Desa Wisata Gala: Surga Tersembunyi di Muna Barat dengan Pasir Putih dan Kearifan Nelayan
- account_circle Kontributor: Zailudin
- calendar_month Jum, 26 Jun 2026
- comment 0 komentar

MUNA BARAT | SUARAEMPATPILAR.com – Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, menyimpan permata wisata yang mulai memikat perhatian. Desa Wisata Gala, yang berstatus sebagai desa wisata berkembang, menawarkan perpaduan sempurna antara keindahan bahari yang memukau dan kearifan lokal masyarakat nelayan yang otentik.
Terletak di Kecamatan Maginti, desa yang berada di tengah laut ini menjadi salah satu destinasi unggulan yang menyuguhkan pengalaman wisata berbeda bagi para pelancong.
Pulau Gala Kecil: Pesona Bulan Sabit di Tengah Lautan

Ikon utama Desa Wisata Gala adalah Pulau Gala Kecil. Pulau berpasir putih dengan air laut berwarna biru tosca ini sering disebut sebagai pulau bulan sabit atau ekor ikan hiu karena bentuknya yang unik
“Keindahan dasar laut dengan karangnya yang indah dan biota laut yang masih alami serta hidup beragam spesies menjadi daya tarik utama,” ujar Kepala Desa Gala, Sirajudin.
Keistimewaan pulau ini terletak pada keasriannya yang masih terjaga. Pengunjung dapat menikmati aktivitas snorkeling dan menyaksikan terumbu karang yang masih alami . Suasana yang tenang dan hening, hanya diiringi kicauan burung laut, menjadikan Pulau Gala Kecil tempat ideal bagi wisatawan yang ingin melepas penat dari hiruk-pikuk perkotaan.
Akses menuju pulau ini pun tergolong mudah. Wisatawan dapat menyewa perahu atau ketinting dari daratan Pajala dengan waktu tempuh sekitar 5-10 menit . “Dari daratan kita bisa menyeberang dengan katinting, tidak lama waktunya kisaran 5 sampai 10 menit,” jelas Sirajudin.

Pasir Timbul Pasitoboang: Fenomena Alam yang Eksotis
Selain Pulau Gala Kecil, destinasi lain yang tak kalah menarik adalah Pasir Timbul Pasitoboang. Fenomena alam unik ini muncul saat air laut surut, memperlihatkan hamparan pasir putih di tengah laut.
Pasi Toboang memiliki keunikan tersendiri karena posisinya yang berubah mengikuti musim. “Pada musim angin barat, akhir Desember hingga Juli, gundukan pasir akan berpindah ke arah timur. Sedangkan pada musim angin timur, sekitar Agustus hingga November, gundukan pasir berpindah kembali ke arah barat,” demikian penjelasan dalam rekomendasi destinasi wisata Sulawesi Tenggara.
Pengunjung dapat berjalan-jalan di atas hamparan pasir putih yang luas, bermain air, atau sekadar duduk santai menikmati pemandangan laut yang indah. Pasir Timbul Pasitoboang juga menjadi lokasi favorit untuk berfoto dengan latar belakang panorama laut yang memukau.

Kehidupan Nelayan dan Kuliner Khas
Desa Gala tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga kekayaan budaya masyarakat pesisir. Dari 170 kepala keluarga (KK) dengan total 679 jiwa yang mendiami desa ini, mayoritas berprofesi sebagai nelayan.
“Kebanyakan masyarakat jadi nelayan memanfaatkan hasil laut, selain itu petani kelapa yang biasa diolah jadi kopra atau minyak goreng,” ungkap Sirajudin.
Desa ini dikenal sebagai salah satu penghasil kepiting rajungan, komoditas unggulan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat sekaligus daya tarik wisata kuliner . Wisatawan dapat menyaksikan langsung aktivitas nelayan, menikmati hasil tangkapan laut segar, hingga merasakan pengalaman kehidupan masyarakat pesisir yang ramah dan penuh kearifan lokal.

Potensi Ekowisata Berkelanjutan
Pengembangan wisata di Desa Gala sejalan dengan visi Kabupaten Muna Barat yang menjadikan pariwisata berbasis ekowisata sebagai salah satu pendorong kegiatan ekonomi daerah.
Pemerintah daerah berkomitmen mengembangkan potensi wisata bahari dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. “Kabupaten Muna Barat memiliki kekayaan alam dan keanekaragaman hayati laut yang luar biasa, sehingga dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata berbasis ekowisata tanpa meninggalkan atribut lokal,” demikian tertuang dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah.
Kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku pariwisata menjadi kunci dalam mengembangkan Desa Wisata Gala sebagai destinasi berkelanjutan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkenalkan kekayaan pariwisata Sulawesi Tenggara.

Cara Menuju Desa Gala
Untuk mencapai Desa Gala, wisatawan dapat menggunakan jasa perahu milik warga setempat dari daratan utama. Perjalanan memakan waktu sekitar 20 menit . Meskipun tergolong terpencil, keindahan yang ditawarkan sebanding dengan perjuangan untuk menjangkaunya.
Fakta Singkat Desa Wisata Gala:
- Lokasi: Kecamatan Maginti, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara
- Status: Desa Wisata Berkembang
- Jumlah Penduduk: 679 jiwa (170 KK)
- Mata Pencaharian Utama: Nelayan dan petani kelapa
- Ikon Wisata: Pulau Gala Kecil dan Pasir Timbul Pasitoboang
- Akses: Perahu/ketinting dari daratan Pajala (5-10 menit ke pulau)
Aktivitas Wisata: Snorkeling, berenang, menikmati sunset, kuliner seafood, berinteraksi dengan masyarakat nelayan, fotografi
Laporan: Tim Redaksi
- Penulis: Kontributor: Zailudin

Saat ini belum ada komentar