Ngopi Pagi Sambil Geleng Kepala: Oknum TNI di Buton Diduga Hamili dan Paksa Aborsi, Lalu Menghilang
- account_circle Olank Zakaria
- calendar_month Rab, 14 Jan 2026
- comment 0 komentar
BAUBAU | SUARAEMPATPILAR.COM — Secangkir kopi pagi ini terasa pahit bagi HH (25). Perempuan muda asal Kota Baubau itu kini harus berhadapan dengan kisah yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya kisah yang menyeret nama oknum anggota TNI aktif.
HH mengaku menjadi korban dugaan kekerasan seksual dan pemaksaan aborsi oleh Pratu LYS (23), anggota TNI yang bertugas di Kodim 1413/Buton. Ironisnya, sejak kasus ini dilaporkan, Pratu LYS justru menghilang tanpa jejak.
Peristiwa bermula pada 24 Agustus 2025, ketika Pratu LYS mendatangi kontrakan HH. Alih-alih pertemuan biasa, HH mengaku dipaksa melakukan hubungan badan meski sudah menolak keras. Penolakan itu luluh bukan karena rela, melainkan karena rasa takut.
Menurut HH, ancaman dan cerita kelam yang disampaikan Pratu LYS membuatnya tak berdaya.
Ia mengaku dicekam ketakutan setelah LYS mengaku pernah terlibat penikaman, pembunuhan, hingga masuk penjara.
“Saya dipaksa. Saya tidak mau, tapi saya takut. Dia cerita hal-hal itu,” ungkap HH, Selasa (13/1/2026).
Sebulan berselang, kenyataan pahit kembali datang. HH dinyatakan hamil pada September 2025. Ia lalu meminta Pratu LYS bertanggung jawab. Awalnya, harapan sempat tumbuh. Pratu LYS menyatakan siap menikahi HH dan bahkan mulai mengurus administrasi pernikahan.
Namun, arah cerita berubah drastis.
Di tengah proses itu, HH justru mengaku dipaksa menggugurkan kandungan. Percobaan pertama disebut terjadi pada September 2025. HH mengaku diberikan roti yang rasanya aneh. Belakangan ia menyadari, roti tersebut diduga berisi semir sepatu.
Upaya kedua terjadi pada awal Oktober 2025. Kali ini, HH dipaksa meminum obat yang diduga sebagai penggugur kandungan. Namun, HH memilih berpura-pura menuruti, lalu membuang obat tersebut diam-diam.
“Saya tidak mau. Dua kali dipaksa. Saya buang semua,” katanya lirih.
Kasus ini akhirnya diketahui keluarga kedua belah pihak. Pembahasan pernikahan kembali mencuat sebagai bentuk tanggung jawab. Namun, harapan itu kembali pupus. Pratu LYS tiba-tiba memutus komunikasi dan menghilang.
HH mengaku sempat berkomunikasi dengan ibu dan keluarga Pratu LYS. Keluarga disebut berniat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan, tetapi situasi semakin buntu setelah Pratu LYS tak lagi memberi kabar.
“Mamanya bilang mau menikahkan. Tapi sekarang anaknya tidak ada kabar. Tidak jelas,” ujar HH.
Hingga kini, keberadaan Pratu LYS belum diketahui. Kasus ini pun menimbulkan pertanyaan serius soal tanggung jawab, penegakan hukum, dan pengawasan internal terhadap oknum aparat yang diduga melakukan pelanggaran berat.
Di tengah hiruk-pikuk pagi dan kopi yang terus mengepul, publik Baubau kini menunggu: akankah kasus ini menemukan keadilan, atau kembali menguap bersama uap kopi?
Laporan: Redaksi
- Penulis: Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar