Breaking News
light_mode
Trending Tags

Aroma Busuk Dana Desa! KAS Ungkap Dugaan Pungli Paralegal, Inisial AD Disorot

  • account_circle La Ode Zailudin
  • calendar_month Rab, 22 Apr 2026
  • comment 0 komentar

KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Konsorsium Aktivis Sulawesi Tenggara (KAS) melontarkan kritik keras terhadap praktik pengelolaan dana desa yang dinilai menyimpang dari prinsip transparansi. Ketua KAS, Abdul Haris, menegaskan bahwa mengabaikan Musyawarah Desa (Musdes) bukan sekadar pelanggaran prosedur, melainkan pintu masuk bagi penyalahgunaan anggaran yang berpotensi berujung pidana.

“Musdes itu bukan formalitas. Itu forum tertinggi di desa. Kalau diabaikan, patut diduga ada yang ingin disembunyikan,” tegas Abdul Haris dalam pernyataannya, Rabu (22/4/2026).

KAS menilai, setiap penggunaan Dana Desa maupun APBDesa wajib melalui Musdes sebagai instrumen utama untuk menjaring aspirasi, menetapkan prioritas pembangunan, serta memastikan pengawasan publik berjalan. Tanpa Musdes, kata dia, legitimasi program desa patut dipertanyakan.

Abdul Haris menekankan bahwa hasil Musdes harus dituangkan dalam berita acara resmi dan ditetapkan melalui Peraturan Desa (Perdes) agar memiliki kekuatan hukum yang sah. Ia juga mengingatkan bahwa penggunaan anggaran desa harus mengacu pada prioritas nasional seperti SDGs Desa, penanganan kemiskinan melalui BLT Desa, serta program padat karya.

Namun di tengah dorongan transparansi itu, KAS justru membongkar dugaan lama yang kembali mencuat: praktik pungutan liar dalam program pelatihan paralegal yang diikuti para kepala desa di Kabupaten Konawe Selatan pada 2017.

“Ini bukan isu baru, tapi belum pernah benar-benar dibuka secara terang. Ada dugaan penarikan dana dari kepala desa dengan nilai fantastis hingga miliaran rupiah. Ini harus diusut ulang,” ujar Abdul Haris.

KAS secara terbuka mendesak Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara untuk mengaktifkan kembali penyelidikan kasus tersebut, termasuk mendalami dugaan keterlibatan oknum pengacara berinisial AD.

Secara hukum, Abdul Haris menegaskan bahwa dugaan pungutan dalam pelatihan paralegal berpotensi melanggar sejumlah ketentuan. Mengacu pada Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum, layanan bantuan hukum termasuk pendidikan dan pelatihan paralegal seharusnya diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat.

“Kalau peserta dipungut biaya, itu sudah menyimpang dari mandat undang-undang. Bahkan bisa masuk kategori pungutan liar atau penyalahgunaan wewenang,” tegasnya.

Selain itu, praktik tersebut juga berpotensi melanggar ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), khususnya Pasal 368 tentang pemerasan, serta Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi jika terbukti ada penyalahgunaan kewenangan yang merugikan keuangan negara.

Tak hanya itu, Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Saber Pungli juga secara tegas melarang segala bentuk pungutan tanpa dasar hukum yang sah dalam pelayanan publik.

KAS menilai, pembiaran terhadap kasus ini hanya akan memperkuat praktik “mafia anggaran” di tingkat desa dan merusak kepercayaan publik terhadap program bantuan hukum yang sejatinya berpihak pada masyarakat kecil.

“Jangan sampai dana desa dan program bantuan hukum jadi ladang bancakan. Aparat penegak hukum harus tegas. Kalau perlu, buka semuanya ke publik,” tandas Abdul Haris.

KAS menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas, sekaligus mendorong penguatan sistem pengawasan dana desa agar tidak lagi menjadi ruang gelap yang rawan disalahgunakan.

Laporan: Redaksi

Aroma Busuk Dana Desa! KAS Ungkap Dugaan Pungli Paralegal, Inisial AD Disorot
  • Penulis: La Ode Zailudin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hanya 27 Persen Warga AS Dukung Serangan ke Iran, Mayoritas Sebut Trump Gila Perang photo_camera 1

    Hanya 27 Persen Warga AS Dukung Serangan ke Iran, Mayoritas Sebut Trump Gila Perang

    • calendar_month Jum, 6 Mar 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 246
    • 0Komentar

    WASHINGTON | SUARAEMPATPILAR.com – Dukungan publik Amerika Serikat terhadap kemungkinan serangan militer ke Iran tergolong rendah. Survei terbaru yang dilakukan Reuters/Ipsos menunjukkan mayoritas warga Amerika masih bersikap skeptis terhadap keterlibatan militer Washington dalam eskalasi konflik dengan Teheran. Dalam jajak pendapat yang dilaksanakan pada 28 Februari hingga 1 Maret itu, sebanyak 1.282 responden dewasa di seluruh […]

  • Ruksamin Laporkan Dugaan Fitnah ke Polda Sultra, Terkait Tudingan Kasus Mesin Crusher photo_camera 1

    Ruksamin Laporkan Dugaan Fitnah ke Polda Sultra, Terkait Tudingan Kasus Mesin Crusher

    • calendar_month Jum, 13 Mar 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 163
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Mantan Bupati Konawe Utara dua periode, Ruksamin, melaporkan dugaan tindak pidana fitnah ke Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra). Laporan tersebut dilayangkan melalui kuasa hukumnya, Dedi Ferianto, pada Kamis (12/3/2026). Dedi Ferianto menjelaskan, laporan itu berkaitan dengan tudingan yang sebelumnya diarahkan kepada kliennya oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Konawe Utara […]

  • Pemprov Sultra Dorong Penguatan Tata Kelola BPR melalui Sertifikasi Direksi dan Komisaris photo_camera 1

    Pemprov Sultra Dorong Penguatan Tata Kelola BPR melalui Sertifikasi Direksi dan Komisaris

    • calendar_month Sel, 6 Jan 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 360
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola dan kualitas sumber daya manusia perbankan daerah, khususnya Bank Perekonomian Rakyat (BPR), sebagai bagian dari upaya memperkokoh sistem keuangan daerah dan memperluas akses pembiayaan bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Penegasan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs. […]

  • Gubernur Sultra Pelayanan Pajak Harus Dipercepat, Transparan Jangan Dipersulit photo_camera 1

    Gubernur Sultra Pelayanan Pajak Harus Dipercepat, Transparan Jangan Dipersulit

    • calendar_month Sen, 29 Des 2025
    • account_circle La Ode Zailudin
    • visibility 234
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.COM – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menegaskan bahwa pelayanan pajak yang mudah, cepat, dan transparan menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan publik serta menjaga ketahanan fiskal daerah. Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Bapenda Fest 2025 bertema “Pajak Kita untuk Sultra” yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Badan […]

  • Viral di Grup WA, LPKP Sultra Laporkan Dugaan Serangan Digital terhadap Gubernur dan Tim Ahli photo_camera 1

    Viral di Grup WA, LPKP Sultra Laporkan Dugaan Serangan Digital terhadap Gubernur dan Tim Ahli

    • calendar_month Sen, 19 Jan 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 413
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.COM – Dinamika ruang digital Sulawesi Tenggara kembali memanas. Dewan Pimpinan Pengurus Lembaga Pemerhati Kebijakan Publik Sulawesi Tenggara (DPP LPKP-Sultra) secara resmi melayangkan pengaduan ke Polda Sultra atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (PDP). Pengaduan tersebut diajukan menyusul viralnya sejumlah unggahan di grup WhatsApp “Forum […]

  • Iran Klaim Menang Lawan AS, Trump Tunda Serangan 2 Minggu dan Buka Negosiasi photo_camera 1

    Iran Klaim Menang Lawan AS, Trump Tunda Serangan 2 Minggu dan Buka Negosiasi

    • calendar_month Rab, 8 Apr 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 218
    • 0Komentar

    TAHERAN | SUARAEMPATPILAR.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah memasuki babak baru. Iran secara terbuka mengklaim kemenangan strategis setelah Amerika Serikat memutuskan menangguhkan serangan militer selama dua minggu. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran yang menyebut keputusan Washington sebagai bukti keberhasilan tekanan politik dan militer Teheran. Langkah penundaan serangan ini diumumkan langsung […]

expand_less