Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pemprov Sultra Tegas: Tak Ada Anak Emas dalam Pembangunan, Kolaka Utara Tetap Diperjuangkan

  • account_circle OLank Zakaria
  • calendar_month Ming, 15 Feb 2026
  • comment 0 komentar

KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menegaskan tidak ada istilah “anak emas” dalam kebijakan pembangunan daerah. Seluruh kabupaten/kota diperlakukan setara dengan pendekatan berbasis kebutuhan riil, urgensi, serta kemampuan fiskal daerah.

Penegasan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sultra, Andi Syahrir, menyikapi dinamika publik terkait hasil Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan (Rakortekrenbang) yang digelar pada 11 April 2025 di Baubau.

“Tidak ada daerah yang diistimewakan atau dianaktirikan. Semua diperlakukan adil. Prioritas ditentukan berdasarkan kebutuhan paling mendesak dan kondisi kemampuan anggaran,” tegas Andi Syahrir, Sabtu (14/2/2026).

Rakortekrenbang Masih Tahap Usulan

Andi menegaskan bahwa hasil Rakortekrenbang bukanlah keputusan final. Dokumen tersebut masih menjadi bahan pembahasan lanjutan dalam Musrenbang Nasional sebelum difinalisasi dalam APBD maupun diselaraskan dengan APBN.

Menurutnya, setiap usulan harus melalui proses evaluasi menyeluruh dengan mempertimbangkan kapasitas fiskal, kebijakan efisiensi nasional, serta ketersediaan skema pendanaan pusat.

“Berita acara Rakortekrenbang itu bersifat usulan prioritas, bukan keputusan akhir,” jelasnya.

Enam Program Kolaka Utara Tetap Masuk Agenda

Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara mengajukan enam program strategis, dan seluruhnya tetap tercatat dalam perencanaan pembangunan provinsi.

1. Infrastruktur Jalan Jadi Fokus

Perbaikan ruas Batu Putih–Porehu sepanjang 5 kilometer menjadi prioritas utama. Secara keseluruhan, sekitar 40 kilometer ruas jalan di Porehu, Tolala, dan Batu Putih dilaporkan rusak berat.

Pembiayaan awal melalui Inpres Jalan Daerah (IJD) terdampak kebijakan efisiensi nasional. Jika IJD 2026 belum disetujui, maka opsi pembiayaan akan dialihkan melalui APBD 2027 dengan panjang penanganan 5–10 kilometer sesuai kemampuan fiskal.

2. Optimalisasi SPAM Lambai

Program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) belum menjadi prioritas utama karena anggaran difokuskan pada perbaikan jalan yang dinilai lebih mendesak.

3. Rumah Layak Huni Sudah Direalisasikan

Dari 200 unit rumah layak huni untuk 17 kabupaten/kota, Kolaka Utara menerima 20 unit senilai Rp1 miliar yang telah rampung pada 2025.

“Kolaka Utara termasuk lima besar penerima terbanyak,” kata Syahrir.

4. Rehabilitasi Irigasi Pakue

Rehabilitasi sepanjang 2 kilometer direncanakan dengan tahap awal perencanaan teknis tahun 2026 senilai Rp292 juta.

5. Tambat Labuh Nelayan

Tambat labuh di Desa Lametuna dan Desa Bahari tetap masuk agenda, namun realisasi menunggu kepastian Dana Alokasi Khusus (DAK) 2026 dari pemerintah pusat.

6. Dukungan Sektor Perkebunan dan Pendidikan

Melalui APBN 2026, Kolaka Utara direncanakan mendapat 1,5 juta bibit kakao senilai Rp24 miliar, 200 ribu bibit kelapa dalam Rp5 miliar, serta 50 ribu bibit pala Rp655 juta.

Empat sekolah juga mendapat alokasi rehabilitasi: SMAN 1 Porehu, SMAN 1 Batu Putih, SMAN 1 Kodeoha, dan SMKN 1 Kolaka Utara.

Dana Transfer 2026 Turun Tajam

Pemprov Sultra menghadapi tekanan fiskal signifikan. Dana transfer pusat tahun 2026 tercatat hanya Rp200 miliar dari dana bagi hasil, jauh menurun dibanding 2025 yang mencapai Rp800 miliar.

Gubernur Andi Sumangerukka disebut mengambil kebijakan berbasis prioritas menyeluruh lintas kabupaten/kota, dengan mempertimbangkan kondisi lapangan secara langsung.

“Kondisi ini menuntut selektivitas tinggi. Semua daerah tetap diperhatikan, tetapi harus bertahap,” ujar Syahrir.

Sinergi APBN–APBD Jadi Strategi

Pemprov Sultra menegaskan tidak boleh ada dikotomi antara APBN dan APBD. Keduanya merupakan bagian dari satu sistem pembangunan nasional yang saling melengkapi.

“Ketika satu jalur belum berhasil, kami tempuh jalur lain. Kolaka Utara tetap diperjuangkan,” pungkasnya.

Dengan dinamika fiskal dan kebijakan nasional yang ketat, Pemprov Sultra memastikan pembangunan berjalan proporsional, transparan, dan berbasis kebutuhan nyata masyarakat.

Laporan: Redaksi

Pemprov Sultra Tegas: Tak Ada Anak Emas dalam Pembangunan, Kolaka Utara Tetap Diperjuangkan
  • Penulis: OLank Zakaria

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kendari Bersiap Sambut UCLG ASPAC 2026, Wali Kota Tinjau Lokasi photo_camera 1

    Kendari Bersiap Sambut UCLG ASPAC 2026, Wali Kota Tinjau Lokasi

    • calendar_month Jum, 9 Jan 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 251
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.COM – Pemerintah Kota Kendari semakin memantapkan langkah dalam menyambut pelaksanaan Forum Internasional United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) yang dijadwalkan berlangsung pada 7–9 Mei 2026 di Kota Kendari. Sebagai bagian dari persiapan awal, Wali Kota Kendari dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, didampingi Wakil Wali Kota Kendari Sudirman serta […]

  • RDP DPRD Sultra Memanas, PT KKU Tolak Serahkan Dokumen Izin Tambang photo_camera 1

    RDP DPRD Sultra Memanas, PT KKU Tolak Serahkan Dokumen Izin Tambang

    • calendar_month Kam, 30 Apr 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 122
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang Toronipa, Gedung B lantai 2 DPRD Sulawesi Tenggara, Rabu (29/4/2026), berubah tegang. Forum yang awalnya berlangsung kondusif mendadak memanas saat pembahasan menyentuh soal keterbukaan dokumen legalitas tambang milik PT KKU. Ketegangan bermula ketika perwakilan PT KKU, Cipto, hanya memaparkan data legalitas perizinan operasional tambang […]

  • Martinus Butarbutar: Perubahan Sikap Rismon Sianipar soal Ijazah Jokowi Justru Jadi Bumerang photo_camera 1

    Martinus Butarbutar: Perubahan Sikap Rismon Sianipar soal Ijazah Jokowi Justru Jadi Bumerang

    • calendar_month Sab, 14 Mar 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 179
    • 0Komentar

    JAKARTA | SUARAEMPATPILAR.com – Polemik mengenai isu ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, kembali memanas setelah pengamat Martinus Butarbutar menilai perubahan sikap pakar digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar justru berpotensi menjadi bumerang dalam dinamika kasus tersebut. Martinus menyebut perubahan sikap Rismon yang sebelumnya vokal mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi namun kemudian menyatakan dokumen tersebut asli, justru […]

  • Kemenkum Sultra Terbitkan 26 Dokumen Apostille, Permudah Pelajar Kendari Studi ke Luar Negeri photo_camera 1

    Kemenkum Sultra Terbitkan 26 Dokumen Apostille, Permudah Pelajar Kendari Studi ke Luar Negeri

    • calendar_month Kam, 12 Feb 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 240
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com — Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Sulawesi Tenggara terus memperkuat komitmen dalam mendukung kemajuan pendidikan masyarakat melalui layanan administrasi hukum modern. Melalui Bidang Pelayanan Administrasi Hukum Umum (AHU), Kanwil Kemenkum Sultra memfasilitasi penerbitan 26 dokumen Apostille bagi warga yang akan melanjutkan studi ke luar negeri. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi […]

  • Fakta Membantah AP2: RB Tak Kelola APBD, Tuduhan Lonjakan Harta Dinilai Omong Kosong photo_camera 1

    Fakta Membantah AP2: RB Tak Kelola APBD, Tuduhan Lonjakan Harta Dinilai Omong Kosong

    • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
    • account_circle La Ode Zailudin
    • visibility 615
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.COM – Tuduhan yang dilontarkan Aliansi Pemuda dan Pelajar (AP2) Indonesia terhadap RB, mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sulawesi Tenggara, dinilai liar, tidak berdasar, menyesatkan publik, dan berpotensi kuat sebagai fitnah serius yang sengaja diproduksi untuk menggiring opini. Pernyataan Ketua Dewan Pembina Aliansi Pemuda dan Pelajar (AP2) Indonesia Hasanudin Kansi yang […]

  • Tokoh Pemuda Muna: Tudingan Pelanggaran Etik Kadispar Sultra Diduga Hanya Cari Panggung, Sarankan Pendalaman Hukum photo_camera 1

    Tokoh Pemuda Muna: Tudingan Pelanggaran Etik Kadispar Sultra Diduga Hanya Cari Panggung, Sarankan Pendalaman Hukum

    • calendar_month Rab, 11 Feb 2026
    • account_circle La Ode Zailudin
    • visibility 263
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Polemik dugaan pelanggaran etik terhadap Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara terus bergulir di ruang publik. Tokoh Pemuda Muna, Tayeb, menilai tudingan yang disampaikan Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sultra, Adhi Yaksa Pratama, menunjukkan adanya kekeliruan dalam memahami regulasi hukum serta kode etik jurnalistik. Menurut Tayeb, hingga saat ini belum ditemukan […]

expand_less