Jalan By Pass Kolaka–Pomalaa Rp51 Miliar Tergenang Parah, Dugaan Cacat Konstruksi Menguat — Publik Desak Audit Total
- account_circle Olank Zakaria
- calendar_month Ming, 15 Feb 2026
- comment 0 komentar
KOLAKA | SUARAEMPATPILAR.com — Proyek pembangunan Jalan By Pass Kolaka–Pomalaa yang menelan anggaran lebih dari Rp51 miliar kini menuai sorotan tajam. Ruas jalan strategis tersebut dilaporkan mengalami genangan air parah di sejumlah titik, terutama dari Puuroda, Desa Towua hingga Kelurahan Dawi-Dawi. Kondisi ini memicu dugaan adanya cacat konstruksi serta ketidaksesuaian dengan standar teknis pekerjaan jalan.
Genangan yang muncul bahkan saat hujan tidak terlalu deras dinilai membahayakan pengguna jalan dan berpotensi memicu kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua.
Kondisi Lapangan: Jalan Baru Berubah Jadi “Kolam Memanjang”
Pantauan di lokasi menunjukkan air menggenang hampir menutup badan jalan di beberapa segmen. Kendaraan terpaksa melambat drastis, sementara pengendara sepeda motor terlihat berhati-hati agar tidak tergelincir.
Sejumlah warga menyebut kondisi ini ironis karena proyek relatif baru saja selesai dikerjakan dengan anggaran sangat besar.
“Kalau hujan, airnya tidak mengalir. Jalan seperti kolam panjang,” ujar salah satu pengguna jalan.
Dugaan Tidak Memenuhi Standar Teknis Jalan
Secara teknis, jalan baru seharusnya dirancang agar air hujan cepat mengalir keluar dari permukaan. Genangan panjang mengindikasikan adanya masalah pada perencanaan atau pelaksanaan.
Beberapa kemungkinan penyebab antara lain:
- Kemiringan melintang (cross fall) tidak sesuai standar
- Sistem drainase tidak berfungsi optimal
- Elevasi jalan lebih rendah dari lingkungan sekitar
- Penurunan struktur akibat pemadatan kurang
- Permukaan aspal bergelombang atau cekung
Dalam standar konstruksi jalan nasional, kondisi tersebut seharusnya tidak terjadi pada proyek yang terbilang baru.
Risiko Keselamatan Pengguna Jalan
Genangan air di jalan beraspal dapat meningkatkan risiko kecelakaan secara signifikan, di antaranya:
- Aquaplaning (ban kehilangan daya cengkeram)
- Jarak pengereman menjadi lebih panjang
- Motor mudah tergelincir
- Lubang jalan tertutup air tidak terlihat
- Potensi tabrakan beruntun
Pengendara yang melaju dengan kecepatan tinggi berpotensi kehilangan kendali, terutama saat malam hari atau hujan deras.

Proyek Rp51 Miliar Dipertanyakan Publik
Besarnya nilai anggaran proyek yang dikerjakan PT Satria Jaya Sultra, memunculkan ekspektasi tinggi terhadap kualitas pembangunan. Jalan bypass seharusnya menjadi jalur cepat, aman, dan tahan lama.
Namun kondisi yang terjadi justru memicu pertanyaan serius:
- Apakah perencanaan drainase telah dilakukan dengan benar?
- Apakah pengawasan proyek berjalan optimal?
- Apakah pekerjaan dilakukan sesuai spesifikasi kontrak?
Desakan Audit Teknis dan Keuangan
Masyarakat mendesak pemerintah dan pihak terkait untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap proyek tersebut.
Audit dinilai penting untuk memastikan:
✔ Kesesuaian pekerjaan dengan desain
✔ Kualitas material dan pelaksanaan
✔ Fungsi sistem drainase
✔ Kepatuhan terhadap standar keselamatan
✔ Potensi kerugian negara
Jika ditemukan pelanggaran, kontraktor dapat dikenai sanksi sesuai ketentuan jasa konstruksi.
Tanggung Jawab Kontraktor dan Pemerintah
Dalam praktik konstruksi, proyek jalan umumnya memiliki masa pemeliharaan di mana kontraktor wajib memperbaiki kerusakan tanpa biaya tambahan.
Karena itu, publik berharap pihak pelaksana dan pemerintah segera mengambil langkah nyata sebelum terjadi kecelakaan serius.
Dampak Lebih Luas bagi Mobilitas dan Ekonomi
Jalan By Pass Kolaka–Pomalaa merupakan jalur penting yang mendukung aktivitas transportasi dan distribusi barang. Gangguan pada ruas ini berpotensi:
- Menghambat mobilitas masyarakat
- Menambah biaya operasional kendaraan
- Meningkatkan risiko kerusakan kendaraan
- Mengganggu aktivitas ekonomi lokal
Menunggu Penjelasan Resmi
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab genangan maupun rencana penanganannya. Publik berharap ada transparansi dan langkah cepat agar jalan tersebut dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Jalan By Pass Kolaka–Pomalaa yang dibangun dengan anggaran puluhan miliar rupiah kini menghadapi sorotan serius akibat genangan air yang diduga berasal dari masalah teknis konstruksi. Tanpa penanganan cepat dan audit menyeluruh, kondisi ini berpotensi membahayakan pengguna jalan sekaligus merugikan negara.
Laporan: Sukrin Manaf
- Penulis: Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar