HUT ke-13 Konawe Kepulauan: Gubernur Andi Sumangerukka Serukan Kolaborasi Nyata Menuju “Wawonii Emas”
- account_circle Olank Zakaria
- calendar_month Sel, 14 Apr 2026
- visibility 34
- comment 0 komentar

LANGARA | SUARAEMPATPILAR.com – Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti Lapangan TPI Langara, Minggu (12/4/2026). Ribuan masyarakat tumpah ruah menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, hadir langsung memimpin upacara. Mengusung tema besar “Kolaborasi Kerja Nyata dalam Gerbang Wawonii Emas”, perayaan tahun ini terasa istimewa karena menjadi penanda perjalanan satu dekade lebih daerah otonom tersebut sejak resmi berdiri pada 2013.
Bukan Sekadar Seremonial, Tapi Momentum Refleksi
Di hadapan ribuan warga yang memadati lapangan, Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan bahwa peringatan HUT jangan pernah dimaknai sebagai agenda tahunan yang basi. Ia mengajak semua elemen untuk berhenti sejenak, menengok ke belakang, lalu melompat lebih jauh ke depan.
“Peringatan ini harus menjadi momentum bagi seluruh elemen pemerintah, legislatif, yudikatif, hingga masyarakat untuk merefleksikan perjalanan pembangunan dan memperkuat komitmen dalam memajukan daerah,” ujar Gubernur dengan tegas.
Usia 13 Tahun: Kemajuan dan Tantangan yang Mengintai
Diakui Gubernur, Kabupaten Konawe Kepulauan telah menunjukkan berbagai kemajuan signifikan. Infrastruktur mulai terbangun, layanan publik kian dirasakan, dan roda ekonomi perlahan bergerak. Namun, ia tidak menutup mata terhadap sederet pekerjaan rumah yang masih membayangi.
Gubernur menyoroti empat tantangan utama yang harus dihadapi secara kolektif:
- Kemiskinan yang masih membelenggu sebagian masyarakat.
- Pengangguran yang mengancam generasi muda produktif.
- Ancaman krisis pangan di tengah ketidakpastian global.
- Kerusakan lingkungan akibat eksploitasi sumber daya yang tidak bijak.
“Masih banyak tantangan yang perlu dihadapi secara bersama. Jangan pernah berpuas diri,” pesannya.
Kunci Sukses: Kolaborasi, Bukan Kompetisi
Di sinilah inti pidato Gubernur. Menurutnya, percepatan pembangunan tidak mungkin dicapai sendirian. Yang dibutuhkan adalah kolaborasi dan sinergi yang efektif, efisien, dan produktif antara pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, pelaku usaha, akademisi, media, hingga seluruh lapisan masyarakat.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga harmoni dalam keberagaman. Bagi Andi Sumangerukka, kerukunan adalah fondasi paling dasar sebelum pembangunan fisik bisa tegak.
“Kolaborasi dan sinergi yang efektif, efisien, serta produktif menjadi kunci untuk mendorong percepatan pembangunan di semua sektor. Dengan dukungan seluruh masyarakat, saya yakin Konawe Kepulauan dapat terus berkembang menuju kemajuan yang lebih baik,” tegasnya.
Apresiasi untuk Pemimpin Terdahulu dan Seluruh Elemen
Dalam momen yang penuh haru, Gubernur juga menyampaikan rasa hormat dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pemimpin terdahulu yang telah meletakkan fondasi pertama Kabupaten Konawe Kepulauan. Tanpa mereka, kata Gubernur, Wawonii belum tentu menjadi daerah otonom yang terus bernapas hingga hari ini.
Tak lupa, apresiasi juga disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan, DPRD, Forkopimda, pelaku usaha, akademisi, media, serta seluruh masyarakat yang telah bahu-membahu membangun daerah dari nol.
“Wawonii Emas” Bukan Mimpi
Peringatan HUT ke-13 ini diharapkan menjadi suntikan semangat baru bagi seluruh warga Konawe Kepulauan. Visi besar “Wawonii Emas”—yakni daerah yang maju, mandiri, dan sejahtera—bukan sekadar slogan. Gubernur optimis, dengan kolaborasi dan kerja nyata, mimpi itu akan menjadi kenyataan.
Usai upacara, Gubernur menyempatkan diri berdialog dengan masyarakat dan menyaksikan berbagai atraksi budaya yang meriah. Hari itu, Langara bersinar, menyimpan harapan bahwa usia ke-13 menjadi titik balik menuju keemasan yang sesungguhnya.
Laporan: Redaksi
- Penulis: Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar