Pemprov Sultra Gelar 24 Gerakan Pasar Tani 2026 untuk Kendalikan Inflasi dan Stabilkan Harga Pangan
- account_circle Olank Zakaria
- calendar_month Kam, 9 Apr 2026
- visibility 47
- comment 0 komentar

KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Perkebunan dan Hortikultura (Disbunhorti) meluncurkan program strategis berupa 24 kali Gerakan Pasar Tani sepanjang tahun 2026. Program ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam memperkuat pengendalian inflasi, khususnya pada komoditas hortikultura yang rentan mengalami fluktuasi harga.
Kepala Disbunhorti Sultra, La Ode Muhammad Rusdin Jaya, menjelaskan bahwa kegiatan ini difokuskan pada stabilisasi harga bahan pangan seperti cabai, bawang, dan tomat yang kerap menjadi penyumbang utama inflasi daerah.
“Pasar Tani ini adalah bentuk intervensi langsung pemerintah untuk menjaga kestabilan harga. Kami mempertemukan petani dengan konsumen agar rantai distribusi lebih pendek, sehingga harga bisa lebih terjangkau di tingkat masyarakat,” ujarnya di Kendari, Kamis.
Sejauh ini, Gerakan Pasar Tani telah dilaksanakan sebanyak dua kali di Kota Kendari dan mendapat respons positif dari masyarakat. Program ini dinilai efektif membantu warga memperoleh kebutuhan pangan dengan harga lebih murah sekaligus meningkatkan pendapatan petani lokal.
Rusdin menambahkan, pelaksanaan kegiatan selanjutnya akan diperluas ke berbagai kabupaten dan kota di Sultra dengan mempertimbangkan kondisi inflasi di masing-masing wilayah.
“Jika ada daerah yang mengalami lonjakan harga hortikultura, maka kegiatan ini akan kita arahkan ke sana sebagai langkah intervensi cepat,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, Pemprov Sultra menggandeng kelompok tani binaan dari sejumlah wilayah, termasuk Kota Kendari, Kabupaten Konawe, dan Konawe Selatan. Tidak hanya sayuran, pasar tani ini juga menghadirkan berbagai buah unggulan dari Balai Benih Hortikultura Sultra, seperti pepaya kalifornia yang menjadi salah satu komoditas favorit.
Berdasarkan data produksi pertanian semester pertama 2026, kondisi ketersediaan pangan di Sultra relatif stabil. Hal ini menjadi indikator positif bahwa tekanan inflasi masih dapat dikendalikan melalui intervensi yang tepat sasaran.
Ke depan, Gerakan Pasar Tani tidak hanya menjadi program rutin, tetapi juga akan dikembangkan dalam skala lebih besar. Rencananya, kegiatan ini akan menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sulawesi Tenggara dengan melibatkan lebih banyak petani lokal guna memperluas akses pasar dan memperkuat ekonomi berbasis pertanian.
Laporan: Redaksi
- Penulis: Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar