Nyawa Taruhan, RSUD Koltim Malah Suruh Pasien Konfirmasi ke Kendari
- account_circle Suara Empat Pilar
- calendar_month Sab, 24 Jan 2026
- visibility 404
- comment 0 komentar

KOLAKA TIMUR | SUARAEMPATPILAR.COM – Di saat nyawa manusia berada di ujung tanduk, birokrasi justru hanya berdiri di depan pintu pertolongan. Itulah yang tergambar dalam sebuah video viral yang memperlihatkan pasien bernama Alfat diduga tidak mendapatkan penanganan medis di RSUD Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), meski kondisinya disebut membutuhkan tindakan segera.
Peristiwa memilukan itu terjadi pada Jumat, 23 Januari 2025. Alih-alih mendapatkan pertolongan darurat, pasien justru diminta melakukan konfirmasi ke RS Bahteramas Kendari, rumah sakit rujukan tingkat provinsi di Sulawesi Tenggara. Situasi ini memicu kemarahan dan keputusasaan pihak keluarga, yang terekam jelas dalam video yang kini beredar luas di media sosial.
Butuh Tindakan Cepat, Bukan Rujukan Berbelit
Dalam rekaman video tersebut, keluarga pasien mempertanyakan sikap rumah sakit yang dinilai tidak mengedepankan prinsip kegawatdaruratan. Padahal, menurut mereka, kondisi pasien tidak memungkinkan untuk menunggu proses administrasi atau konfirmasi rujukan ke rumah sakit lain di luar daerah.
“Pasien ini butuh penanganan sekarang, bukan disuruh tunggu konfirmasi,” terdengar suara bernada kecewa dalam video tersebut.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah standar pelayanan gawat darurat benar-benar dijalankan di RSUD Koltim?
Sorotan Tajam ke Layanan RS Daerah
Kasus pasien Alfat menambah daftar panjang sorotan publik terhadap kesiapan fasilitas kesehatan daerah dalam menangani kasus darurat. Masyarakat mempertanyakan mengapa pasien tidak mendapatkan penanganan awal (stabilisasi medis) sebelum diarahkan ke rumah sakit rujukan.
Sebagai rumah sakit milik pemerintah daerah, RSUD Koltim seharusnya menjalankan fungsi dasar layanan kesehatan, khususnya dalam kondisi darurat yang menyangkut keselamatan jiwa pasien.
Kekecewaan Keluarga dan Publik
Pihak keluarga pasien mengaku kecewa dan terpukul atas perlakuan yang diterima. Mereka menilai, dalam situasi kritis, rumah sakit seharusnya mengedepankan nilai kemanusiaan, bukan semata prosedur.
Video kejadian tersebut pun memantik reaksi keras dari warganet. Banyak yang menilai kejadian ini sebagai cerminan lemahnya pelayanan kesehatan di daerah, serta mendesak adanya evaluasi serius.
Belum Ada Klarifikasi Resmi
Hingga berita ini diterbitkan, pihak RSUD Kolaka Timur maupun Dinas Kesehatan setempat belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan penolakan pasien tersebut. Publik menunggu penjelasan terbuka dan transparan agar persoalan ini tidak berkembang menjadi krisis kepercayaan terhadap layanan kesehatan daerah.
Desakan Evaluasi Menyeluruh
Masyarakat mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera turun tangan, melakukan audit pelayanan, serta memastikan bahwa kejadian serupa tidak kembali terulang. Dalam kondisi darurat, setiap detik sangat berarti, dan penanganan cepat adalah hak dasar pasien, bukan pilihan.
Laporan: AS HARIS
- Penulis: Suara Empat Pilar

Saat ini belum ada komentar