Breaking News
light_mode
Trending Tags

Kasus Penadahan Motor Curian di Kendari Melebar, Oknum TNI Diduga Terlibat

  • account_circle Olank Zakaria
  • calendar_month Rab, 22 Apr 2026
  • comment 0 komentar

KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Penanganan kasus penadahan kendaraan bermotor hasil pencurian di Kota Kendari terus berkembang dan kini memasuki fase penyidikan yang lebih kompleks. Dugaan keterlibatan sejumlah oknum TNI mulai mencuat ke publik dan tengah didalami secara intensif oleh aparat penegak hukum melalui koordinasi lintas institusi.

Informasi awal mengenai dugaan tersebut muncul dari laporan seorang netizen berinisial NB Senin (20/4/2026). Dalam laporannya, NB mengungkap adanya indikasi keterlibatan anggota TNI dalam praktik pembelian sepeda motor hasil curanmor di wilayah Kendari.

Menindaklanjuti informasi itu, aparat kepolisian bergerak cepat melakukan penelusuran. Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau, membenarkan bahwa pihaknya telah menjalin koordinasi dengan Polisi Militer sejak Selasa (21/4/2026) untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.

“Koordinasi dilakukan lintas matra, melibatkan Denpom AU dan POM AD, guna mendalami apakah terdapat anggota aktif yang terlibat dalam perkara ini,” ungkapnya.

Langkah tersebut diambil guna menjaga objektivitas penanganan kasus sekaligus memastikan batas kewenangan antar lembaga tetap berjalan sesuai aturan. Kepolisian fokus menangani pelaku sipil, sementara dugaan keterlibatan anggota aktif TNI berada di bawah kewenangan Polisi Militer.

Kapolresta Kendari, Kombes Pol Edwin L. Sengka, mengungkapkan bahwa hingga Rabu (22/4/2026), dua oknum TNI AD berinisial KA dan AN telah dimintai keterangan sebagai saksi. Pemeriksaan dilakukan terkait dugaan pembelian kendaraan hasil pencurian dari tersangka yang saat ini tengah diproses hukum.

Sebelumnya, pada Selasa (21/4/2026), penyidik juga telah memeriksa seorang anggota TNI AU berinisial Prada TH di Lanud Haluoleo Kendari. Pemeriksaan berlangsung dengan pendampingan Provost serta anggota Polisi Militer Angkatan Udara (POM AU), sesuai prosedur internal militer.

Dalam proses pemeriksaan, penyidik mendalami transaksi satu unit sepeda motor jenis Honda CRF berwarna merah yang diduga merupakan hasil tindak pidana pencurian. Prada TH mengaku hanya satu kali melakukan transaksi dengan tersangka dan tidak memiliki hubungan lebih jauh.

Namun, keterangan tersebut berbanding terbalik dengan pengakuan tersangka, yang menyebut telah beberapa kali melakukan transaksi penjualan motor curian kepada saksi yang sama, bahkan disebut mencapai tujuh kali transaksi.

Perbedaan keterangan ini menjadi fokus utama dalam pengembangan penyidikan guna menguji konsistensi serta mengungkap fakta yang sebenarnya di lapangan.

Hingga Rabu malam (22/4/2026), upaya konfirmasi kepada Denpom XIV/3 Kendari maupun pihak terkait di lingkup Polisi Militer masih belum mendapatkan tanggapan resmi. Meski demikian, Polresta Kendari memastikan proses penyidikan terus berjalan dengan koordinasi intensif bersama aparat militer.

Penyidik juga tengah menelusuri kemungkinan adanya jaringan penadah yang lebih luas dalam kasus ini, termasuk mengurai alur distribusi kendaraan hasil curian serta mengidentifikasi pihak-pihak lain yang diduga terlibat.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena tidak hanya menyangkut tindak pidana pencurian kendaraan, tetapi juga membuka potensi keterlibatan lintas institusi yang membutuhkan penanganan transparan dan akuntabel.

Laporan: Redaksi

Kasus Penadahan Motor Curian di Kendari Melebar, Oknum TNI Diduga Terlibat
  • Penulis: Olank Zakaria

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tragis! Bocah 5 Tahun di Muna Tewas Tersengat Listrik Perangkap Biawak photo_camera 1

    Tragis! Bocah 5 Tahun di Muna Tewas Tersengat Listrik Perangkap Biawak

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 315
    • 0Komentar

    MUNA | SUARAEMPATPILAR.com – Peristiwa tragis menimpa seorang bocah berusia lima tahun berinisial FI, warga Desa Wadolao, Kecamatan Marobo, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Korban meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik yang diduga berasal dari kabel bertegangan tinggi yang dipasang sebagai perangkap biawak. Insiden nahas tersebut terjadi pada Kamis (5/3/2026) sekitar pukul 14.30 WITA saat korban […]

  • Dampak Boikot Produk Afiliasi Israel: Penutupan Perusahaan dan PHK Karyawan photo_camera 1

    Dampak Boikot Produk Afiliasi Israel: Penutupan Perusahaan dan PHK Karyawan

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 506
    • 0Komentar

    JAKARTA | SUARAEMPATPILAR.COM – Isu boikot produk yang dianggap berafiliasi dengan Israel atau “Yahudi” telah menjadi fenomena global sejak konflik yang intens antara Israel dan Palestina terkini. Aksi ini dipicu oleh solidaritas terhadap penderitaan warga Palestina, terutama di Gaza, dan menyasar perusahaan-perusahaan internasional yang dipersepsikan mendukung Israel secara politik atau ekonomi. Meski bermaksud menekan secara […]

  • Ruksamin Laporkan Dugaan Fitnah ke Polda Sultra, Terkait Tudingan Kasus Mesin Crusher photo_camera 1

    Ruksamin Laporkan Dugaan Fitnah ke Polda Sultra, Terkait Tudingan Kasus Mesin Crusher

    • calendar_month Jum, 13 Mar 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 209
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Mantan Bupati Konawe Utara dua periode, Ruksamin, melaporkan dugaan tindak pidana fitnah ke Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra). Laporan tersebut dilayangkan melalui kuasa hukumnya, Dedi Ferianto, pada Kamis (12/3/2026). Dedi Ferianto menjelaskan, laporan itu berkaitan dengan tudingan yang sebelumnya diarahkan kepada kliennya oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Konawe Utara […]

  • LSM LIRA Sultra Desak Pemkot Kendari Hentikan Hauling PT ST Nikel di Jalan Umum, Dinilai Langgar UU Jalan photo_camera 1

    LSM LIRA Sultra Desak Pemkot Kendari Hentikan Hauling PT ST Nikel di Jalan Umum, Dinilai Langgar UU Jalan

    • calendar_month Jum, 27 Mar 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 284
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Desakan keras dilayangkan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LSM LIRA Sulawesi Tenggara (Sultra) kepada Pemerintah Kota Kendari dan Pemerintah Provinsi Sultra untuk segera menghentikan penggunaan jalan umum sebagai jalur hauling (pengangkutan ore nikel) oleh badan usaha pertambangan, khususnya PT ST Nikel. Gubernur LSM LIRA Sultra, Asran, menegaskan bahwa praktik penggunaan jalan umum […]

  • Kadispar Sultra Ridwan Badallah Dukung Syuting Film Nasional di Kendari, Jadi Aktor Sekaligus Promosikan Pariwisata Sultra ke Dunia photo_camera 1

    Kadispar Sultra Ridwan Badallah Dukung Syuting Film Nasional di Kendari, Jadi Aktor Sekaligus Promosikan Pariwisata Sultra ke Dunia

    • calendar_month Rab, 18 Feb 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 311
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terus mendorong promosi pariwisata melalui sektor industri kreatif. Salah satunya ditunjukkan dengan dukungan langsung Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Sultra, Ridwan Badallah, terhadap proses syuting film produksi Rumah Semut Film di kawasan Tugu Persatuan, eks Lapangan MTQ, Kota Kendari, pada Senin (17/2/2026). Film tersebut disutradarai oleh Irham Aco […]

  • 21 Jam Negosiasi Iran-AS Gagal, Dunia Terancam Eskalasi Konflik photo_camera 1

    21 Jam Negosiasi Iran-AS Gagal, Dunia Terancam Eskalasi Konflik

    • calendar_month Ming, 12 Apr 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 142
    • 0Komentar

    ISLAMABAD | SUARAEMPATPILAR.com – Negosiasi panas antara Iran dan Amerika Serikat resmi berakhir tanpa kesepakatan setelah berlangsung selama 21 jam di Pakistan. Kegagalan ini langsung memicu kekhawatiran global akan pecahnya kembali konflik berskala besar di kawasan Timur Tengah. Wakil Presiden AS, JD Vance, menyatakan bahwa meski pembahasan berlangsung intensif, kedua pihak gagal menjembatani perbedaan mendasar. […]

expand_less