Gubernur Paparkan Potensi Maritim Sultra dalam Audiensi dengan KKP
- account_circle Kontributor Olank Zakaria
- calendar_month Kam, 8 Jan 2026
- comment 0 komentar
JAKARTA | SUARAEMPATPILAR.COM – Upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pembangunan sektor kemaritiman kembali ditegaskan melalui audiensi Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, Rabu sore (7/12/2025), di Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Andi Sumangerukka diterima langsung oleh Wakil Menteri KKP, Laksamana Madya TNI (Purn) Dr. Didit Herdiawan, M.P.A., M.B.A. Audiensi ini membahas agenda strategis, khususnya koordinasi persiapan peresmian Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Sorue Jaya, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, sekaligus permohonan dukungan KKP dalam pengembangan potensi maritim Sultra.
Gubernur menjelaskan bahwa KNMP Desa Sorue Jaya merupakan salah satu program strategis KKP di daerah yang dirancang sebagai kawasan terpadu. Kawasan tersebut memiliki shelter pendaratan ikan seluas dua hektare, yang dikembangkan sebagai destinasi wisata bahari terintegrasi dengan konektivitas langsung menuju Pulau Bokori dan Pantai Toronipa.
Selain itu, kawasan KNMP juga dilengkapi bengkel nelayan untuk mendukung perawatan dan perbaikan sarana tangkap, serta sentra wisata kuliner berbasis hasil laut yang diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat pesisir.
“Artinya, kawasan ini memiliki banyak aspek potensial yang saling terintegrasi, baik dari sisi ekonomi, pariwisata, maupun pemberdayaan masyarakat,” ujar Gubernur Andi Sumangerukka.
Secara geografis, lokasi KNMP Desa Sorue Jaya dinilai sangat strategis karena hanya berjarak sekitar 38 kilometer atau satu jam perjalanan dari bandara, dengan kondisi akses jalan yang memadai. Pemerintah Provinsi Sultra juga merencanakan pembangunan 1.000 unit rumah nelayan melalui APBD, di mana sekitar 100 unit rumah akan dibangun di kawasan KNMP tersebut.
Dalam audiensi itu, Gubernur turut memaparkan potensi besar sektor kelautan dan perikanan Sultra, di antaranya industri perikanan di Kabupaten Wakatobi yang mampu menghasilkan 1.177.857 ton ikan tuna, cakalang, dan tongkol per tahun, serta industri garam di Desa Wumbulasa, Kabupaten Bombana, yang dinilai memiliki prospek pengembangan yang menjanjikan.
Gubernur berharap dukungan KKP dapat diperluas agar seluruh potensi kemaritiman Sultra mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri KKP menyampaikan bahwa pemerintah pusat memiliki sejumlah program prioritas yang sejalan dengan pengembangan kawasan pesisir Sultra. Program tersebut meliputi penguatan Kampung Nelayan Merah Putih, Koperasi Desa Merah Putih, serta pembangunan tambak garam dan perikanan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis maritim.
Laporan: Redaksi
- Penulis: Kontributor Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar