Breaking News
light_mode
Trending Tags

Kritik Viral Kadis Pariwisata Sultra Dinilai Salah Sasaran, GPMI Soroti Minimnya Literasi Kewenangan Pemerintahan

  • account_circle Olank Zakaria
  • calendar_month Jum, 6 Feb 2026
  • comment 0 komentar

KENDARI | SUARAEMPATPILAR.COM — Video kritik terhadap Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara yang beredar luas di media sosial memunculkan diskursus publik tentang batas antara kebebasan berpendapat dan akurasi substansi. Kritik publik merupakan elemen penting dalam demokrasi, namun efektivitasnya sangat ditentukan oleh ketepatan data, konteks kewenangan, serta pemahaman terhadap struktur tata kelola pemerintahan.

Ketua Gerakan Persatuan Mahasiswa Indonesia (GPMI), Andrianto, menilai kritik yang diarahkan kepada Dinas Pariwisata Provinsi terkait pengelolaan Pulau Senja dan Pantai Kartika berangkat dari asumsi yang tidak sepenuhnya selaras dengan peta kewenangan pemerintahan daerah.

Menurutnya, dua kawasan tersebut bukan merupakan aset Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, melainkan berada dalam ruang pengelolaan masyarakat dan pihak privat serta telah masuk dalam rencana tata ruang pariwisata Kabupaten Konawe Selatan. Dalam konstruksi desentralisasi pemerintahan, kewenangan perencanaan dan pengelolaan teknis kawasan wisata pada level tersebut secara prinsip berada pada pemerintah kabupaten.

Ia menilai penyederhanaan persoalan menjadi tudingan kinerja terhadap pejabat provinsi berisiko mengaburkan persoalan struktural yang lebih mendasar, yakni pemahaman publik terhadap pembagian fungsi pemerintahan.

“Ruang demokrasi terbuka bagi kritik, tetapi kualitas kritik sangat ditentukan oleh ketepatan sasaran. Kritik yang tidak berbasis peta kewenangan hanya akan memperlebar jarak antara opini publik dan realitas administratif,” ujarnya.

Isu lain yang turut mengemuka adalah narasi dugaan tumpang tindih kawasan wisata dengan aktivitas pertambangan galian C. Dalam konteks birokrasi sektoral, Andrianto menyebut bahwa Dinas Pariwisata Provinsi telah menjalankan fungsi prosedural dengan menyerahkan telaah akademis kepada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral sebagai instansi yang memiliki kewenangan langsung dalam sektor pertambangan.

Pendekatan tersebut, menurutnya, justru mencerminkan praktik tata kelola pemerintahan modern yang menempatkan setiap organisasi perangkat daerah bekerja dalam koridor kewenangannya masing-masing, sekaligus menjaga mekanisme pengawasan silang antar sektor.

Di sisi lain, ia menegaskan bahwa apabila suatu persoalan secara administratif masuk dalam ranah kewenangan Dinas Pariwisata, maka tindakan tetap akan diambil sesuai mekanisme hukum dan prosedur yang berlaku. Ia juga mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan di sejumlah kawasan disebut telah terjadi jauh sebelum pejabat yang saat ini menjabat menduduki posisi tersebut.

RB sendiri diketahui baru menjabat dalam hitungan minggu. Dalam praktik birokrasi, periode awal jabatan lazim digunakan untuk konsolidasi data, pemetaan kebijakan, serta kajian administratif dan teknis sebelum mengambil keputusan strategis, terutama yang berkaitan dengan aset dan kewenangan pemerintah provinsi.

Andrianto menilai percepatan kesimpulan publik tanpa mempertimbangkan dimensi waktu dan proses administratif berpotensi melahirkan penilaian yang tidak proporsional terhadap kinerja institusi.

Fenomena ini, menurutnya, juga tidak dapat dilepaskan dari dinamika ruang digital yang mendorong kecepatan opini sering kali melampaui verifikasi data. Ketersediaan dokumen regulasi, rencana tata ruang, hingga rilis resmi pemerintah sebenarnya semakin terbuka, namun belum sepenuhnya diikuti budaya literasi kebijakan di ruang publik.

Ia menekankan bahwa pemerintah daerah tidak membutuhkan legitimasi tanpa kritik, tetapi demokrasi juga tidak akan sehat jika ruang publik dipenuhi narasi yang tidak ditopang pemahaman regulasi dan data administratif.

“Kritik yang kuat adalah kritik yang berbasis fakta, regulasi, dan konteks kewenangan. Di luar itu, kritik berisiko berubah menjadi opini yang hanya keras di permukaan, tetapi lemah secara substansi,” katanya.

Polemik ini, pada akhirnya, memperlihatkan bahwa demokrasi digital tidak hanya membutuhkan kebebasan bersuara, tetapi juga kedewasaan dalam memahami bagaimana sistem pemerintahan bekerja. Tanpa itu, kritik mudah bergeser dari kontrol sosial menjadi sekadar reproduksi persepsi.

Laporan: Redaksi

Kritik Viral Kadis Pariwisata Sultra Dinilai Salah Sasaran, GPMI Soroti Minimnya Literasi Kewenangan Pemerintahan
  • Penulis: Olank Zakaria

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi IPDA S Diduga Tipu Warga, Laporan Tersangkut di Polda Sultra! photo_camera 1

    Polisi IPDA S Diduga Tipu Warga, Laporan Tersangkut di Polda Sultra!

    • calendar_month Sen, 12 Jan 2026
    • account_circle Editor Olank Zakaria
    • visibility 457
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.COM – Laporan dugaan penipuan dan penggelapan yang melibatkan anggota Polri berinisial Ipda S, yang dilaporkan sejak 2016, hingga kini belum menunjukkan titik terang. Kasus yang dilaporkan oleh warga Kendari, LON (inisial), ini seakan mandek di tangan penyidik Polda Sulawesi Tenggara (Sultra). Korban dengan lantang menyuarakan dugaan adanya persekongkolan antara terlapor dan aparat […]

  • Flying Board Gubernur Andi Sumangerukka Jadi Sorotan di HUT Sultra ke-62 Bokori photo_camera 1

    Flying Board Gubernur Andi Sumangerukka Jadi Sorotan di HUT Sultra ke-62 Bokori

    • calendar_month Ming, 26 Apr 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 205
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Aksi spektakuler ditunjukkan Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, saat melakukan atraksi flying board di perairan Pulau Bokori dalam rangka HUT ke-62 Sultra, Sabtu (25/4/2026). Di hadapan ratusan pengunjung, Gubernur melayang di atas permukaan laut menggunakan papan bertekanan air, menciptakan tontonan yang tidak hanya memacu adrenalin, tetapi juga menjadi simbol kuat promosi […]

  • 760 Meter yang Menentukan: Tiga Bocah Oneeha Selamat Usai Terombang-ambing di Laut Kolaka photo_camera 1

    760 Meter yang Menentukan: Tiga Bocah Oneeha Selamat Usai Terombang-ambing di Laut Kolaka

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 409
    • 0Komentar

    KOLAKA | SUARAEMPATPILAR.COM — Malam itu, doa-doa tak henti dipanjatkan dari bibir orang tua dan warga Desa Oneeha. Harapan sempat menipis ketika gelap menutup laut. Namun, sekitar pukul 22.50 Wita, kabar yang ditunggu akhirnya datang: tiga bocah yang hanyut saat memancing ditemukan dalam kondisi selamat. Ketiganya Sofyan (12), Damar (12) dan Salwa (11) ditemukan tim […]

  • Polri Salurkan Air Bersih dan Bagikan Masker Untuk Warga Terdampak Banjir di Nagan Raya photo_camera 1

    Polri Salurkan Air Bersih dan Bagikan Masker Untuk Warga Terdampak Banjir di Nagan Raya

    • calendar_month Sen, 8 Des 2025
    • account_circle Kontributor LaOde Zailudin
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Suara Empat Pilar com. Nagan Raya, Aceh — Personel Kompi Batalyon C Pelopor, Polda Aceh, menyalurkan air bersih dan membagikan masker kepada masyarakat terdampak banjir di Kecamatan Tripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Sabtu (6/12/2025) pukul 16.00 WIB. Kegiatan kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Wadanki 3 Batalyon C Pelopor, Ipda Ulil Azmi Azwni, S.E. Penyaluran air […]

  • Retret Eselon II Jadi Momentum Penguatan Kolaborasi Pemerintahan Sultra photo_camera 1

    Retret Eselon II Jadi Momentum Penguatan Kolaborasi Pemerintahan Sultra

    • calendar_month Rab, 10 Des 2025
    • account_circle Kontributor LaOde Zailudin
    • visibility 399
    • 0Komentar

    SuaraEmpatPilar.Com Kendari – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, M.Ling., menjadi narasumber pada kegiatan Retret Pejabat Eselon II yang digelar di Aula Asrama C BPSDM Provinsi Sulawesi Tenggara, Selasa (9/12/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 70 orang pejabat Eselon II, terdiri atas staf ahli, para asisten, dan kepala OPD lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, serta para […]

  • Polda Sultra Gagalkan Penyelundupan 235 Tabung LPG Subsidi di Konawe Selatan photo_camera 1

    Polda Sultra Gagalkan Penyelundupan 235 Tabung LPG Subsidi di Konawe Selatan

    • calendar_month Sen, 4 Mei 2026
    • account_circle Kontributor La Ode Zailudin
    • visibility 120
    • 0Komentar

    KONSEL | SUARAEMPATPILAR.com – Aparat Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Tenggara kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas penyalahgunaan distribusi energi bersubsidi. Sebanyak 235 tabung gas elpiji 3 kilogram berhasil diamankan dalam operasi penindakan di Dermaga Lainea, Desa Matabubu Jaya, Kecamatan Lainea, Kabupaten Konawe Selatan, Sabtu (2/5/2026). Direktur Polairud Polda Sultra, Kombes Pol. Saminata, […]

expand_less