Kolaka–Koltim Diguncang Gempa Tengah Malam, Aktivitas Sesar Aktif Jadi Pemicu
- account_circle Olank Zakaria
- calendar_month Sen, 12 Jan 2026
- visibility 275
- comment 0 komentar

KOLAKA | SUARAEMPATPILAR.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Kolaka dan Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), dipicu oleh aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut.
Gempa bumi tektonik itu terjadi pada Senin dini hari, pukul 01.44 WITA, dan dirasakan cukup kuat oleh masyarakat di sejumlah wilayah Kolaka dan Koltim.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BMKG Wilayah IV, Nasrol Adil, menjelaskan bahwa hasil analisis BMKG menunjukkan gempa memiliki magnitudo 3,6 dengan kedalaman 5 kilometer, tergolong gempa dangkal sehingga getarannya terasa nyata di permukaan.
“Episenter gempa terletak pada koordinat 4,06 Lintang Selatan dan 121,76 Bujur Timur, atau sekitar 18 kilometer di timur Kabupaten Kolaka, tepatnya di darat,” ujar Nasrol.
Getaran Terasa Nyata di Dalam Rumah
Berdasarkan peta estimasi guncangan (ShakeMap) BMKG dan laporan masyarakat, gempa dirasakan di wilayah Kolaka dan Kolaka Timur dengan intensitas III–IV MMI.
Pada skala ini, getaran dirasakan jelas di dalam rumah. Beberapa warga melaporkan sensasi guncangan seperti ada truk besar yang melintas, disertai bunyi berderit pada pintu dan jendela, serta dinding yang terdengar bergetar. Dalam kondisi tertentu, benda ringan seperti gerabah berpotensi pecah.
Tidak Ada Laporan Kerusakan dan Gempa Susulan
Hingga pukul 05.00 WITA, BMKG belum menerima laporan adanya kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. Selain itu, hasil pemantauan BMKG juga belum menunjukkan adanya gempa susulan yang signifikan.
“Gempa ini tidak berpotensi tsunami. Namun masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada,” tegas Nasrol.
Wilayah Rawan Aktivitas Seismik
BMKG mencatat wilayah Kolaka dan Kolaka Timur merupakan bagian dari zona seismik aktif di Sulawesi Tenggara. Aktivitas gempa bumi skala kecil hingga menengah relatif sering terjadi akibat pergerakan sesar aktif yang berada di bawah permukaan wilayah ini.
BMKG mengimbau masyarakat untuk:
- Tidak terpancing isu atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan
- Selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG dan instansi berwenang
- Tetap waspada terhadap potensi gempa susulan kecil yang lazim terjadi pascagempa tektonik
Laporan: Redaksi
- Penulis: Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar