MUI Desak RI Keluar dari Board of Peace Usai Serangan AS-Israel ke Iran
- account_circle Olank Zakaria
- calendar_month Ming, 1 Mar 2026
- visibility 104
- comment 0 komentar

JAKARTA | SUARAEMPATPILAR.com — Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara resmi mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk keluar dari Board of Peace (BoP) menyusul memanasnya konflik Timur Tengah setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026).
Desakan tersebut tertuang dalam Tausiyah MUI Nomor: Kep-28/DP-MUI/III/2026 yang ditandatangani Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar dan Sekretaris Jenderal Buya Amirsyah Tambunan pada Ahad (1/3/2026).
MUI menilai keanggotaan Indonesia dalam BoP tidak lagi efektif mendorong perdamaian yang adil, khususnya terkait kemerdekaan Palestina.
“MUI mendesak pemerintah Indonesia agar mencabut keanggotaan dari BoP karena dipandang tidak efektif mewujudkan kemerdekaan sejati di Palestina,” demikian isi pernyataan resmi MUI.
MUI menyoroti posisi Amerika Serikat yang memegang peran sentral dalam pengelolaan konflik Palestina melalui BoP. Namun menurut MUI, kebijakan tersebut justru menimbulkan pertanyaan besar apakah benar ditujukan untuk perdamaian atau malah memperkuat ketimpangan geopolitik.
Dalam tausiyahnya, MUI juga menilai serangan militer bersama AS dan Israel terhadap Iran berpotensi memicu perang regional berskala luas yang melibatkan berbagai kekuatan global, baik secara langsung maupun melalui proksi.
Seruan Qunut Nazilah untuk Umat Islam Dunia
Sebagai respons spiritual, MUI mengajak umat Islam di seluruh dunia untuk melakukan qunut nazilah, yakni doa khusus dalam salat saat terjadi musibah besar atau penindasan terhadap umat Muslim.
MUI juga menyerukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) agar mengambil langkah maksimal untuk menghentikan perang serta menegakkan hukum internasional.
Menurut MUI, konflik berskala besar hanya akan membawa kerusakan global dan korban sipil yang lebih luas.
Duka atas Gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran
Dalam pernyataannya, MUI menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan militer tersebut. MUI mendoakan almarhum sebagai syahid dan berharap mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.
Selain itu, MUI mengutuk keras serangan Israel yang didukung Amerika Serikat karena dinilai bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan amanat Pembukaan UUD 1945 tentang perdamaian dunia.
MUI menilai rangkaian serangan dan balasan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat bukanlah insiden terpisah, melainkan bagian dari konfigurasi geopolitik yang lebih besar di kawasan Timur Tengah.
Serangan terhadap Iran diduga sebagai upaya sistematis untuk melemahkan posisi strategis negara tersebut sekaligus membatasi dukungannya terhadap perjuangan Palestina.
MUI menegaskan seluruh negara memiliki tanggung jawab untuk mencegah konflik meluas dan melindungi warga sipil dari dampak perang.
Dalam konteks konflik Israel-Palestina, MUI mendorong negara-negara dunia untuk menjadi juru damai dan menghentikan operasi militer yang berpotensi memperkuat dominasi regional serta memperburuk penderitaan rakyat sipil.
Situasi ini dinilai sebagai salah satu krisis geopolitik paling berbahaya dalam beberapa tahun terakhir.
Laporan: Redaksi
- Penulis: Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar