Pemprov Sultra Salurkan Bantuan Pangan Sebelum Lebaran, Tiap KPM Dapat 10 Kg Beras dan 2 Liter Minyak
- account_circle Suara Empat Pilar
- calendar_month Sab, 28 Feb 2026
- visibility 129
- comment 0 komentar

KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memastikan penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat akan dilakukan sebelum Hari Raya Idulfitri guna meringankan beban kebutuhan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Bantuan sosial tersebut menyasar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan paket berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng. Program ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan pangan tetap terpenuhi di tengah potensi kenaikan harga menjelang Lebaran.
Kebijakan itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026 yang digelar di Aula Dinas Ketahanan Pangan Sultra, Jumat (27/2/2026).
Rakor dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Asrun Lio, dan dihadiri Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andriko Noto Susanto. Turut hadir unsur Forkopimda, kepala OPD lingkup Pemprov Sultra, kepala dinas ketahanan pangan kabupaten/kota se-Sultra, serta Tim Satgas Saber dan Satgas Ketahanan Pangan.
Pengawasan Ketat Harga dan Mutu Pangan
Rapat koordinasi bertema “Sinergi Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) terhadap Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Menjelang HBKN” itu menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.
Sekda Sultra Asrun Lio menegaskan bahwa tujuan utama seluruh langkah tersebut adalah memastikan masyarakat dapat mengakses pangan yang cukup, aman, dan terjangkau menjelang Lebaran.
Ia menekankan bahwa Satgas tidak lagi sebatas memberikan imbauan, melainkan akan melakukan penindakan tegas terhadap pelanggaran di lapangan, khususnya pada tiga aspek utama.
Pertama, aspek harga, yakni pengawasan penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) baik di tingkat produsen maupun konsumen. Pelanggaran seperti manipulasi label beras medium menjadi premium untuk menaikkan harga akan ditindak sesuai ketentuan.
Kedua, aspek keamanan pangan, dengan memastikan bahan pangan yang beredar aman secara fisik, kimia, dan biologi serta memenuhi ambang batas yang ditetapkan. Pengawas pangan di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota akan diterjunkan secara intensif untuk melakukan pemeriksaan langsung.
Ketiga, aspek mutu pangan, yaitu pengawasan terhadap standar dan klasifikasi komoditas, termasuk pemisahan beras premium dan medium agar sesuai kualitas serta harga yang berlaku sehingga masyarakat memperoleh pangan layak konsumsi dengan harga wajar.
“Pemerintah Provinsi Sultra berkomitmen memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan agar stabilitas pasokan dan harga pangan tetap terjaga serta pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal,” tegas Asrun.
Arahan Presiden: Harga Harus Stabil
Sementara itu, Deputi Bapanas Andriko Noto Susanto menyampaikan bahwa arahan Presiden menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga pangan menjelang hari besar keagamaan agar tidak terjadi lonjakan signifikan yang memberatkan masyarakat.
Menurutnya, Satgas akan mengambil langkah tegas terhadap berbagai bentuk pelanggaran, mulai dari penyimpangan HET, manipulasi mutu beras, hingga peredaran pangan yang tidak memenuhi standar keamanan.
Untuk menjamin ketersediaan pasokan, Perum Bulog diminta bertanggung jawab penuh dalam menjaga stok beras dan minyak goreng di daerah. Apabila terjadi gejolak harga, koordinasi lintas instansi akan segera dilakukan guna menstabilkan pasar.
Selain itu, pemerintah juga akan merealisasikan program Jagung SPHP pada awal Maret setelah data penerima manfaat final. Melalui program tersebut, peternak dapat memperoleh jagung dengan harga Rp5.500 per kilogram, sehingga biaya produksi dapat ditekan dan stabilitas harga produk peternakan tetap terjaga.
Langkah terpadu ini diharapkan mampu menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus memastikan masyarakat Sulawesi Tenggara dapat menyambut Idulfitri dengan kebutuhan pokok yang cukup, aman, dan terjangkau.
Laporan; Redaksi
- Penulis: Suara Empat Pilar
- Editor: Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar