Kominfo Sultra Jajaki Kerja Sama Balai Bahasa dan UHO, Perkuat Tafsir Ilmiah Wacana Publik
- account_circle Olank Zakaria
- calendar_month Jum, 30 Jan 2026
- visibility 161
- comment 0 komentar

KENDARI | SUARAEMPATPILAR.COM — Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Syahrir, melakukan rangkaian kunjungan kerja strategis ke sejumlah institusi akademik dan kebahasaan dalam upaya memperkuat sinergi pemerintah daerah dengan dunia keilmuan.
Kunjungan tersebut meliputi Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara pada Senin, 27 Januari 2026, serta Fakultas Hukum dan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Halu Oleo (UHO) pada Selasa, 28 Januari 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar Kominfo Sultra dalam menghadirkan perspektif akademik yang objektif, jernih, dan berbasis keilmuan untuk merespons dinamika wacana publik yang berkembang pesat, baik di media massa arus utama maupun media sosial.
Balai Bahasa Sultra Sambut Positif, Siap Dukung Linguistik Forensik
Di Balai Bahasa Sultra, Plt. Kadis Kominfo disambut langsung oleh Kepala Balai Bahasa Sultra, Dewi Pridayanti, beserta jajaran. Dalam pertemuan tersebut, Balai Bahasa menyatakan dukungan penuh terhadap rencana kerja sama, khususnya di bidang kebahasaan dan linguistik forensik.
Balai Bahasa Sultra bahkan membuka ruang layanan kebahasaan bagi instansi pemerintah yang membutuhkan telaah bahasa terhadap dokumen-dokumen resmi, tanpa dipungut biaya, serta siap memfasilitasi pelatihan-pelatihan kebahasaan.
“Kami berharap kerja sama ini tidak hanya terbatas pada linguistik forensik, tetapi juga penguatan kebahasaan secara umum dalam rangka mendorong Trigatra Bangun Bahasa: Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, dan Kuasai Bahasa Asing,” ujar Dewi Pridayanti.
Fakultas Hukum dan FIB UHO Siap Berkolaborasi
Rangkaian kunjungan dilanjutkan ke Universitas Halu Oleo. Plt. Kadis Kominfo Sultra beserta rombongan diterima oleh Dekan Fakultas Hukum UHO, Dr. Guasman Tatawu, S.H., M.H., dan Dekan Fakultas Ilmu Budaya UHO, Dr. Akhmad Marhadi, S.Sos., M.Si., bersama masing-masing jajaran pimpinan fakultas.
Dekan Fakultas Hukum UHO menyatakan kesiapan pihaknya untuk terlibat aktif dalam kerja sama tersebut, mengingat dunia akademik memiliki peran strategis dalam memberikan tafsir ilmiah terhadap isu-isu kebahasaan dan persoalan hukum yang muncul di ruang publik.
“Kami siap berkolaborasi. Dunia hukum tidak selalu memiliki tafsir tunggal, sehingga diperlukan ruang dialog akademik untuk mengkaji isu secara komprehensif dan berimbang,” ungkap Dr. Guasman Tatawu.
Sementara itu, Dekan FIB UHO menilai inisiatif Kominfo Sultra sebagai langkah strategis dan relatif baru, terutama dalam menjembatani kebutuhan pemerintah daerah dengan kajian kebudayaan dan bahasa.
“Kami menyambut sangat terbuka gagasan ini. Kerja sama ini diharapkan memberi manfaat bagi pengembangan akademik sekaligus mendukung kebutuhan pemerintah daerah,” ujar Dr. Akhmad Marhadi.
Menuju Pembentukan Kelompok Kerja Kajian Wacana Publik
Plt. Kadis Kominfo Sultra Andi Syahrir menjelaskan bahwa inisiatif ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan menghadirkan pandangan akademik yang objektif dan menyejukkan di tengah maraknya wacana publik yang kerap memicu kebisingan, konflik, hingga pertentangan narasi.
Kominfo Sultra, kata dia, berencana membentuk kelompok kerja (pokja) lintas institusi yang berfungsi sebagai wadah kajian, edukasi, serta analisis ilmiah terhadap berbagai persoalan kebahasaan dan wacana publik.
“Kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi dalam membangun ekosistem komunikasi publik yang sehat, beretika, dan berbasis ilmu pengetahuan,” pungkasnya.
Laporan: Redaksi
- Penulis: Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar