Breaking News
light_mode
Trending Tags

Jeritan PPPK Paruh Waktu: Gaji Rp15 Ribu hingga THR Tak Jelas, Nasib Aparatur Negara Kian Terhimpit

  • account_circle Olank Zakaria
  • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
  • comment 0 komentar

MAKASSAR | SUARAEMPATPILAR.COM — Di balik status sebagai bagian dari aparatur negara, ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di berbagai daerah kini menghadapi kenyataan pahit. Kesejahteraan yang seharusnya menjadi jaminan justru berubah menjadi tanda tanya besar, bahkan untuk kebutuhan dasar hidup sehari-hari.

Tidak hanya menerima gaji jauh di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP), kini mereka juga dibayangi ketidakjelasan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR). Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam di kalangan PPPK paruh waktu yang selama ini tetap menjalankan tugas pelayanan publik.

Koordinator Aliansi PPPK Paruh Waktu Makassar, Muhammad Rivaldi Pratama, mengungkapkan hingga saat ini belum ada kepastian mengenai THR, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Belum ada informasi (THR),” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Selasa (10/2/2026).

Menurutnya, aliansi akan segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk meminta kepastian hak tersebut, mengingat THR merupakan hak normatif aparatur negara.

Harapan para PPPK paruh waktu sebenarnya berlandaskan regulasi yang jelas. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2024, disebutkan bahwa aparatur negara berhak menerima THR dan gaji ke-13. Kebijakan teknis dari Kementerian PAN-RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) juga menegaskan bahwa seluruh ASN, termasuk PPPK, memiliki hak atas tunjangan musiman tersebut.

Namun, realitas di lapangan berkata lain.

Gaji Rp15 Ribu, Realita yang Mengiris Hati

Fakta yang mencuat belakangan bahkan membuat publik terhenyak. Sejumlah PPPK paruh waktu diketahui menerima gaji hanya Rp200 ribu, Rp50 ribu, bahkan tersisa Rp15 ribu setelah potongan BPJS Kesehatan. Ada pula yang belum menerima gaji sama sekali.

Bekerja untuk Negara, Bertahan untuk Hidup

Di banyak daerah, PPPK paruh waktu tetap menjalankan tugas seperti pegawai lainnya mengajar, melayani administrasi, hingga mendukung layanan publik. Namun, kesejahteraan mereka kerap berada di ujung ketidakpastian.

Bagi sebagian PPPK paruh waktu, pekerjaan ini bukan lagi sekadar pengabdian, tetapi juga perjuangan bertahan hidup. Di tengah naiknya harga kebutuhan pokok, gaji yang tidak menentu membuat banyak dari mereka harus mencari pekerjaan tambahan.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar tentang keadilan dalam sistem ketenagakerjaan aparatur negara.

Para PPPK paruh waktu kini hanya berharap satu hal sederhana: kepastian. Kepastian gaji yang layak, kepastian THR, dan kepastian bahwa pengabdian mereka untuk negara tidak dibalas dengan ketidakpastian hidup.

Laporan: Redaksi

Jeritan PPPK Paruh Waktu: Gaji Rp15 Ribu hingga THR Tak Jelas, Nasib Aparatur Negara Kian Terhimpit
  • Penulis: Olank Zakaria

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mantan Gubernur Tak Hadir di HUT ke-62 Sultra? Ketua Panitia Ridwan Badallah Menjelaskan photo_camera 1

    Mantan Gubernur Tak Hadir di HUT ke-62 Sultra? Ketua Panitia Ridwan Badallah Menjelaskan

    • calendar_month Sel, 28 Apr 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 112
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara yang berlangsung di Lapangan Tugu Eks MTQ Kendari, Senin (27/4/2026), nyaris sempurna. Hampir, karena ada satu hal yang menarik perhatian para pengamat dan masyarakat: sejumlah tokoh penting masa lalu tidak tampak di lokasi acara. Para mantan Gubernur Sultra, mantan wakil gubernur, […]

  • Kecelakaan Maut di Kolaka, Motor Tabrak Truk di Trans Sulawesi, Mahasiswa Tewas di Tempat photo_camera 1

    Kecelakaan Maut di Kolaka, Motor Tabrak Truk di Trans Sulawesi, Mahasiswa Tewas di Tempat

    • calendar_month Rab, 18 Mar 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 143
    • 0Komentar

    KOLAKA | SUARAEMPAT PILAR.com – Kecelakaan lalu lintas tragis kembali mengguncang Sulawesi Tenggara. Seorang mahasiswa berinisial GF (27) tewas di tempat usai terlibat tabrakan keras dengan sebuah truk di Jalan Poros Trans Sulawesi Kolaka–Kolaka Utara, tepatnya di Dusun Kampung Baru, Kelurahan Induha, Kecamatan Latambaga, Senin (16/3/2026) sekitar pukul 14.30 Wita. Peristiwa nahas ini langsung menyita […]

  • BI Sultra Dukung Harmoni Sultra 2026, Dorong UMKM dan Zona Kuliner Aman di HUT ke-62 Sultra photo_camera 1

    BI Sultra Dukung Harmoni Sultra 2026, Dorong UMKM dan Zona Kuliner Aman di HUT ke-62 Sultra

    • calendar_month Sab, 25 Apr 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 144
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Dukungan terhadap perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara terus menguat dari berbagai pihak. Kali ini datang dari Bank Indonesia melalui Kepala Kantor Perwakilan BI Sultra, Edwin Permadi, yang menegaskan komitmen penuh dalam menyukseskan rangkaian kegiatan bertajuk Harmoni Sultra 2026. Pernyataan tersebut disampaikan Edwin saat memberikan sambutan dalam pembukaan […]

  • Pemprov Sultra Siapkan 47 Aset Daerah untuk Dukung Pembangunan Koperasi Merah Putih photo_camera 1

    Pemprov Sultra Siapkan 47 Aset Daerah untuk Dukung Pembangunan Koperasi Merah Putih

    • calendar_month Sab, 16 Mei 2026
    • account_circle Zailudin
    • visibility 151
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan sebanyak 47 titik aset daerah yang tersebar di 13 kabupaten dan kota guna mendukung percepatan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP). Langkah strategis tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional penguatan ekonomi kerakyatan berbasis koperasi yang tertuang dalam […]

  • Kolaka di Ambang Bencana Besar, Pemerhati Budaya Mekongga Soroti Tambang dan PT IPIP photo_camera 1

    Kolaka di Ambang Bencana Besar, Pemerhati Budaya Mekongga Soroti Tambang dan PT IPIP

    • calendar_month Rab, 17 Des 2025
    • account_circle Muh. Abdul Talib
    • visibility 2.232
    • 0Komentar

    KOLAKA | SUARAEMPATPILAR.COM – Peringatan keras datang dari pemerhati budaya Mekongga Kolaka terkait masifnya aktivitas pertambangan dan proyek strategis nasional (PSN) yang dinilai semakin menjauh dari prinsip perlindungan lingkungan. Jika pola eksploitasi ini terus dibiarkan tanpa pengendalian ketat, Kolaka dipastikan menuju bencana ekologis besar. Olank Zakaria, menilai eksplorasi sumber daya alam, khususnya sektor pertambangan, dalam […]

  • OTT di Warung Kopi, 11 Orang Jadi Tersangka Pemerasan Tambang di Kendari photo_camera 1

    OTT di Warung Kopi, 11 Orang Jadi Tersangka Pemerasan Tambang di Kendari

    • calendar_month Ming, 29 Mar 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 320
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Kasus dugaan pemerasan terhadap perusahaan tambang kembali mengguncang iklim investasi di Sulawesi Tenggara. Tim Satuan Reserse Kriminal Polresta Kendari menetapkan sebanyak 11 orang sebagai tersangka dalam perkara pemerasan terhadap perusahaan tambang PT ST Nickel Resources. Penetapan ini merupakan hasil pengembangan dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan aparat di salah satu […]

expand_less