Breaking News
light_mode
Trending Tags

KASAU dan Gubernur Sultra Terima Gelar Adat Tolaki: Tumonda & Lariwu

  • account_circle Olank Zakaria
  • calendar_month Sen, 27 Apr 2026
  • comment 0 komentar

KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Tenggara berubah menjadi istana adat yang sakral. Bukan untuk pesta biasa, melainkan untuk sebuah prosesi penuh makna: penganugerahan gelar kehormatan adat Tolaki kepada dua tokoh nasional sekaligus, Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono dan Gubernur Sultra Andi Sumangerukka, Minggu (26 April 2026).

Di hadapan para tetua adat, Forkopimda, para bupati, serta tokoh masyarakat, kedua pemimpin itu tidak sekadar menyandang nama baru. Mereka dipercaya menyandang amanah leluhur yang harus dijaga seumur hidup.

Siapa Pemberi Gelar? Seorang Mokole (Raja) Konawe ke-34

Penganugerahan ini bukan sembarangan. Yang bertindak langsung adalah Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Lembaga Adat Tolaki (DPP LAT), Lukman Abunawas, S.H., M.Si., M.H. Beliau adalah Mokole (Raja) Konawe ke-34. Sebuah garis keturunan yang tidak terputus sejak berabad-abad lalu.

Dengan wewenang aditulah, Lukman Abunawas memimpin jalannya prosesi dari awal hingga akhir. Tidak ada yang tergesa. Semua mengikuti pakem adat Tolaki yang telah diwariskan turun-temurun.

Prosesi Sakral: Dari Sirih Pinang hingga Sumpah Hakim Adat

Malam itu bukan sekadar seremoni. Ada tahapan adat yang utuh yang dilalui kedua penerima gelar:

  • Pembacaan Surat Keputusan – Sebagai landasan formal penganugerahan.
  • Penganugerahan Gelar – Diserahkan langsung oleh Mokole Konawe.
  • Penyuguhan Siri Pinang – Simbol penghormatan tertinggi dalam adat Tolaki.
  • Prosesi Mombesara Wonua oleh Tolea – Doa dan permohonan keselamatan untuk negeri.
  • Sumpah Pemberian Gelar oleh Hakim Adat – Mengikat secara moral dan spiritual.
  • Penyematan Taawu dan Piagam Gelar – Tanda kebesaran yang dikenakan seumur hidup.

Suasana hening dan khidmat. Para undangan tampak larut dalam setiap tahapan yang sarat filosofi.

Apa Makna Gelar KASAU? “Tumonda Meotalinga Bundu”

Berdasarkan Surat Keputusan DPP LAT Nomor: 053/KPTS/DPP/LAT/IV/2026, Marsekal TNI M. Tonny Harjono resmi menyandang gelar:

TUMONDA MEOTALINGA BUNDU

Secara harfiah, Tumonda berarti Panglima atau Penguasa. Meotalinga merujuk pada angkasa atau udara. Bundu berarti gemuruh atau kekuatan tertinggi. Maka, gelar ini bermakna:

“Panglima atau Penguasa Angkatan Udara yang Tertinggi.”

Sebuah gelar yang selaras, bahkan nyaris sempurna, dengan jabatan dan pengabdian beliau sebagai pemimpin TNI AU. Namun lebih dari itu, ini adalah pengakuan bahwa KASAU dianggap sebagai bagian dari keluarga besar Tolaki.

Apa Makna Gelar Gubernur Sultra? “Lariwu Wuanggiha Lasawonua”

Sementara itu, Gubernur Andi Sumangerukka, yang akrab disapa ASR, menerima gelar:

LARIWU WUANGGIHA LASAWONUA

Lariwu berarti pemimpin yang disegani. Wuanggiha berarti perintah yang didengar. Lasawonua berarti di negeri atau di tanah Wonua (sebutan tanah Tolaki).

Makna lengkapnya:

“Pemimpin yang perintahnya didengar dan ditaati di seluruh negeri Wonua.”

Sebuah gelar yang mencerminkan harapan sekaligus amanah bahwa Gubernur ASR tidak hanya memerintah secara birokrasi, tetapi juga diakui secara adat sebagai pemimpin yang didengar rakyatnya.

Bukan Sekadar Nama, Tapi Amanat Leluhur

Ketua Umum DPP LAT, Lukman Abunawas, dalam sambutannya menegaskan bahwa gelar adat bukanlah sekadar hiasan atau seremonial belaka.

“Ini adalah amanah. Kami serahkan gelar ini dengan harapan para penerima dapat menjaga kehormatan, martabat, serta nilai-nilai luhur adat suku Tolaki dalam setiap pelaksanaan tugas dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Mokole Konawe ke-34 tersebut.

Dengan disematkannya gelar ini, KASAU dan Gubernur Sultra secara adat terikat untuk melindungi, menghormati, dan melestarikan budaya Tolaki sebagai bagian dari kekayaan nasional.

Mengapa Ini Penting bagi Sultra?

Penganugerahan gelar adat oleh lembaga adat yang sah kepada pemimpin nasional dan daerah memiliki makna strategis:

  • Memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga adat.
  • Mengangkat martabat budaya lokal ke tingkat nasional.
  • Menjadi simbol bahwa adat Tolaki diakui dan dihormati oleh para pemimpin.
  • Mendorong pelestarian budaya di tengah arus modernisasi.

