Sinergi Strategis: Wagub Sultra Gandeng LDII Wujudkan Masyarakat yang Aman, Sejahtera dan Religius
- account_circle Tim Tedaksi
- calendar_month Sab, 20 Des 2025
- visibility 192
- comment 0 komentar

KENDARI, SuaraEmpatPilar.Com – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, M.Ling., secara resmi menghadiri Musyawarah Wilayah (Muswil) VII Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Sulawesi Tenggara di Hotel Sahid Azizah Syariah Kendari, Jumat (19/12/2025).
Membawa semangat “Penguatan SDM Berkarakter Luhur Menuju Terwujudnya Sultra Maju, Masyarakat Aman, Sejahtera, dan Religius”, perhelatan ini bukan sekadar agenda rutin organisasi. Muswil VII ini menjadi momentum krusial bagi LDII untuk mempertegas perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mencetak generasi yang tak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual.
Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, mulai dari Ketua Umum DPP LDII beserta jajaran, unsur Forkopimda Sultra, kepala OPD, hingga pimpinan organisasi keagamaan besar seperti NU, Muhammadiyah, serta perwakilan lintas agama.

LDII Sebagai Mitra Strategis Pembangunan
Dalam sambutannya, Wagub Hugua melontarkan apresiasi tinggi atas konsistensi LDII dalam mendukung program pemerintah. Ia menegaskan bahwa LDII telah menunjukkan kontribusi nyata yang selaras dengan visi pembangunan daerah maupun pusat.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara sangat mengapresiasi LDII. Program-program yang dijalankan bukan sekadar wacana, melainkan aksi nyata yang menjadikannya mitra strategis bagi pemerintah daerah. Ke depan, sinergi ini akan terus kita tingkatkan,” tegas Hugua disambut antusiasme peserta.
Keseimbangan Ekonomi: Pertanian dan Pemberdayaan
Di hadapan para peserta Muswil, Hugua juga membedah struktur ekonomi Sultra. Ia mengungkapkan bahwa 23% perekonomian daerah disokong oleh sektor pertanian, perkebunan, dan kelautan. Sementara sektor pertambangan berkontribusi sekitar 20%, diikuti perdagangan umum sebesar 18%.
Menariknya, Hugua memberikan catatan penting: meski pertambangan bernilai besar, sebagian besar hasilnya menjadi pendapatan nasional sesuai mandat konstitusi. Oleh karena itu, denyut nadi ekonomi masyarakat Sultra yang sesungguhnya ada pada sektor pertanian dan perdagangan.
“Di sinilah peran ormas seperti LDII menjadi sangat relevan. Kita butuh kolaborasi untuk memberdayakan masyarakat di sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan kesejahteraan rakyat sehari-hari,” jelasnya.

Membedah Visi Sultra: Aman, Sejahtera, Religius
Wagub Hugua juga menguraikan makna mendalam di balik visi Sultra yang ia usung. Baginya, “Aman” bukan sekadar bebas konflik, melainkan terciptanya harmoni di mana sekat-sekat perbedaan melebur menjadi semangat kebersamaan.
Sementara itu, “Sejahtera” adalah wujud tanggung jawab pemerintah untuk memampukan 17 kabupaten/kota di Sultra. Adapun nilai “Religius”, menurut Hugua, melampaui ritualitas formal; ia harus tercermin dalam disiplin, integritas, dan toleransi yang kokoh.
Visi ini, lanjutnya, sangat sejalan dengan Asta Cita, khususnya poin kedelapan yang menekankan akselerasi kehidupan yang harmonis antara manusia, alam, budaya, dan penguatan toleransi beragama.
Tantangan Indonesia Emas 2045
Menutup arahannya, Wagub mengingatkan tantangan besar menuju Indonesia Emas 2045. Dengan prediksi 324 juta penduduk dan 70% usia produktif, Indonesia membutuhkan generasi yang memiliki tiga pilar: Kualitas, Kompetensi, dan Mental Juara.
“Di era disrupsi media sosial ini, pembentukan karakter luhur adalah tantangan kita bersama. Kita harus memastikan generasi mendatang memiliki akhlakul karimah serta keseimbangan spiritual dan sosial agar mereka tidak kehilangan arah,” pesan Hugua.
Ia berharap Muswil VII LDII Sultra dapat melahirkan program-program inovatif yang berorientasi pada pembinaan karakter. “Selamat bermusyawarah. Semoga lahir keputusan-keputusan besar demi masa depan Sultra yang lebih baik,” pungkasnya.
(Redaksi: Suara Empat Pilar)
- Penulis: Tim Tedaksi
- Editor: Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar