Breaking News
light_mode
Trending Tags

Selat Hormuz Panas: Iran Sita Kapal Kontainer AS-Israel, Perang Dagang Global Terancam

  • account_circle Olank Zakaria
  • calendar_month Kam, 23 Apr 2026
  • visibility 21
  • comment 0 komentar

TAHERAN | SUARAEMPATPILAR.com – Ketegangan di Teluk kembali memuncak ke level yang belum pernah terjadi sejak perang berkobar awal tahun ini. Iran tidak lagi sekadar “menembak peringatan”. Dalam sebuah langkah berani yang disebut sebagai “garis merah” baru, Teheran secara resmi menyita dua kapal kontainer asing yang mencoba kabur dari Teluk, di tengah kebuntuhan total pembicaraan damai dengan Amerika Serikat dan Israel.

Pemerintah Iran, Rabu (22/4/2026), mengonfirmasi aksi dramatis di perairan Selat Hormuz. Tembakan membahana, granat berpeluncur roket menghantam anjungan kapal, lalu pasukan komando dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) naik ke dek. Targetnya: MSC Francesca berbendera Panama dan Epaminondas berbendera Liberia. Sebuah kapal ketiga, Euphoria, berhasil melarikan diri meski sempat diburu tembakan.

“Ini bukan sekadar insiden laut biasa. Ini adalah eskalasi kualitatif,” ujar Peter Sand, kepala analis Xeneta, platform intelijen logistik global. “Pesan Iran jelas: bahkan Selat Hormuz yang ‘dibuka’ pun tidak pernah aman.”

Dunia Menahan Napas

Selat Hormuz bukan sembarang selat. Setiap hari, dalam kondisi normal, 130 kapal mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia melewati tenggorokan sempit ini. Namun kini, jalur itu nyaris sunyi. Hanya segelintir kapal berani melintas. Para pelaut menggambarkan suasana seperti berlayar di atas gunung berapi yang siap meletus.

Menteri Maritim Montenegro, Filip Radulovic, mengonfirmasi bahwa empat warganya menjadi awak MSC Francesca. “Mereka aman untuk saat ini, negosiasi sedang berlangsung,” ujarnya. Namun di balik pernyataan tenang itu, kekhawatiran global merebak. Apakah ini awal dari blokade total Iran?

Detik-detik Serangan: Tanpa Peringatan, Langsung Hajar

Kisah mencekam datang dari Epaminondas, kapal milik perusahaan Yunani Technomar Shipping. Sekitar 20 mil laut barat laut Oman, kapal cepat IRGC berawak tiga orang tiba-tiba mendekat. Tanpa komunikasi radio meski kapal sudah mengantongi izin melintas mereka melepaskan tembakan dan granat roket.

“Hantaman menghancurkan anjungan kapal,” lapor Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris. Untungnya, 21 awak kapal yang terdiri dari warga Ukraina dan Filipina selamat. Mereka kini diduga digiring menuju Bandar Abbas, markas angkatan laut IRGC.

IRGC menuduh kedua kapal yang disita beroperasi tanpa izin dan memanipulasi sistem navigasi. “Setiap gangguan terhadap ketertiban dan keamanan di selat ini adalah garis merah,” tegas pernyataan resmi IRGC.

Ironi di Tengah Perang

Tindakan ini menjadi yang pertama sejak 2024, saat Iran menangkap MSC Aries. Kini, dengan AS yang telah memberlakukan blokade balasan terhadap kapal-kapal Iran, dan perang yang belum menunjukkan ujung, masa depan pelayaran internasional di kawasan Teluk benar-benar berada di atas pisau cukur.

Laporan: Redaksi

Selat Hormuz Panas: Iran Sita Kapal Kontainer AS-Israel, Perang Dagang Global Terancam
  • Penulis: Olank Zakaria

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less