Breaking News
light_mode
Trending Tags

Warga Sultra Protes Pemberian Penghargaan Pin Emas Kepada Kapolda Sultra

  • account_circle Kontributor LaOde Zailudin
  • calendar_month Sab, 6 Des 2025
  • comment 0 komentar

Suara Empat Pilar Com. KENDARI — Gelombang kekecewaan dan protes keras muncul dari masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra setelah pemberian Pin Emas dari Kementerian ATR/BPN kepada Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara atas klaim keberhasilan pemberantasan mafia tanah.

Bagi warga yang selama bertahun-tahun berjuang mempertahankan hak atas tanah, penghargaan itu dinilai sangat melukai perasaan rakyat, bahkan dianggap sebagai bentuk pengabaian terhadap kenyataan pahit di lapangan . Mafia tanah yang mana sudah diberantas ? tanyaan warga

Ratusan warga pemilik lahan, aktivis agraria, serta tokoh masyarakat mempertanyakan dasar penghargaan tersebut. Mereka menyebut klaim pemberantasan mafia tanah sebagai narasi kosong yang tidak mencerminkan kondisi nyata masyarakat.
Seorang tokoh masyarakat menegaskan

Mafia tanah yang mana diberantas Polda Sultra? Sejak kapan Polda bergerak memberantas mafia tanah? Kapan, di mana, dan siapa saja oknum yang sudah ditangkap? Kami tidak melihat itu terjadi.

Warga menilai justru kebalikannya yang terjadi: kasus-kasus sengketa tanah semakin marak, laporan masyarakat tidak mendapat tindak lanjut jelas, dan sebagian oknum aparat malah terkesan berada di pihak para mafia tanah.

Kami belum merdeka dalam urusan agraria.
Warga menilai pemberian Pin Emas adalah tindakan yang kontras, berlebihan, dan sekadar formalitas.

Mereka menganggap pemerintah pusat, khususnya Kementerian ATR/BPN, tidak memahami betapa kompleks dan sakitnya persoalan agraria di Sultra.

Banyak masyarakat menyatakan mereka “belum merdeka” dalam urusan tanah, karena: proses hukum yang tumpul ke atas dan tajam ke bawah, laporan warga digantung tanpa kepastian, sertifikat tumpang tindih terus bermunculan, dan konflik masyarakat dengan perusahaan dibiarkan berlarut-larut.

Ismunahadi: “Lebih berharga besi berkarat daripada penghargaan ini”
Pengamat dan analis administrasi pertanahan, Ismunahadi, memberikan komentar tajam terkait pemberian penghargaan tersebut.

Menurutnya: “Penghargaan itu tidak ada nilainya. Lebih berharga besi berkarat daripada Pin Emas yang hanya menertawakan penderitaan rakyat.”

Ismunahadi menilai penghargaan ini justru menunjukkan minimnya pemahaman kementerian terhadap realitas konflik agraria di Sultra.
Ia menegaskan bahwa kementerian tampak terburu-buru, tidak melakukan pendalaman, dan tidak mendengar jeritan rakyat sebelum mengambil keputusan.

Kekecewaan kepada Menteri ATR/BPN
Warga menilai Menteri ATR/BPN seolah buta terhadap fakta lapangan, sebab banyak kasus tanah hingga kini justru mandek di bawah kewenangan BPN.

Mereka melihat tindakan pemberian penghargaan ini sebagai keputusan yang tidak mempertimbangkan: keadaan nyata konflik agraria di Sultra, ratusan korban sertifikat ganda dan tumpang tindih, proses hukum yang berjalan lambat, serta dugaan keterlibatan oknum-oknum yang tidak ditindak tegas.
Seruan kepada Pemerintah Pusat

Lihatlah penderitaan kami sebelum memberi penghargaan. Warga Sultra meminta Presiden dan Menteri ATR/BPN untuk turun melihat langsung situasi lapangan, bukan sekadar menerima laporan internal yang terkesan bersih dan steril.

Masyarakat mendesak agar
dilakukan audit nasional atas penanganan kasus mafia tanah di Sultra,
dipublikasikan daftar oknum mafia tanah yang benar-benar telah ditindak, apabila memang ada.

Pemerintah menghentikan penghargaan formalitas sebelum rakyat merasakan keadilan yang nyata
Seluruh konflik agraria diselesaikan secara transparan dan tidak kosmetik.
Pemberian Pin Emas yang semestinya menjadi simbol prestasi justru berubah menjadi simbol ketidakadilan, kehilangan kepercayaan, dan kemarahan rakyat Sultra.

Warga berharap pemerintah tidak menutup mata dan segera melakukan langkah nyata—bukan sekadar seremoni penghargaan yang dianggap tidak pantas dan menyakitkan.

(Laporan tim)

Warga Sultra Protes Pemberian Penghargaan Pin Emas Kepada Kapolda Sultra
  • Penulis: Kontributor LaOde Zailudin
  • Editor: Olank Zakaria

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kecelakaan Maut di Jalan Bypass Kolaka–Pomala, Petani Tewas di Tempat photo_camera 1

    Kecelakaan Maut di Jalan Bypass Kolaka–Pomala, Petani Tewas di Tempat

    • calendar_month Sen, 16 Mar 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 175
    • 0Komentar

    KOLAKA | SUARAEMPATPILAR.com – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di Jalan Poros Bypass Kolaka–Pomala, tepatnya di Desa Totobo, Kecamatan Pomala, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Minggu (15/3/2026). Insiden tragis tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP), sementara dua korban lainnya mengalami luka-luka. Korban meninggal diketahui berinisial H (60), […]

  • Demo Ricuh PT KIC Konawe Selatan, PHK Sepihak Sekuriti Picu Dugaan Pelanggaran photo_camera 1

    Demo Ricuh PT KIC Konawe Selatan, PHK Sepihak Sekuriti Picu Dugaan Pelanggaran

    • calendar_month Rab, 29 Apr 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 86
    • 0Komentar

    KONAWE SELATAN | SUARAEMPATPILAR.com – Aksi unjuk rasa yang menyasar PT Kilau Indah Cemerlang (KIC) di Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/4/2026), memantik sorotan tajam terhadap praktik ketenagakerjaan di sektor perkebunan. Perusahaan yang disebut sebagai bagian dari jaringan bisnis Salim Group itu didatangi puluhan massa dari Barisan Aktivis Muda Indonesia Sulawesi Tenggara […]

  • Kendari Diguncang 5 Gempa Dangkal, BMKG Sebut Dipicu Sesar Kendari North photo_camera 1

    Kendari Diguncang 5 Gempa Dangkal, BMKG Sebut Dipicu Sesar Kendari North

    • calendar_month Sab, 18 Apr 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 128
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, diguncang serangkaian gempa bumi tektonik sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari, 18 April 2026. Berdasarkan data resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, sedikitnya lima gempa bermagnitudo kecil terjadi dalam rentang beberapa jam di sekitar wilayah tersebut. Gempa pertama tercatat berkekuatan magnitudo 2,1 pada pukul 18.15 […]

  • Tarian Lulo Konawe Libatkan 26 Ribu Peserta, Raih Rekor MURI photo_camera 1

    Tarian Lulo Konawe Libatkan 26 Ribu Peserta, Raih Rekor MURI

    • calendar_month Ming, 12 Apr 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 178
    • 0Komentar

    KONAWE | SUARAEMPATPILAR.com – Perhelatan akbar Tarian Lulo yang melibatkan sekitar 26 ribu peserta di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, pada 11 April 2026, resmi mencatatkan rekor di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pencapaian prestasi, tetapi juga menegaskan kuatnya nilai sosial dan budaya masyarakat setempat. Tarian Lulo yang merupakan tradisi […]

  • Gubernur Sultra Lepas 37 Petugas Haji 2026, Siap Layani 2.078 Jemaah ke Tanah Suci photo_camera 1

    Gubernur Sultra Lepas 37 Petugas Haji 2026, Siap Layani 2.078 Jemaah ke Tanah Suci

    • calendar_month Jum, 1 Mei 2026
    • account_circle Suara Empat Pilar
    • visibility 96
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, secara resmi melepas 37 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Para petugas ini akan mendampingi 2.078 jemaah haji asal Sultra sejak keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air. Prosesi pelepasan berlangsung di Ruang Pola Kantor Gubernur Sultra, Kamis (30/4/2026), sebagai bagian […]

  • Pekerja Tewas di PT IPIP Pomalaa, LIRA Sultra Mengamuk: “Kelalaian K3 Mematikan, Pemerintah Jangan Jadi Penonton!” photo_camera 1

    Pekerja Tewas di PT IPIP Pomalaa, LIRA Sultra Mengamuk: “Kelalaian K3 Mematikan, Pemerintah Jangan Jadi Penonton!”

    • calendar_month Rab, 25 Feb 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 426
    • 0Komentar

    KOLAKA | SUARAEMPATPILAR.com — Tragedi maut di kawasan kerja PT IPIP Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, memantik gelombang kemarahan publik. Seorang karyawan dilaporkan tewas di lokasi kerja, diduga kuat akibat kelalaian penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Peristiwa ini langsung disorot keras oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LSM LIRA Sultra Kelaster 45 yang menilai […]

expand_less