CEMBURU MAUT DI KONAWE UTARA
- account_circle Olank Zakaria
- calendar_month Rab, 28 Jan 2026
- comment 0 komentar
Sempat Dicegah Istri, Pemuda 25 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Tangis Pecah, Desa Pariama Berduka
KONUT | SUARAEMPATPILAR.COM – Suasana pilu menyelimuti Desa Pariama, Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara, Selasa sore (27/01/2026). Seorang pemuda berinisial MF (25) ditemukan meninggal dunia di kediamannya, dalam peristiwa tragis yang diduga kuat dipicu gejolak emosi dan konflik rumah tangga.
Peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 15.15 WITA. Kesunyian sore di desa tersebut mendadak berubah mencekam setelah teriakan histeris terdengar dari dalam rumah korban. Warga berhamburan mendatangi lokasi, menyaksikan duka yang begitu mendalam.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebelum kejadian, korban dilanda rasa sakit hati dan cemburu setelah melihat istrinya berada di dapur bersama seorang kerabat. Situasi itu memicu ketegangan emosional yang berdampak serius pada kondisi psikologis korban.
Sekitar pukul 15.10 WITA, korban sempat menunjukkan tanda-tanda keputusasaan, namun berhasil dicegah oleh sang istri, FY, yang kemudian berupaya menenangkan situasi. Korban lalu berpamitan masuk ke kamar dengan alasan ingin menenangkan diri.
Namun, sekitar 15 menit kemudian, saat sang istri kembali ke kamar untuk mengambil barang, ia justru menemukan suaminya dalam kondisi tidak bernyawa. Tangisan pecah, suasana duka tak terbendung.
Teriakan sang istri mengundang kedatangan warga sekitar, termasuk saksi berinisial H, seorang anggota komcad sekaligus Sekretaris Desa Pariama. Pihak keluarga bersama warga segera melakukan upaya evakuasi dan membawa korban ke Puskesmas Langgikima untuk mendapatkan pertolongan medis.
Sayangnya, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Petugas medis menyatakan korban telah meninggal dunia setibanya di fasilitas kesehatan tersebut.
Mendapatkan laporan dari masyarakat, Polres Konawe Utara melalui Polsek Wiwirano, dipimpin Kapolsub Sektor Ipda Rusli Jaya, langsung turun ke lokasi. Aparat kepolisian melakukan tindakan awal di tempat kejadian perkara (TKP), mengawal proses evakuasi, serta mencatat dan meminta keterangan sejumlah saksi guna memastikan kronologi peristiwa.
Setelah proses pemeriksaan awal, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi, tetap menjaga ketenangan, serta memberikan ruang dan privasi kepada keluarga korban yang tengah berduka.
Catatan Kemanusiaan
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kesehatan mental dan komunikasi dalam keluarga adalah hal yang sangat penting. Jika Anda atau orang di sekitar mengalami tekanan emosional berat, jangan memendamnya sendiri mencari bantuan adalah langkah berani.
Laporan: Redaksi
- Penulis: Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar