Sidak Pasar Jelang Lebaran, Gubernur Sultra Andi Sumangerukka Pastikan Stok Pangan Aman 3 Bulan
- account_circle Suara Empat Pilar
- calendar_month Rab, 4 Mar 2026
- visibility 89
- comment 0 komentar

KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sulawesi Tenggara melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Kota Kendari, Rabu (4/3/2026).
Sidak tersebut menyasar sejumlah titik strategis, mulai dari Pasar Mandonga, Gudang Bulog Punggaloba Benu-Benua, PT Wings di kawasan Bypass Lepo-Lepo, hingga Hypermart The Park Kendari. Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga serta ketersediaan stok pangan bagi masyarakat menjelang Lebaran.
Sebelum bergerak ke lokasi sidak, rombongan terlebih dahulu berkumpul di Lapangan Korem 143 Halu Oleo Kendari. Kegiatan ini turut dihadiri Ketua DPRD Sultra, Kapolda Sultra, Danrem 143 Halu Oleo, perwakilan Kejaksaan Tinggi Sultra, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Dari hasil pengecekan di Pasar Mandonga dan Gudang Bulog Punggaloba, pemerintah memastikan stok bahan pokok di Sulawesi Tenggara dalam kondisi aman dan mencukupi hingga tiga bulan ke depan.
“Stok beras, minyak goreng, dan gula pasir masih cukup hingga tiga bulan ke depan. Artinya, untuk kebutuhan Lebaran tahun ini tidak ada masalah dari sisi ketersediaan,” ujar Gubernur Andi Sumangerukka.
Selain memastikan ketersediaan stok, tim juga memantau langsung perkembangan harga bahan pangan di Pasar Mandonga. Hasil pemantauan menunjukkan sejumlah komoditas utama masih berada dalam kondisi stabil dan sesuai dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Harga beras medium dan premium tercatat sekitar Rp15.000 per kilogram, sementara beras program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual Rp60.000 per 5 kilogram. Untuk gula pasir kemasan premium berada di kisaran Rp17.500 per kilogram, sedangkan minyak goreng premium dijual sekitar Rp26.990 per liter.
Meski demikian, pemerintah menemukan adanya sejumlah komoditas yang harganya melampaui HET saat pengecekan di ritel modern. Tercatat sedikitnya tujuh komoditas yang mengalami kenaikan harga, yakni cabai keriting, cabai rawit, daging ayam, telur ayam ras, daging sapi, bawang putih, dan bawang merah.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Gubernur Sultra langsung menginstruksikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sultra untuk segera melakukan koordinasi dengan pihak ritel guna menyesuaikan harga agar kembali sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Saat pengecekan berikutnya, saya ingin seluruh harga sudah sesuai dengan HET,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara memastikan akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan harga bahan pokok di pasar tradisional maupun ritel modern hingga menjelang Idulfitri 2026.
Langkah pengawasan ini dilakukan guna mencegah lonjakan harga yang berpotensi memberatkan masyarakat selama bulan Ramadan hingga perayaan Lebaran.
Di akhir keterangannya, Gubernur Andi Sumangerukka juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying, karena pemerintah menjamin ketersediaan stok bahan pokok tetap aman.
“Tidak perlu panic buying. Stok aman dan pemerintah akan terus mengawal agar harga tetap stabil,” pungkasnya.
Laporan: Redaksi
- Penulis: Suara Empat Pilar
- Editor: Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar