Perkuat Akhlak dan Karakter, WBP Rutan Raha Rutin Ikuti Yasinan
- account_circle Suara Empat Pilar
- calendar_month Sen, 5 Okt 2026
- comment 0 komentar

RAHA | SUARAEMPATPILAR.com — Suasana khidmat menyelimuti Masjid Ar-Rahman Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Raha setiap Jumat sore. Selepas salat Ashar, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengikuti kegiatan yasinan secara rutin sebagai bagian dari program pembinaan keagamaan.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya Rutan Kelas IIB Raha dalam memperkuat pembinaan spiritual sekaligus membangun karakter WBP selama menjalani masa pembinaan.
Dengan penuh khidmat, para WBP mengikuti rangkaian yasinan di Masjid Ar-Rahman. Selain menjadi sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi warga binaan untuk menenangkan diri, memperbanyak doa dan melakukan refleksi atas perjalanan hidup yang telah dilalui.
Bukan Sekadar Rutinitas Jumat
Bagi Rutan Raha, pembinaan terhadap WBP tidak hanya menyangkut aspek kedisiplinan dan keterampilan. Pembinaan juga diarahkan pada penguatan mental dan spiritual sebagai bagian dari proses perubahan diri.
Kegiatan yasinan menjadi salah satu sarana untuk menghadirkan ruang refleksi bagi WBP. Dalam suasana yang lebih tenang, mereka diajak mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk memperbaiki diri.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu membangun sikap dan karakter positif yang nantinya menjadi bekal ketika WBP kembali menjalani kehidupan di tengah keluarga dan masyarakat.
Dorong WBP Terus Memperbaiki Diri
PLH Kepala Rutan Kelas IIB Raha, Muhammad Arafad, SH., mengatakan pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran serta mendorong perubahan positif dalam diri warga binaan.
Menurutnya, kegiatan keagamaan yang dilakukan secara konsisten diharapkan tidak berhenti sebagai rutinitas, tetapi mampu memberikan nilai dan makna bagi kehidupan WBP.
“Kami berharap kegiatan yasinan ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi menjadi ruang bagi warga binaan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbaiki diri, dan menumbuhkan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Muhammad Arafad.
Ia menilai penguatan nilai-nilai keagamaan menjadi bagian penting dalam proses pembinaan karena perubahan perilaku membutuhkan proses yang dilakukan secara berkelanjutan.

Menyiapkan WBP Kembali ke Masyarakat
Pembinaan keagamaan di Rutan Raha juga diarahkan untuk mendukung tujuan pemasyarakatan, yakni mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali menjalani kehidupan secara positif di tengah masyarakat.
Nilai-nilai seperti ketakwaan, introspeksi, kesabaran dan tanggung jawab diharapkan dapat tumbuh melalui kegiatan yang dilakukan secara rutin.
Karena itu, yasinan di Masjid Ar-Rahman tidak hanya dipandang sebagai aktivitas keagamaan mingguan, tetapi menjadi salah satu bagian dari rangkaian pembinaan yang menyentuh sisi spiritual WBP.
Rutan Kelas IIB Raha berkomitmen menjaga keberlanjutan kegiatan tersebut agar nilai-nilai keagamaan semakin tertanam dalam kehidupan warga binaan.
Dengan pembinaan yang menyentuh aspek spiritual, karakter dan keterampilan, proses pemasyarakatan diharapkan dapat membantu WBP menjadi pribadi yang lebih baik, berakhlak dan siap kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.
Laporan: Redaksi
- Penulis: Suara Empat Pilar

Saat ini belum ada komentar