Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pemprov Sultra Prioritaskan Infrastruktur Wisata, Ridwan Badallah: Akses Jadi Kunci Lonjakan Wisatawan

  • account_circle Olank Zakaria
  • calendar_month Kam, 12 Mar 2026
  • visibility 83
  • comment 0 komentar

KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai mengakselerasi pengembangan sektor pariwisata dengan fokus utama pada pembenahan akses infrastruktur menuju berbagai destinasi wisata unggulan di Bumi Anoa. Langkah ini diyakini menjadi kunci untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kepala Dinas Pariwisata Sultra, Ridwan Badallah, mengatakan strategi pengembangan pariwisata daerah tidak lagi hanya menitikberatkan pada promosi destinasi, tetapi dimulai dari hal yang paling mendasar, yakni kemudahan akses bagi wisatawan.

Menurut Ridwan, pengalaman selama ini menunjukkan bahwa daya tarik destinasi wisata tidak cukup kuat jika tidak didukung infrastruktur yang memadai. Oleh karena itu, pemerintah provinsi kini menempatkan pembangunan akses jalan, transportasi, serta fasilitas pendukung sebagai prioritas utama.

“Langkah awal yang kami lakukan adalah memastikan akses menuju destinasi wisata lebih mudah dijangkau oleh wisatawan,” kata Ridwan Badallah, Rabu (11/3/2026).

Ia mencontohkan perbandingan antara destinasi wisata Wakatobi dan Kabupaten Buton Selatan. Selama ini Wakatobi dikenal luas sebagai ikon pariwisata Sulawesi Tenggara bahkan hingga tingkat internasional. Namun, berdasarkan data kunjungan wisatawan, jumlah pengunjung di Buton Selatan justru tercatat lebih tinggi dibandingkan Wakatobi.

Ridwan menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa faktor aksesibilitas memiliki pengaruh besar terhadap jumlah kunjungan wisatawan.

“Selama ini pariwisata kita sering berbicara tentang Wakatobi. Padahal faktanya jumlah wisatawan di sana relatif kecil. Bahkan Buton Selatan lebih banyak, ternyata salah satu faktor utamanya adalah akses,” ungkapnya.

Melihat kondisi tersebut, Pemprov Sultra mulai merancang pengembangan kawasan wisata yang terintegrasi dengan menjadikan Kota Kendari sebagai titik awal pengembangan destinasi wisata di wilayah tersebut.

Dari Kendari, pengembangan pariwisata akan diperluas ke sejumlah destinasi yang memiliki potensi besar, seperti Pulau Hari, Tanjung Kartika, Saponda Laut, Saponda Dalam, hingga Pulau Bokori. Kawasan-kawasan tersebut dinilai memiliki daya tarik alam yang kuat dan berpotensi menjadi magnet baru bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Ridwan menjelaskan bahwa konsep pengembangan pariwisata yang diusung oleh Pemprov Sultra tidak hanya berfokus pada satu destinasi unggulan, tetapi membangun jaringan destinasi wisata yang saling terhubung sehingga wisatawan memiliki lebih banyak pilihan kunjungan dalam satu kawasan.

“Konsep ini sudah kami komunikasikan dan mendapat persetujuan dari Deputi Pemasaran Kementerian Pariwisata Republik Indonesia,” jelasnya.

Selain meningkatkan jumlah wisatawan, pengembangan pariwisata berbasis infrastruktur ini juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah. Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, berbagai sektor ekonomi lokal seperti perhotelan, kuliner, transportasi, hingga usaha mikro masyarakat diyakini akan ikut berkembang.

Pemerintah Provinsi Sultra optimistis sektor pariwisata dapat menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah di masa depan. Melalui perbaikan akses, promosi destinasi, serta pengembangan kawasan wisata yang terintegrasi, Sulawesi Tenggara diharapkan mampu bersaing dengan daerah tujuan wisata lainnya di Indonesia.

Laporan: Redaksi

Pemprov Sultra Prioritaskan Infrastruktur Wisata, Ridwan Badallah: Akses Jadi Kunci Lonjakan Wisatawan
  • Penulis: Olank Zakaria

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less