Safari Ramadan di Bombana, Wagub Sultra Hugua Ingatkan Pentingnya Akhlak dalam Pembangunan Daerah
- account_circle Suara Empat Pilar
- calendar_month Jum, 6 Mar 2026
- visibility 162
- comment 0 komentar

BOMBANA | SUARAEMPATPILAR.com – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ir. Hugua, melanjutkan rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Sultra dengan mengunjungi Masjid Nur Iman, Kabupaten Bombana, Rabu (4/3/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Rumbia ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah provinsi dan masyarakat, sekaligus memperkuat nilai spiritual di bulan suci Ramadan.
Kehadiran Wakil Gubernur disambut hangat oleh masyarakat, tokoh agama, serta jajaran pemerintah daerah. Dalam suasana penuh kekhidmatan, kegiatan tersebut diisi dengan tausiyah keagamaan yang menekankan pentingnya nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan ketakwaan sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.
Dalam penyampaiannya, Hugua menegaskan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar agenda rutin tahunan pemerintah, tetapi merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berupaya membangun kedekatan sekaligus memperkuat ukhuwah antara pemimpin dan warga.
“Pembangunan tidak cukup hanya dengan kebijakan dan program kerja. Ia harus ditopang oleh doa, akhlak, serta semangat kebersamaan agar membawa keberkahan dan keadilan bagi seluruh masyarakat,” ujar Hugua di hadapan jamaah.
Selain menyampaikan pesan keagamaan, Wakil Gubernur juga menyoroti potensi besar yang dimiliki Kabupaten Bombana. Menurutnya, daerah tersebut memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, mulai dari sektor kelautan dan perikanan, pertanian dan perkebunan, hingga sektor pertambangan.
Potensi tersebut, lanjutnya, harus dikelola secara amanah dan bertanggung jawab agar mampu menghadirkan kesejahteraan yang merata bagi masyarakat, bukan hanya sekadar mendorong pertumbuhan ekonomi semata.
Dalam tausiyahnya, Hugua juga mengingatkan bahwa Ramadan merupakan madrasah pengendalian diri. Ia menekankan bahwa puasa tidak hanya dimaknai sebagai menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sebagai latihan untuk mengendalikan emosi, menjaga lisan dari fitnah dan ujaran kebencian, serta membentuk pribadi yang sabar dan pemaaf.
“Nilai-nilai inilah yang menjadi ciri orang yang bertakwa dan harus terus kita jaga dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Wagub menekankan pentingnya tazkiyatun nafs atau penyucian jiwa sebagai landasan membangun kehidupan sosial yang sehat. Menurutnya, jiwa yang bersih akan melahirkan sikap jujur dan amanah, baik bagi pemimpin, aparatur pemerintahan, pelaku usaha, maupun masyarakat secara umum.
Sikap tersebut dinilai sangat penting agar kebijakan pemerintah, pelayanan publik, serta aktivitas ekonomi dapat berjalan dengan penuh kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab.
Menutup rangkaian kegiatan Safari Ramadan di Bombana, Hugua juga mengimbau masyarakat untuk bijak dalam berbelanja dan mengelola kebutuhan bahan pokok selama bulan suci. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau menimbun bahan pokok.
Menurutnya, sikap belanja secukupnya, menghindari penimbunan, serta tetap berbagi kepada sesama merupakan bentuk nyata takwa sosial. Selain itu, langkah tersebut juga dapat membantu menjaga stabilitas harga bahan pokok dan menekan laju inflasi di wilayah Sulawesi Tenggara.
Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Sultra sendiri terus digelar di berbagai daerah sebagai upaya memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dalam membangun Sulawesi Tenggara yang lebih sejahtera.
Laporan: Redaksi
- Penulis: Suara Empat Pilar
- Editor: Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar