AirAsia Buka Rute Baru dari Kendari ke Malaysia dan Kota Besar Indonesia, Dorong Lonjakan Pariwisata Sulawesi Tenggara
- account_circle Olank Zakaria
- calendar_month Sel, 10 Feb 2026
- visibility 218
- comment 0 komentar

KENDARI | SUARAEMPATPILAR.COM — Maskapai Indonesia AirAsia resmi membuka rute penerbangan baru dari Kota Kendari sebagai bagian dari strategi memperkuat konektivitas wilayah timur Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan kunjungan wisatawan ke Sulawesi Tenggara (Sultra).
Pelaksana Tugas Direktur Utama Indonesia AirAsia, Kapten Raden Achmad Sadikin, menyampaikan pembukaan rute ini menjadi langkah strategis dalam menghubungkan Sulawesi Tenggara dengan pusat-pusat ekonomi dan pariwisata, baik domestik maupun internasional.
Menurutnya, kehadiran rute baru ini tidak hanya memperluas akses perjalanan, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha, investor, dan wisatawan untuk menjangkau Kendari serta berbagai destinasi unggulan di Sulawesi Tenggara.
“Pembukaan rute ini merupakan komitmen kami menghadirkan konektivitas yang lebih luas sekaligus memberikan fleksibilitas perjalanan bagi pelaku usaha maupun wisatawan,” ujarnya, Senin (9/2/2).
Mulai Beroperasi Maret 2026
Rute baru tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada 7 Maret 2026 dengan frekuensi penerbangan dua kali setiap hari. Adapun rute domestik yang dilayani meliputi Kendari–Makassar, Kendari–Palu, dan Kendari–Surabaya.
Sementara untuk rute internasional, penerbangan Kendari menuju Kuala Lumpur, Malaysia, akan dilayani melalui transit di Makassar.
AirAsia menilai Kendari memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk menuju berbagai destinasi wisata unggulan Sulawesi Tenggara, termasuk kawasan wisata kelas dunia seperti Wakatobi. Di sisi lain, Surabaya dipandang sebagai pusat ekonomi utama di Pulau Jawa, sedangkan Palu memiliki potensi wisata yang terus berkembang di kawasan Sulawesi.
Maskapai juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan yang turut mendorong terealisasinya pembukaan rute tersebut. Penjadwalan operasional juga disesuaikan dengan proyeksi peningkatan mobilitas masyarakat menjelang arus mudik Lebaran 2026.
Untuk tahap awal, harga tiket rute Kendari–Makassar ditawarkan mulai Rp600 ribu, sedangkan rute internasional Kendari–Kuala Lumpur dibanderol mulai Rp1,9 juta.
Dorong Akselerasi Pariwisata Sulawesi Tenggara
Dari sisi pemerintah daerah, Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara menilai pembukaan rute baru ini berpotensi menjadi katalis peningkatan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Sultra, Samsinar Sasa, menegaskan bahwa pembangunan sektor pariwisata tidak dapat dipisahkan dari ketersediaan akses transportasi.
“Transportasi dan pariwisata adalah dua sisi mata uang. Tanpa konektivitas yang baik, pengembangan destinasi wisata akan sulit optimal,” katanya.
Data Dinas Pariwisata menunjukkan tren peningkatan kunjungan wisatawan nusantara dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023 tercatat sekitar 11 juta kunjungan, meningkat menjadi 12,9 juta pada 2024, dan mencapai 13,2 juta kunjungan pada 2025.
Sebagian besar wisatawan domestik menjadikan Kendari dan Kolaka Utara sebagai tujuan utama perjalanan wisata.
Berdasarkan moda transportasi, wisatawan nusantara masih didominasi perjalanan darat sebesar 50,20 persen, disusul transportasi laut 24,29 persen, sementara sisanya menggunakan transportasi udara.
Dampak Strategis bagi Industri Pariwisata
Pembukaan rute baru AirAsia diproyeksikan membawa dampak signifikan terhadap ekosistem pariwisata Sulawesi Tenggara. Pertama, peningkatan akses udara akan mempercepat mobilitas wisatawan berdaya beli tinggi yang selama ini lebih mengandalkan jalur udara.
Kedua, rute internasional menuju Kuala Lumpur berpotensi membuka pasar wisata mancanegara baru, khususnya wisatawan Asia Tenggara yang memiliki kedekatan geografis dan budaya.
Ketiga, sektor turunan seperti perhotelan, UMKM, transportasi lokal, hingga ekonomi kreatif diperkirakan akan ikut terdorong seiring meningkatnya arus wisatawan.
Jika didukung promosi destinasi dan kesiapan infrastruktur wisata, rute ini berpeluang memperkuat posisi Sulawesi Tenggara sebagai salah satu simpul pariwisata utama di kawasan timur Indonesia.
Kolaborasi Lintas Sektor
Kegiatan pengumuman pembukaan rute tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dan instansi terkait, termasuk Dinas Perhubungan Sultra, otoritas Bandara Haluoleo, Badan Karantina, serta perwakilan instansi teknis lainnya.
Kolaborasi lintas sektor ini dinilai menjadi faktor penting dalam memastikan kelancaran operasional penerbangan sekaligus mendukung pengembangan sektor transportasi dan pariwisata secara berkelanjutan di Sulawesi Tenggara.
Laporan: Redaksi
- Penulis: Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar