Angin Kencang Terjang Kendari, Sejumlah Rumah Rusak
- account_circle Olank Zakaria
- calendar_month Sab, 11 Apr 2026
- visibility 32
- comment 0 komentar

KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Cuaca ekstrem berupa angin kencang yang melanda Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Jumat (10/4/2026), menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah permukiman warga. Beberapa rumah dilaporkan mengalami kerusakan, bahkan atap bangunan terlepas dan terbawa angin.
Peristiwa ini terjadi di beberapa titik, di antaranya di BTN Tapalosa, Kelurahan Anawai, Kecamatan Wua-Wua. Di lokasi tersebut, warga melaporkan atap rumah serta kanopi beterbangan akibat terpaan angin yang cukup kuat.
Kondisi serupa juga terjadi di Kelurahan Mataiwoi, Kecamatan Wua-Wua. Satu unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah setelah bagian atapnya terlepas akibat angin kencang yang datang secara tiba-tiba.
Tidak hanya itu, dampak angin kencang juga dirasakan warga di Kompleks BTN Bukit Kartika, Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga. Sejumlah rumah mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi, mulai dari kerusakan ringan pada atap hingga bagian struktur bangunan yang terdampak.

Peristiwa ini sempat membuat warga panik, terutama saat angin bertiup kencang dalam waktu singkat disertai perubahan cuaca yang drastis. Sejumlah warga berupaya mengamankan barang-barang di dalam rumah untuk menghindari kerusakan lebih lanjut.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi terkait jumlah total kerugian maupun korban jiwa akibat kejadian tersebut. Namun, pemerintah dan pihak terkait diharapkan segera melakukan pendataan guna memastikan penanganan yang cepat dan tepat bagi warga terdampak.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan. Warga juga disarankan untuk memperkuat bagian rumah yang rentan serta menghindari aktivitas di luar ruangan saat angin kencang terjadi.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan meningkatnya risiko cuaca ekstrem, yang memerlukan kesiapsiagaan bersama guna meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
Laporan: Redaksi
- Penulis: Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar