Breaking News
light_mode
Trending Tags

TERKUAK! BEKAS TERSANGKA PEMBUNUHAN MAHASISWI HAMIL KINI JADI TUKANG FITNAH?

  • account_circle La Ode Zailudin
  • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
  • comment 0 komentar

MUNA | SUARAEMPATPILAR.COM – Tokoh Pemuda Kabupaten Muna, Tayeb, secara tegas membantah dan meluruskan serangkaian informasi negatif yang belakangan menyeret nama RB di ruang publik. Menurutnya, tudingan-tudingan tersebut merupakan informasi menyesatkan, tidak berdasar, dan masuk dalam kategori fitnah serta hoaks.

“Sampai saat ini, tidak ada satu pun fakta atau bukti konkret yang diajukan untuk mendukung klaim-klaim tersebut. Ini adalah bentuk pembohongan publik yang sangat merugikan dan berpotensi mengacaukan keadaan,” ujar Tayeb, Rabu (4 Februari 2026).

Tayeb mendesak semua pihak, terutama yang menyampaikan pernyataan ke publik, untuk lebih berhati-hati dan bertanggung jawab atas setiap ucapannya. “Termasuk saudara Hasan, agar tidak sembarangan melontarkan tuduhan serius tanpa data yang valid. Ini bukan soal perbedaan pendapat, tapi sudah masuk ranah hukum,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mendorong Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara untuk mempercepat proses penyidikan atas laporan dugaan pencemaran nama baik yang telah dilayangkan. “Kepastian hukum harus ditegakkan. Masyarakat butuh perlindungan dari informasi hoaks yang merusak tatanan sosial,” tegas Tayeb.

Memori 2013: Nyawa Mahasiswi Hamil Di Tangan Si Pelontar Fitnah

Di balik gelombang tudingan, sorotan justru mengerucut pada rekam jejak pelaku yang aktif menyerang, yaitu La Ode Hasanuddin Kansi.

Yang membuat publik bergidik adalah JEJAK KELAM yang kembali diungkit dari sosok pelontar tuduhan itu sendiri: La Ode Hasanuddin Kansi.

Berdasarkan arsip pemberitaan nasional (Kompas.com, 2013), nama La Ode Hasanuddin Kansi tidak asing di ranah hukum pidana berat. Kala itu, di usia 29 tahun, pria yang menjabat Ketua Aliansi Pemuda Pelajar Sultra (APP Sultra) itu TERLIBAT KASUS PEMBUNUHAN SADIS.

Korbannya adalah Siti Nurjanah (23), seorang mahasiswi Akademi Kesehatan Lingkungan Mandala Waluya (AKL-MW) yang tengah hamil. Jasadnya ditemukan meninggal dunia pada 15 Maret 2013 di Kelurahan Kampung Baru, Kendari.

Hasil penyelidikan kepolisian waktu itu MENJELASKAN: HASANUDIN ADALAH ORANG TERAKHIR YANG BERSAMA KORBAN SEBELUM TEWAS. Ia ditangkap Polresta Kendari dua hari setelahnya.

Yang lebih mengerikan, dalam proses hukumnya, Hasanudin MENGAKUI telah melakukan kekerasan terhadap Siti Nurjanah hingga korban tak sadarkan diri. Kasus ini diproses dengan PASAL BERAT 340 KUHP (PEMBUNUHAN BERENCANA) yang ancaman maksimalnya hukuman mati atau seumur hidup.

Ironi Pedih: Dari Nyawa Wanita di Tangan ke Racun di Mulut?

Kini, publik dihadapkan pada sebuah ironi yang memilukan. Sosok dengan rekam jejak kelam yang menyentuh nyawa seorang wanita hamil, kini justru aktif melontarkan tuduhan dan fitnah yang berpotensi MERUSAK NAMA BAIK DAN HIDUP ORANG LAIN.

Pertanyaan besar yang kini menggantung: Apakah layak suara seorang dengan catatan kekerasan seperti itu dipercaya begitu saja? Atau justru ini taktik pengalihan isu dan bentuk ‘kekerasan’ baru lewat kata-kata? Masyarakat menunggu tegasnya hukum, bukan hanya untuk keadilan masa lalu, tapi juga untuk menghentikan racun fitnah yang menyebar hari ini.

Analisis: Kredibilitas dan Pertanggungjawaban Publik

Munculnya kembali nama La Ode Hasanuddin Kansi dalam pusaran kontroversi publik memunculkan pertanyaan mendasar tentang kredibilitas dan etika dalam menyampaikan informasi.

“Dalam jurnalisme dan kehidupan publik, prinsip ‘audit alteram partem’ (dengar kedua belah pihak) dan verifikasi data adalah hal mutlak. Apalagi jika informasi datang dari pihak yang memiliki catatan kontroversial di masa lalu,” jelas pengamat komunikasi sosial dari Universitas Halu Oleo, Kendari.

Masyarakat, lanjutnya, harus kritis dan tidak mudah menyebarkan informasi sebelum kebenarannya dapat dipastikan dari sumber-sumber yang kredibel dan independen.

Sementara itu, permintaan Tayeb agar aparat penegak hukum bertindak cepat mendapatkan dukungan dari berbagai kalangan. Mereka berharap proses hukum berjalan transparan dan adil, baik untuk melindungi pihak yang diduga menjadi korban fitnah, maupun untuk menguji validitas setiap tudingan yang dilayangkan.

Laporan; Redaksi

TERKUAK! BEKAS TERSANGKA PEMBUNUHAN MAHASISWI HAMIL KINI JADI TUKANG FITNAH?
  • Penulis: La Ode Zailudin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fahri Hamzah Instruksikan Pemda se-Sultra Benahi Permukiman Kumuh, Dukung Program Indonesia ASRI photo_camera 1

    Fahri Hamzah Instruksikan Pemda se-Sultra Benahi Permukiman Kumuh, Dukung Program Indonesia ASRI

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 230
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Fahri Hamzah, mendorong pemerintah daerah di Sulawesi Tenggara untuk bergerak cepat menata dan memperbaiki kawasan permukiman kumuh di wilayah masing-masing. Instruksi tersebut disampaikan Fahri saat memimpin rapat koordinasi bersama jajaran Pemerintah Provinsi serta pemerintah kabupaten dan kota se-Sultra di Kota Kendari, Kamis. Menurut […]

  • Gubernur Sultra Teken MoU Pemprov-Kejati, Pidana Kerja Sosial Berlaku Tahun 2026 photo_camera 1

    Gubernur Sultra Teken MoU Pemprov-Kejati, Pidana Kerja Sosial Berlaku Tahun 2026

    • calendar_month Kam, 11 Des 2025
    • account_circle Kontributor LaOde Zailudin
    • visibility 418
    • 0Komentar

    SuaraEmpatPilar.Com Kendari- Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerulkka, menegaskan kesiapan provinsi untuk menerapkan pidana kerja sosial mulai awal 2026, menyusul ditandatanganinya Kesepakatan Bersama (MoU) Pidana Kerja Sosial antara Pemprov dan Kejati Sultra di Kendari, Rabu (10 Desember 2025). “Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berkomitmen penuh untuk mendukung pelaksanaan pidana kerja sosial sebagai bagian […]

  • Formasi 400 Ribu CPNS Guru 2026 Dibuka, Nasib Guru PPPK Jadi Sorotan Keadilan photo_camera 1

    Formasi 400 Ribu CPNS Guru 2026 Dibuka, Nasib Guru PPPK Jadi Sorotan Keadilan

    • calendar_month Rab, 29 Apr 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 223
    • 0Komentar

    JAKARTA | SUARAEMPATPILAR.com – Rencana pemerintah membuka 400 ribu formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk guru pada seleksi 2026 menjadi kabar besar bagi dunia pendidikan. Namun di balik optimisme tersebut, muncul pertanyaan krusial: bagaimana nasib ratusan ribu guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang selama ini sudah mengabdi, tetapi masih berada dalam bayang-bayang […]

  • Kendari Bersiap Sambut UCLG ASPAC 2026, Wali Kota Tinjau Lokasi photo_camera 1

    Kendari Bersiap Sambut UCLG ASPAC 2026, Wali Kota Tinjau Lokasi

    • calendar_month Jum, 9 Jan 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 252
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.COM – Pemerintah Kota Kendari semakin memantapkan langkah dalam menyambut pelaksanaan Forum Internasional United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) yang dijadwalkan berlangsung pada 7–9 Mei 2026 di Kota Kendari. Sebagai bagian dari persiapan awal, Wali Kota Kendari dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, didampingi Wakil Wali Kota Kendari Sudirman serta […]

  • JERITAN WARGA SULTRA: LPG 3 Kg dan BBM Subsidi Langka, Dugaan Penyelewengan Disorot

    JERITAN WARGA SULTRA: LPG 3 Kg dan BBM Subsidi Langka, Dugaan Penyelewengan Disorot

    • calendar_month Sen, 7 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 96
    • 0Komentar

    KENDAR | SUARAEMPATPILAR.com – Kelangkaan dan melonjaknya harga LPG 3 kilogram (kg) serta sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Solar kembali menjadi keluhan masyarakat di sejumlah wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra). Kondisi tersebut tidak hanya membuat warga harus mengantre panjang di sejumlah pangkalan LPG dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), tetapi […]

  • Gubernur Sultra Dorong Keamanan Siber Bank Sultra, Gandeng BPK RI photo_camera 1

    Gubernur Sultra Dorong Keamanan Siber Bank Sultra, Gandeng BPK RI

    • calendar_month Sab, 11 Apr 2026
    • account_circle Suara Empat Pilar
    • visibility 140
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menegaskan pentingnya penguatan sistem keamanan siber di sektor perbankan daerah, khususnya pada Bank Sultra, guna meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan sharing session bersama Anggota VI Badan Pemeriksa Keuangan (BPK RI), Fathan Subchi, yang berlangsung di Gedung Bank Sultra, Sabtu (11/4/2026). […]

expand_less