Gubernur Sultra Andi Sumangerukka Tinjau Arus Mudik Amolengo–Torobulu, Tekankan Keselamatan dan Tambah Armada
- account_circle Suara Empat Pilar
- calendar_month Rab, 18 Mar 2026
- visibility 67
- comment 0 komentar

KONAWE SELATAN | SUARAEMPATPILAR.com – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, turun langsung memantau arus mudik di dua titik strategis penyeberangan, yakni Pelabuhan Amolengo dan Pelabuhan Torobulu, Rabu (18/3/2026). Peninjauan ini dilakukan bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sultra sebagai bagian dari upaya memastikan kelancaran arus mudik tahun ini.
Dalam kunjungannya, Gubernur tidak sekadar melakukan pemantauan umum, tetapi juga meninjau secara rinci kesiapan fasilitas penunjang. Ia memastikan kesiapan tenaga kesehatan di posko layanan, kelengkapan fasilitas darurat, hingga pengaturan operasional kapal penyeberangan berjalan sesuai standar keselamatan.
Ia menegaskan bahwa keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama, terutama dalam pengendalian kapasitas muatan kapal. Menurutnya, aspek ekonomi tidak boleh mengorbankan keselamatan masyarakat.
“Keselamatan itu nomor satu, jangan hanya mengejar aspek ekonomi,” tegasnya di hadapan petugas dan operator penyeberangan.
Di sela peninjauan, Gubernur juga berdialog langsung dengan para pemudik. Ia mendengarkan berbagai keluhan, mulai dari waktu tunggu hingga kenyamanan fasilitas, sekaligus memberikan semangat kepada masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, arus mudik tahun ini mengalami peningkatan sekitar 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan ini mendorong Pemerintah Provinsi Sultra untuk menyiapkan langkah antisipasi, salah satunya melalui program mudik gratis di Amolengo dan Torobulu dengan kuota sekitar 10.000 tiket.
Program tersebut disambut positif oleh masyarakat karena dinilai mampu meringankan beban biaya perjalanan sekaligus membantu mengurai kepadatan penumpang.
Meski secara umum arus mudik berjalan lancar dan terkendali, Gubernur mengakui masih terdapat kendala berupa keterbatasan armada kapal. Kondisi ini menyebabkan antrean penumpang yang dalam beberapa kasus berlangsung hingga berjam-jam.
Menurutnya, persoalan tersebut akan menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah daerah guna meningkatkan kualitas layanan transportasi penyeberangan ke depan.
“Untuk saat ini arus mudik berjalan lancar. Namun keterbatasan armada masih menyebabkan antrean. Ini akan kita evaluasi, dan ke depan jumlah armada akan kita tambah,” tutupnya.
Laporan: Redaksi
- Penulis: Suara Empat Pilar
- Editor: Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar