Kominfo Sultra Tegaskan: Isu ‘Gubernur Bayangan’ Hoax, Mister “P” adalah Tim Ahli
- account_circle Kontributor La Ode Zailudin
- calendar_month Sen, 29 Des 2025
- visibility 483
- comment 0 komentar

Kadis Kominfo Sultra Ridwan Badallah. Foto Dokumen Istimewa
KENDARI | SUARAEMPATPILAR.COM – Isu viral mengenai dugaan adanya “gubernur bayangan” yang diklaim mengendalikan pemerintahan di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mendapatkan penolakan keras dari jajaran resmi pemerintah daerah.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sultra, Ridwan Badalah, secara tegas membantah narasi tersebut, menyatakannya sebagai berita hoax yang sarat kepentingan dan isu politik serta tidak bisa dipertanggungjawabkan.
“Isu itu sama sekali tidak berdasar. Apa yang disampaikan oleh yang bersangkutan terkait adanya gubernur bayangan adalah hoaks dan fitnah,” tegas Ridwan dalam keterangannya, Jumat (14/3/2025).
Ia menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak didukung oleh fakta atau data valid sama sekali. Menurutnya, narasi yang beredar termasuk informasi menyesatkan yang berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Terkait beredarnya video dan informasi yang menyebut seorang sosok bernama Mister P pernah memimpin rapat pemerintahan, Ridwan memberikan klarifikasi. Dia tidak menampik kehadiran Mister P dalam forum rapat, namun menegaskan konteksnya sah secara aturan.
“Dia adalah Ketua Tim Ahli” jelas Ridwan.
Lebih lanjut dijelaskan, keikutsertaan dan peran Mister P dalam memimpin jalannya rapat tertentu dilakukan atas perintah langsung Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka. Ridwan menekankan bahwa peran tersebut bersifat administratif dan teknis, bukan dalam kapasitas pengambilan keputusan strategis atau politik.
“Itu bisa saja beliau ikut mewakili, tentu atas perintah gubernur dan itu sah secara hukum. Yang pasti, sepanjang rapat tersebut beliau hanya memimpin secara administratif, bukan mengambil keputusan kebijakan,” tandas Ridwan.
Ridwan pun mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dan kritis dalam menyikapi informasi yang beredar. Ia meminta agar publik tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu liar yang tidak jelas sumber dan kebenarannya.
“Mari kita bersama-sama mengedepankan informasi yang berbasis fakta dan bersumber dari kanal resmi pemerintah. Hindari menyebar konten yang belum jelas kebenarannya,” pesannya.
Isu mengenai “gubernur bayangan” ini sebelumnya ramai diperbincangkan di sejumlah platform media sosial. Salah satu konten yang memicu polemik adalah video yang diunggah oleh Ruslan Buton, yang kemudian menarik perhatian dan spekulasi publik.
Dengan penjelasan resmi ini, Pemerintah Provinsi Sultra berharap dapat menghentikan kesimpangsiuran informasi dan mengembalikan fokus pada pembangunan daerah.
(Tim Redaksi)
- Penulis: Kontributor La Ode Zailudin

Saat ini belum ada komentar