Pemprov Sultra Dorong Penguatan Literasi Ekonomi Syariah untuk Cegah Penyalahgunaan Keuangan
- account_circle Olank Zakaria
- calendar_month Ming, 15 Mar 2026
- comment 0 komentar
KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menekankan pentingnya memperkuat edukasi masyarakat terkait ekonomi syariah agar prinsip-prinsip keuangan berbasis syariah dipahami secara benar dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Penegasan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sultra, Asrun Lio, saat menghadiri kegiatan Bakul Ramadan yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra di Hotel Claro Kendari pada Jumat (13/3/2026).
Menurut Asrun Lio, peningkatan literasi ekonomi syariah menjadi kebutuhan mendesak di tengah perkembangan sektor keuangan yang semakin kompleks. Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap konsep dan praktik ekonomi syariah dinilai kerap dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk melakukan penyimpangan atau praktik keuangan yang merugikan masyarakat.
“Bagaimana kita memaksimalkan edukasi masyarakat terkait apa itu ekonomi syariah. Ini menjadi penting kita lakukan karena banyak kejadian di era sekarang yang terjadi akibat ketidaktahuan masyarakat, sehingga kegiatan yang berkaitan dengan keuangan disalahgunakan oleh oknum-oknum tertentu,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa literasi ekonomi syariah tidak boleh berhenti sebatas slogan atau kegiatan seremonial. Upaya membangun pemahaman publik harus dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, lembaga keuangan syariah, akademisi, organisasi keagamaan, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dengan kolaborasi tersebut, masyarakat diharapkan mampu membedakan produk keuangan syariah yang benar-benar menerapkan prinsip syariah dengan produk yang sekadar menggunakan label syariah tanpa memenuhi kaidah yang semestinya.
Asrun Lio juga mengingatkan bahwa minimnya pemahaman masyarakat terhadap ekonomi syariah dapat membuka peluang terjadinya praktik yang merugikan konsumen. Oleh karena itu, penguatan literasi dinilai sebagai langkah preventif paling efektif untuk melindungi masyarakat dari potensi penyalahgunaan instrumen keuangan.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, Pemprov Sultra mendorong agar program edukasi ekonomi syariah dilaksanakan secara sistematis dan menjangkau masyarakat hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Materi literasi juga diharapkan dapat diintegrasikan dalam berbagai pelatihan bagi pelaku UMKM serta disebarluaskan melalui media lokal dan platform digital.
Ia menilai momentum bulan Ramadan sangat tepat untuk memperluas sosialisasi literasi ekonomi syariah, mengingat tingginya partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial.
Kegiatan Bakul Ramadan di Hotel Claro Kendari sendiri dikenal sebagai ruang ngabuburit masyarakat dengan menghadirkan beragam kuliner, hiburan, serta aktivitas interaktif yang menarik minat publik. Situasi tersebut dinilai efektif menjadi sarana penyampaian pesan edukatif, termasuk literasi ekonomi syariah.
Lebih lanjut, Asrun Lio menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sultra akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Sultra, perbankan syariah, OJK, serta perguruan tinggi.
Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan program edukasi ekonomi syariah dapat berjalan secara berkesinambungan, sehingga mampu meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus mempercepat tumbuhnya ekosistem ekonomi halal di Sulawesi Tenggara.
Laporan: Redaksi
- Penulis: Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar