Paus 10 Meter Terdampar di Pantai Totobo Kolaka
- account_circle Olank Zakaria
- calendar_month Sel, 3 Mar 2026
- visibility 163
- comment 0 komentar

KOLAKA | SUARAEMPATPILAR.com – Warga Desa Totobo, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, digegerkan dengan penemuan seekor paus sepanjang sekitar 10 meter yang terdampar dalam kondisi mati di bibir pantai, Selasa (3/3).
Peristiwa paus terdampar di Kolaka ini pertama kali dilaporkan warga sekitar pukul 08.00 WITA. Namun, berdasarkan keterangan masyarakat setempat, bangkai mamalia laut tersebut sebenarnya sudah terlihat sejak subuh oleh nelayan yang melintas di perairan sekitar Pantai Totobo.
Bhabinkamtibmas Polsek Pomalaa, Aipda Ronald, membenarkan adanya laporan penemuan paus mati tersebut. Ia menjelaskan bahwa saat ditemukan, kondisi paus sudah tidak bernyawa.
“Informasi awal dari warga Desa Totobo. Sejak subuh sebenarnya sudah ada yang melihat bangkai paus itu terdampar,” ujarnya.
Dari pantauan di lokasi, tubuh paus berukuran raksasa itu tampak sebagian terendam air laut. Ombak relatif tenang saat warga mulai berdatangan untuk menyaksikan langsung kejadian tersebut. Beberapa bagian tubuh paus terlihat mengalami luka, namun belum dapat dipastikan apakah luka tersebut akibat benturan, aktivitas manusia, atau faktor alami lainnya.
Hingga kini, penyebab pasti kematian paus 10 meter di Pantai Totobo tersebut masih dalam penyelidikan. Aparat kepolisian bersama pemerintah desa tengah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
Kepala Desa Totobo, Nirwani, mengungkapkan bahwa proses evakuasi bangkai paus menjadi tantangan tersendiri karena ukuran dan bobotnya yang sangat besar.
“Hingga pukul 09.00 WITA, bangkai paus masih berada di pantai. Kami masih mencari cara evakuasi yang tepat karena bobotnya besar dan kemungkinan membutuhkan alat berat,” jelasnya.
Penemuan paus mati di Sulawesi Tenggara ini langsung menyita perhatian masyarakat sekitar. Sejumlah warga dan pengguna jalan yang melintas tampak berhenti untuk melihat kondisi mamalia laut tersebut. Video dan foto bangkai paus pun dengan cepat beredar di media sosial dan menjadi viral.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati atau menyentuh bangkai paus demi alasan kesehatan dan keselamatan. Bangkai mamalia laut berukuran besar berpotensi mengandung bakteri berbahaya serta menghasilkan gas saat proses pembusukan.
Rencananya, pemerintah desa akan berkoordinasi dengan Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) serta instansi kelautan lainnya guna menentukan langkah evakuasi sesuai prosedur, termasuk kemungkinan penguburan di lokasi atau pemindahan menggunakan alat berat.
Peristiwa paus terdampar di Pantai Totobo Pomalaa ini kembali menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem laut di wilayah Sulawesi Tenggara. Hingga berita ini diturunkan, proses koordinasi dan penanganan masih terus berlangsung.
Laporan: Redaksi
- Penulis: Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar