra Maju, Masyarakat Aman, Sejahtera, dan Religius”, perhelatan ini bukan sekadar agenda rutin organisasi. […]

  • HUT ke-62 Harmoni Sultra: Gubernur Andi Sumangerukka dan KASAU Tinjau Pameran UMKM di Kendari photo_camera 1

    HUT ke-62 Harmoni Sultra: Gubernur Andi Sumangerukka dan KASAU Tinjau Pameran UMKM di Kendari

    • calendar_month Sen, 27 Apr 2026
    • account_circle La Ode Zailudin
    • visibility 69
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Suasana Pelataran Eks MTQ Kendari berubah menjadi lautan semangat kebersamaan pada Minggu (26/4/2026). Puluhan stan berjejer rapi memamerkan kekayaan alam dan kerajinan tangan khas Bumi Anoa. Di tengah keramaian itu, dua tokoh kunci tampak akrab berkeliling: Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KASAU), Marsekal TNI […]

  • Didampingi Kapolda Sultra, Gubernur ASR Resmi Lepas Program Mudik Gratis Lebaran 2026 photo_camera 1

    Didampingi Kapolda Sultra, Gubernur ASR Resmi Lepas Program Mudik Gratis Lebaran 2026

    • calendar_month Ming, 15 Mar 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 77
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Andi Sumangerukka secara resmi melepas program mudik gratis tahun 2026 dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Pelepasan program tersebut berlangsung di Pelabuhan Nusantara Kota Kendari, Minggu (15/3/2026), dan diikuti ribuan pemudik yang akan kembali ke kampung halaman di berbagai wilayah di Sultra. Acara pelepasan […]

  • Visioner Indonesia Ingatkan Publik Jaga Praduga Tak Bersalah, Tolak Penghakiman Lewat Pamflet photo_camera 1

    Visioner Indonesia Ingatkan Publik Jaga Praduga Tak Bersalah, Tolak Penghakiman Lewat Pamflet

    • calendar_month Sen, 15 Des 2025
    • account_circle Kontributor LaOde Zailudin
    • visibility 310
    • 0Komentar

    SuaraEmpatPilar.Com, JAKARTA- Ramainya peredaran pamflet yang menyeret nama Gubernur Sulawesi Tenggara berinisial ASR dalam isu pertambangan di Pulau Kabaena mendapat tanggapan dari Visioner Indonesia. Organisasi tersebut mengingatkan pentingnya menjaga prinsip negara hukum dan menghindari penghakiman publik sebelum adanya keputusan hukum yang sah. Sekretaris Jenderal Visioner Indonesia, Akril Abdillah, menyampaikan bahwa setiap persoalan hukum, termasuk yang […]

expand_less