Kunjungan Kerja Wamen PKP Fahri Hamzah ke Sultra: Dorong Percepatan Pembangunan Rumah Layak Huni
- account_circle Suara Empat Pilar
- calendar_month Jum, 6 Mar 2026
- comment 0 komentar
KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Republik Indonesia, Fahri Hamzah, melakukan kunjungan kerja strategis ke Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Kamis (5/3/2026). Kedatangan orang nomor dua di Kementerian PKP ini disambut langsung oleh Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Bandara Halu Oleo, Kendari.
Kunjungan kerja yang berlangsung selama satu hari ini menjadi momentum penting dalam upaya menyelaraskan program pusat dan daerah guna mengatasi tantangan penyediaan hunian layak serta penataan kawasan permukiman di wilayah tenggara pulau Sulawesi tersebut.
Rakor Bahas Peta Kebutuhan Perumahan di Sultra
Setelah prosesi penyambutan di bandara, rangkaian acara dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi (Rakor) terbatas di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara. Rapat yang dipimpin langsung oleh Wamen Fahri Hamzah ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D. , yang mewakili Gubernur, serta Wali Kota Kendari, Dr. Hj. Siska Karina Imran, S.KM., M.Kes.
Dalam sambutannya, Wamen Fahri Hamzah menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan program pembangunan perumahan tepat sasaran.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Data yang akurat dari daerah sangat menentukan keberhasilan program Kementerian PKP. Sultra memiliki potensi besar, tetapi juga tantangan geografis yang unik. Rakor ini untuk memastikan tidak ada miskomunikasi dalam pelaksanaan di lapangan,” ujar Fahri Hamzah dalam keterangannya.
Sekda Sultra, Asrun Lio, memaparkan kondisi aktual perumahan di provinsi tersebut. Sementara itu, Wali Kota Kendari mempresentasikan secara spesifik situasi perumahan di ibu kota provinsi, termasuk kepadatan penduduk dan kantong-kantong permukiman kumuh.
Rakor tersebut turut dihadiri oleh perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, jajaran perbankan, khususnya Bank Tabungan Negara (BTN), serta pengurus Asosiasi Pengembang Rumah Sederhana Sehat Nasional (APERNAS) Sultra.
Program 2025: 200 Unit Rumah dan Serapan 3.495 HOK
Salah satu data krusial yang mengemuka dalam rapat tersebut adalah capaian program kawasan permukiman di Sulawesi Tenggara sepanjang tahun 2025. Tercatat, realisasi pembangunan atau peningkatan kualitas rumah mencapai 200 unit yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.
Program ini tidak hanya berdampak pada sektor fisik, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal dengan menyerap tenaga kerja sebesar 3.495 Hari Orang Kerja (HOK) . Angka ini menunjukkan bahwa sektor perumahan memiliki efek multiplier yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan pengurangan pengangguran di daerah.
Usai rakor, rombongan Wamen PKP langsung bergerak menuju lokasi pertama peninjauan lapangan, yakni proyek pembangunan unit perumahan di Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan. Proyek perumahan ini merupakan hasil sinergi antara BTN dan APERNAS.
Wamen Fahri Hamzah berkesempatan melihat secara langsung progres fisik pembangunan rumah. Ia memastikan bahwa konstruksi berjalan sesuai dengan spesifikasi teknis dan rencana tata ruang yang telah ditetapkan. “Saya minta pengembang memastikan kualitas bahan bangunan. Rumah ini bukan hanya sekadar dinding dan atap, tapi harus sehat dan nyaman untuk dihuni dalam jangka panjang,” tegasnya.
Dialog dengan Warga Penerima BSPS di Wua-Wua
Perjalanan kunjungan kerja kemudian berlanjut ke lokasi program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Jalan Durian, Kelurahan Wua-Wua, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari. Di sini, Wamen berdialog secara interaktif dengan masyarakat penerima manfaat.
Program BSPS merupakan salah satu unggulan Kementerian PKU untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dalam meningkatkan kualitas huniannya secara swadaya, dengan dukungan stimulan dari pemerintah. Wamen mengecek langsung hasil renovasi rumah warga dan menanyakan kendala yang dihadapi selama proses pengerjaan.
“Program BSPS ini wujud kehadiran negara untuk membantu warga. Jangan ragu untuk memanfaatkan bantuan ini sebaik mungkin agar rumah bapak-ibu menjadi lebih sehat dan layak huni,” pesan Fahri Hamzah kepada warga.
Tinjau Lokasi Peremajaan Kawasan Kumuh di Papalimba
Agenda pamungkas dari kunjungan kerja ini adalah peninjauan lokasi rencana peremajaan kawasan permukiman kumuh di Kelurahan Papalimba, Kecamatan Abeli, Kota Kendari. Wamen berjalan menyusuri gang-gang sempit untuk melihat langsung kondisi infrastruktur dasar, sanitasi, dan drainase di kawasan tersebut.
Peninjauan ini bertujuan untuk merumuskan langkah intervensi yang tepat. Pemerintah pusat berkomitmen untuk membantu pemerintah kota dalam menata kawasan kumuh agar menjadi lingkungan yang lebih tertata, sehat, dan estetis, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.
Melalui rangkaian kunjungan kerja yang padat ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara Kementerian PKP RI dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Fokus utamanya adalah mendorong percepatan pembangunan perumahan, peningkatan kualitas kawasan permukiman, serta memastikan pemenuhan kebutuhan hunian layak bagi seluruh masyarakat di Sulawesi Tenggara dapat terwujud secara bertahap dan berkelanjutan.
Laporan: Redaksi
- Penulis: Suara Empat Pilar
- Editor: Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar