Breaking News
light_mode
Trending Tags

Bau Korupsi Menyengat di Rawua: Balai Desa Rp657 Juta Mangkrak, Kantor Desa Jadi Gudang Kayu

  • account_circle Suara Empat Pilar
  • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
  • comment 0 komentar

KONAWE | SUARAEMPATPILAR.COM — Aroma dugaan penyimpangan anggaran kembali menyeruak dari desa di Kabupaten Konawe. Kali ini sorotan tertuju pada pembangunan Balai Serbaguna Desa Rawua, Kecamatan Uepai, yang menelan anggaran fantastis Rp657.687.300, namun hingga kini tak kunjung rampung.

Ironisnya, proyek tersebut diklaim dikerjakan secara swakelola, sebuah pernyataan yang justru menimbulkan tanda tanya besar di kalangan publik dan pegiat antikorupsi.

Swakelola Rp657 Juta: Boleh, Tapi Tak Kebal Hukum

Secara normatif, pelaksanaan pembangunan desa secara swakelola memang dimungkinkan dalam regulasi pengelolaan Dana Desa. Namun perlu ditegaskan, nilai anggaran besar tidak otomatis bebas dari kewajiban hukum.

Beberapa poin krusial yang tetap wajib dipenuhi, antara lain:

  1. Perencanaan dan RAB harus rasional dan transparan
  2. Swakelola wajib melibatkan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK)
  3. Ada bukti pertanggungjawaban material dan keuangan
  4. Progres fisik harus sebanding dengan penyerapan anggaran

Jika proyek bernilai ratusan juta namun mangkrak, maka potensi pelanggaran administrasi, maladministrasi, hingga pidana korupsi tetap terbuka, terlebih jika ditemukan:

  • Mark up anggaran
  • Pekerjaan fiktif atau tidak sesuai spesifikasi
  • Penyalahgunaan fungsi aset desa

Balai Desa Tak Selesai, Kantor Desa Jadi Gudang

Yang lebih mencengangkan, kantor Desa Rawua saat ini tidak difungsikan sebagai pusat pelayanan masyarakat, melainkan disebut-sebut beralih fungsi menjadi tempat penampungan kayu.

Jika benar, kondisi ini berpotensi melanggar:

  • Asas penyelenggaraan pemerintahan desa
  • Prinsip pelayanan publik
  • Pemanfaatan aset desa yang tidak sesuai peruntukan

Situasi ini semakin memperkuat alasan perlunya audit lapangan menyeluruh.

Surat ke Kejaksaan: Tantangan atau Pengalihan Isu?

Kepala Desa Rawua disebut telah menyampaikan pernyataan bahwa dirinya telah bersurat ke Kejaksaan untuk diperiksa. Pernyataan ini memantik spekulasi publik:
apakah ini bentuk keterbukaan, atau justru manuver untuk mengalihkan sorotan investigasi media?

Pasalnya, hingga kini belum ada kejelasan hasil pemeriksaan, sementara proyek tetap belum selesai dan kantor desa tetap tidak difungsikan sebagaimana mestinya.

LSM GEBRAKAN NUSANTARA Desak APH Turun Lapangan

Desakan keras datang dari LSM GEBRAKAN NUSANTARA. Melalui Abdul Wahab pihaknya meminta Aparat Penegak Hukum (APH) tidak berhenti pada klarifikasi administratif semata.

“Kami meminta APH segera turun ke lapangan, mengaudit fisik bangunan, anggaran, serta penggunaan aset desa. Jangan tunggu viral dulu,” tegas Abdul Wahab, kepada Saebin Abdul Haris, Biro suaraempatpilar.com (14/1/2026).

Uang Negara, Bukan Uang Pribadi

Publik kini menunggu langkah tegas dari APH. Sebab, Dana Desa adalah uang negara, bukan dana privat yang bisa dikelola tanpa akuntabilitas.

Jika pembangunan swakelola dijadikan tameng untuk menutupi:

  • keterlambatan,
  • ketidaksesuaian fisik,
  • atau pengalihan fungsi aset,

maka penegakan hukum menjadi keharusan, bukan pilihan.

