Wakapolda Sultra Tinjau Banjir Kali Wanggu, Posko Terpadu Disiagakan untuk Pengungsi
- account_circle Zailudin
- calendar_month Sen, 11 Mei 2026
- visibility 12
- comment 0 komentar

KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com — Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiagakan posko kesehatan dan posko bencana Brimob guna mempercepat penanganan warga terdampak banjir di sejumlah titik di Kota Kendari.
Langkah tersebut merupakan bentuk respons cepat kepolisian dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat, mulai dari layanan kesehatan, distribusi bantuan makanan, hingga penyediaan air bersih dan penerangan darurat.
Wakapolda Sultra, Brigjen Pol Dr. Gidion Arief Setyawan, mengatakan pihaknya telah membangun posko terpadu yang menggabungkan berbagai layanan penanganan bencana di kawasan terdampak.
Menurutnya, sistem terpadu tersebut dilakukan agar koordinasi antarinstansi berjalan lebih efektif dalam penanganan pengungsi dan distribusi bantuan kemanusiaan.
“Ada posko kesehatan, posko bencana dari Brimob, semuanya jadi satu di situ, termasuk dari dinas terkait juga,” ujar Brigjen Pol Gidion Arief Setyawan saat meninjau kawasan Kali Wanggu, Senin, 11 Mei 2026.
Dalam upaya pemenuhan kebutuhan konsumsi warga terdampak banjir, Polda Sultra juga menjalin kolaborasi bersama Dinas Sosial dan Badan Gizi Nasional (BGN).
Kerja sama tersebut difokuskan pada distribusi bantuan makanan yang tidak hanya mencukupi kebutuhan warga secara kuantitas, tetapi juga memenuhi standar gizi, khususnya bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya.
“Dari suplai makanan, kami bekerja sama dengan Dinsos dan BGN untuk memberikan distribusi makanan yang cukup dan bergizi,” jelas Wakapolda Sultra.
Selain itu, personel Brimob turut mengerahkan unit mobil water treatment untuk memproduksi air bersih layak konsumsi di lokasi terdampak banjir.
Kehadiran fasilitas pengolahan air bersih tersebut dinilai sangat penting mengingat sebagian sumber air warga tercemar akibat luapan banjir yang merendam kawasan permukiman.
Di sisi lain, kepolisian juga mengidentifikasi persoalan padamnya aliran listrik yang menjadi keluhan masyarakat di sejumlah titik pengungsian.
Sebagai langkah penanganan sementara, Polda Sultra berencana mendistribusikan lampu darurat atau emergency lamp guna membantu penerangan warga pada malam hari.
“Kendala saat ini adalah penerangan karena listrik padam. Kami akan mengirimkan lampu emergency untuk masyarakat,” tambah Brigjen Pol Gidion Arief Setyawan.
Polda Sultra memastikan seluruh personel yang bertugas di posko bencana tetap bersiaga penuh dan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat selama proses penanganan banjir berlangsung.
Pemerintah daerah bersama unsur TNI-Polri dan berbagai instansi terkait terus memperkuat sinergi guna memastikan seluruh kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi dengan baik.
Disclaimer:
Artikel ini telah disusun ulang dan dikembangkan untuk kepentingan publikasi media dengan tetap mengacu pada substansi informasi dan fakta lapangan yang tersedia.
Laporan: Redaksi
- Penulis: Zailudin

Saat ini belum ada komentar