Sempat Ricuh di Lapangan Lakarada, TNI–Polri Sepakat Berdamai
- account_circle Kontributor: Olank
- calendar_month Sel, 6 Jan 2026
- comment 0 komentar
BUTSEL | SUARAEMPATPILAR.COM – Insiden kericuhan sempat mewarnai pertandingan sepak bola antara tim TNI dari Batalyon TP 871 La Maindo dan tim Polri dari Batalyon Brimob Pelopor Batauga di Lapangan Lakarada, Kecamatan Batauga, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, Minggu (4/1/2026) sore.
Pertandingan yang awalnya berlangsung kondusif mendadak memanas dan berujung pada bentrokan antarpersonel dari kedua kesatuan. Kericuhan tersebut meluas hingga ke area sekitar lapangan dan sempat menimbulkan kepanikan di kalangan penonton, termasuk perempuan dan anak-anak yang berada di lokasi.
Bentrokan melibatkan ratusan personel TNI dan Polri, serta berdampak pada tim sepak bola La Beta FC yang juga diperkuat oleh warga sipil. Sejumlah personel dilaporkan mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis. Situasi baru dapat dikendalikan setelah para pimpinan dari masing-masing kesatuan turun langsung ke lokasi kejadian.
Sebagai tindak lanjut, jajaran TNI, Polri, dan Pemerintah Kabupaten Buton Selatan menggelar pertemuan perdamaian pada Senin (5/1/2026) siang di Lapangan Lakarada, Batauga. Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Dandim 1413/Buton Letkol Inf Arif Nofiyanto, Kapolres Buton AKBP Ali Rais Ndraha, serta Bupati Buton Selatan H. Muhammad Adios.
Dandim 1413/Buton Letkol Inf Arif Nofiyanto menegaskan bahwa insiden tersebut murni disebabkan oleh kesalahpahaman dan seharusnya tidak perlu terjadi. Ia memastikan seluruh pihak telah sepakat untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.
“Alhamdulillah, bersama Bupati Buton Selatan dan Kapolres Buton, kami telah mempertemukan seluruh pihak dan mencapai kesepakatan bahwa kesalahpahaman ini sudah diselesaikan. Siang hari ini mereka dapat duduk bersama, bersilaturahmi, dan menunjukkan kebersamaan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga soliditas dan sinergitas TNI–Polri sebagai aparat keamanan negara, sekaligus menjadi teladan bagi masyarakat dalam menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah.
“Kita tidak perlu melihat persoalan ini dari sisi negatif. Justru kebersamaan ini harus terus dipupuk agar Buton Selatan semakin aman, pembangunan berjalan dengan baik, dan masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolres Buton AKBP Ali Rais Ndraha menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang dinilai berperan dalam memberikan informasi yang berimbang kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa TNI dan Polri merupakan satu kesatuan sebagai alat negara yang memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan serta mendukung pembangunan daerah.
Bupati Buton Selatan H. Muhammad Adios juga menegaskan bahwa peristiwa tersebut hanyalah kesalahpahaman yang telah diselesaikan secara baik melalui dialog dan silaturahmi. Menurutnya, pertemuan perdamaian tersebut justru memperkuat rasa kekeluargaan dan kebersamaan antaraparat keamanan di daerah.
Dengan digelarnya pertemuan perdamaian langsung di lokasi kejadian, aparat memastikan situasi keamanan di Kabupaten Buton Selatan saat ini telah kembali aman dan kondusif.
Usai pertemuan tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan video conference (vidcon) yang berlangsung di Kantor Perpustakaan Kabupaten Buton Selatan. Vidcon diikuti oleh Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiarto, S.I.P., M.Han., Kasi Ops Korem 143/HO Letkol Inf Erwinsya Taupan, S.H., M.Si., Letkol Inf Oktavian Englana P, Kapten Inf Ridwan selaku Dantim Intel Korem 143/HO, Wakil Komandan Denpom, serta Serda Resky selaku ADC Danrem.
Laporan: Tim Redaksi
- Penulis: Kontributor: Olank

Saat ini belum ada komentar