Laporan: SA. HARIS

Bau Korupsi Menyengat di Rawua: Balai Desa Rp657 Juta Mangkrak, Kantor Desa Jadi Gudang Kayu
  • Penulis: Suara Empat Pilar
  • Editor: Olank Zakaria

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov Sultra Tegas: Aset Daerah Harus Dikembalikan, Nama Nur Alam Mencuat photo_camera 1

    Pemprov Sultra Tegas: Aset Daerah Harus Dikembalikan, Nama Nur Alam Mencuat

    • calendar_month Jum, 23 Jan 2026
    • account_circle Suara Empat Pilar
    • visibility 468
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) menegaskan komitmennya dalam menertibkan aset milik daerah yang hingga kini masih dikuasai pihak lain. Sikap tegas ini menyusul penolakan mantan Gubernur Sultra, Nur Alam, untuk mengosongkan rumah dinas dan gudang milik Pemprov Sultra yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani. Plt Kepala Biro Hukum Pemprov Sultra, […]

  • Desa Wisata Namu Konawe Selatan Masuk 60 Besar Wonderful Indonesia Award 2025, Destinasi Wisata Sulawesi Tenggara Naik Kelas Nasional photo_camera 1

    Desa Wisata Namu Konawe Selatan Masuk 60 Besar Wonderful Indonesia Award 2025, Destinasi Wisata Sulawesi Tenggara Naik Kelas Nasional

    • calendar_month Ming, 8 Feb 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 253
    • 0Komentar

    KONSEL | SUARAEMPATPILAR.COM – Desa Wisata Namu di Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, berhasil menorehkan prestasi nasional dengan masuk dalam 60 besar Wonderful Indonesia Award (WIA) 2025 yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Pengumuman tersebut disampaikan melalui media sosial resmi Kementerian Pariwisata pada 18 Agustus 2025. Prestasi ini memperkuat posisi Desa Namu […]

  • Siaga Satu! KPP Kendari “Kepung” Titik Rawan Demi Keamanan Libur Nataru 2025/2026 photo_camera 1

    Siaga Satu! KPP Kendari “Kepung” Titik Rawan Demi Keamanan Libur Nataru 2025/2026

    • calendar_month Ming, 21 Des 2025
    • account_circle Kontributor Olank Zakaria
    • visibility 528
    • 0Komentar

    SuaraEmpatPilar.Com, KENDARI – Menghadapi “ledakan” mobilitas masyarakat pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari resmi menetapkan status Siaga Satu SAR. Langkah ini diambil untuk memastikan Sulawesi Tenggara tetap aman di tengah lonjakan pemudik dan ancaman cuaca ekstrem. 119 Juta Orang Bergerak, Basarnas Pasang Badan Berdasarkan data survei […]

  • Wujud Solidaritas, Pemprov Sultra Salurkan Bantuan Rp 1,5 Miliar Bagi Korban Bencana Sumatera photo_camera 1

    Wujud Solidaritas, Pemprov Sultra Salurkan Bantuan Rp 1,5 Miliar Bagi Korban Bencana Sumatera

    • calendar_month Sel, 9 Des 2025
    • account_circle Kontributor LaOde Zailudin
    • visibility 508
    • 0Komentar

    Suara Empat Pilar com. Kendari – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengalokasikan dana bantuan sebesar Rp 1,5 miliar bagi korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Setiap provinsi akan menerima bantuan senilai Rp 500 juta, yang bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT) Pemprov Sultra. Hal […]

  • Nekat Malam-malam, Pria di Kendari Manjat Rumah Warga Demi Beli Sabu photo_camera 1

    Nekat Malam-malam, Pria di Kendari Manjat Rumah Warga Demi Beli Sabu

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 196
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Aksi nekat seorang pemuda berinisial K (27) di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), harus berakhir di jeruji besi setelah kedapatan mencuri ponsel milik warga. Ironisnya, hasil kejahatan yang digadaikan seharga Rp500 ribu itu diduga kuat digunakan untuk membeli narkotika jenis sabu-sabu. Kini, pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun […]

  • Hizbullah vs Israel Makin Membabi Buta: Beirut Digempur, 294 Tewas dalam Sepekan photo_camera 1

    Hizbullah vs Israel Makin Membabi Buta: Beirut Digempur, 294 Tewas dalam Sepekan

    • calendar_month Ming, 8 Mar 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 199
    • 0Komentar

    BEIRUT | SUARAEMPATPILAR.com – Konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah bentrok antara kelompok Hizbullah Lebanon dan militer Israel meningkat drastis dalam beberapa hari terakhir. Eskalasi ini menjadi dampak meluas dari perang regional yang dipicu serangan besar-besaran Iran terhadap Israel dan Amerika Serikat sejak pekan lalu . Hizbullah mengklaim berhasil melayangkan serangan roket bertubi-tubi ke konsentrasi kendaraan […]

expand_less