Hadir Lengkap: Forkopimda hingga Tokoh Adat

Acara yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh:

  • Ketua DPRD Sultra
  • Jajaran Forkopimda Sultra
  • Para bupati dan wali kota se-Sultra
  • Ketua TP PKK Sultra
  • Plh. Sekda Sultra
  • Seluruh pimpinan dan tokoh adat Tolaki se-Sultra

Gelar Melekat, Amanat Abadi

KASAU M. Tonny Harjono pulang ke Jakarta dengan nama baru: Tumonda Meotalinga Bundu. Gubernur Andi Sumangerukka kini juga bergelar Lariwu Wuanggiha Lasawonua. Tapi yang terpenting bukanlah nama panjang yang melekat di piagam. Tapi janji tak tertulis untuk menjaga bumi Tolaki, rakyatnya, dan budayanya.

Selamat kepada kedua penerima gelar. Semoga amanah ini dijaga, bukan sekadar dikenang.

Laporan: Redaksi

KASAU dan Gubernur Sultra Terima Gelar Adat Tolaki: Tumonda & Lariwu
  • Penulis: Olank Zakaria

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Sultra Pimpin Upacara Peringatan Hari Bela Negara ke-77 Tahun 2025 photo_camera 1

    Gubernur Sultra Pimpin Upacara Peringatan Hari Bela Negara ke-77 Tahun 2025

    • calendar_month Jum, 19 Des 2025
    • account_circle Kontributor La Ode Zailudin
    • visibility 366
    • 0Komentar

    SuaraEmpatPilar.Com, KENDARI – Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari Bela Negara ke-77 Tahun 2025 yang digelar di Lapangan Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, Jumat (19/12/2025). Upacara tersebut diikuti oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, Forkopimda Sultra, Sekda Sultra, Staf Ahli Gubernur, para asisten, Para Kepala OPD […]

  • Pemkot Kendari Siapkan 114 Titik Salat Idul Fitri 1447 H, Khutbah Id Diseragamkan photo_camera 1

    Pemkot Kendari Siapkan 114 Titik Salat Idul Fitri 1447 H, Khutbah Id Diseragamkan

    • calendar_month Ming, 15 Mar 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 172
    • 0Komentar

    KENDARI |SUARAEMPATPILAR.com — Pemerintah Kota Kendari menyiapkan sebanyak 114 titik pelaksanaan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah yang tersebar di berbagai wilayah kota. Langkah ini dilakukan untuk memudahkan masyarakat menjalankan ibadah secara bersama-sama dengan tertib dan nyaman. Persiapan tersebut merupakan hasil rapat koordinasi yang digelar Pemerintah Kota Kendari bersama sejumlah lembaga dan organisasi keagamaan di daerah. […]

  • Ambulans Rusak, Pasien di Konawe Utara Meninggal photo_camera 1

    Ambulans Rusak, Pasien di Konawe Utara Meninggal

    • calendar_month Kam, 2 Apr 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 170
    • 0Komentar

    KONAWE UTARA | SUARAEMPATPILAR.com – Kematian seorang pasien berinisial EA (22), warga Motui, Kabupaten Konawe Utara, memicu sorotan tajam terhadap kesiapan layanan kesehatan di daerah tersebut. Peristiwa yang terjadi pada Selasa (24/03/2026) itu menimbulkan kritik luas, terutama terkait fasilitas rujukan darurat yang dinilai tidak memadai. Korban dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan dan diduga terlambat […]

  • 760 Meter yang Menentukan: Tiga Bocah Oneeha Selamat Usai Terombang-ambing di Laut Kolaka photo_camera 1

    760 Meter yang Menentukan: Tiga Bocah Oneeha Selamat Usai Terombang-ambing di Laut Kolaka

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 409
    • 0Komentar

    KOLAKA | SUARAEMPATPILAR.COM — Malam itu, doa-doa tak henti dipanjatkan dari bibir orang tua dan warga Desa Oneeha. Harapan sempat menipis ketika gelap menutup laut. Namun, sekitar pukul 22.50 Wita, kabar yang ditunggu akhirnya datang: tiga bocah yang hanyut saat memancing ditemukan dalam kondisi selamat. Ketiganya Sofyan (12), Damar (12) dan Salwa (11) ditemukan tim […]

  • Banjir Lumpur Pomalaa Kembali Terjadi, WALHI Sultra Tuduh Industri Nikel Picu Krisis Ekologis dan Ancam Keselamatan Warga photo_camera 1

    Banjir Lumpur Pomalaa Kembali Terjadi, WALHI Sultra Tuduh Industri Nikel Picu Krisis Ekologis dan Ancam Keselamatan Warga

    • calendar_month Jum, 13 Feb 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 227
    • 0Komentar

    KOLAKA | SUARAEMPATPILAR.com – Bencana banjir lumpur yang berulang di wilayah Pomalaa kembali menegaskan kekhawatiran serius terkait dampak ekspansi industri nikel terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat. WALHI Sulawesi Tenggara menyatakan keprihatinan sekaligus kemarahan atas bencana yang terus berulang dan dinilai sebagai bukti nyata krisis ekologis akibat aktivitas industri ekstraktif di kawasan tersebut. Berdasarkan hasil pemantauan […]

  • Gubernur Sultra Andi Sumangerukka Instruksikan Perusahaan Bayar THR 2026 Penuh, Maksimal H-7 Idul Fitri photo_camera 1

    Gubernur Sultra Andi Sumangerukka Instruksikan Perusahaan Bayar THR 2026 Penuh, Maksimal H-7 Idul Fitri

    • calendar_month Kam, 12 Mar 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 231
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menerbitkan surat edaran yang menginstruksikan seluruh perusahaan di wilayah tersebut agar membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan serta Bonus Hari Raya (BHR) tahun 2026 secara penuh dan tepat waktu kepada para pekerja. Instruksi tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 100.3.4.1/38 Tahun 2026 yang menegaskan bahwa pembayaran […]

expand_less