Breaking News
light_mode
Trending Tags

Kisruh Gaji Rp300 Ribu! Tiga Dokter PPPK Paruh Waktu Alor Mundur

  • account_circle Olank Zakaria
  • calendar_month Ming, 8 Mar 2026
  • comment 0 komentar

KALABAHI, NTT | SUARAEMPATPILAR.com — Kabar mengejutkan datang dari ujung timur Indonesia. Tiga tenaga dokter berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), dikabarkan resmi mengundurkan diri dari tugasnya. Keputusan nekat ini diduga kuat dipicu oleh besaran gaji yang hanya Rp300 ribu per bulan—angka yang jauh dari kata layak untuk seorang profesional medis .

Informasi yang dihimpun menyebutkan, ketiga dokter tersebut sebelumnya bertugas di sejumlah Puskesmas di wilayah Kabupaten Alor. Meskipun RSUD Kalabahi memastikan tidak ada dokter PPPK paruh waktu di instansinya, pengunduran diri ini tetap menjadi alarm keras bagi sistem pelayanan kesehatan di daerah kepulauan tersebut.

“Rp300 ribu itu sangat tidak manusiawi. Tidak sebanding dengan beban kerja, tanggung jawab, dan risiko yang harus kami tanggung setiap hari, apalagi biaya hidup terus naik,” keluh seorang perwakilan tenaga kesehatan saat aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu, seperti diberitakan Warta Alor .

Beban Berat vs Penghasilan Minim

Persoalan ini sebenarnya sudah bergulir sejak awal tahun. Pada 28 Januari 2026 lalu, ratusan tenaga kesehatan PPPK paruh waktu dari RSD Kalabahi dan sejumlah Puskesmas bahkan sampai menggeruduk Gedung DPRD Kabupaten Alor. Mereka menuntut kesejahteraan yang lebih adil .

Dalam surat keputusan (SK) Bupati Alor, upah mereka memang ditetapkan Rp300 ribu per bulan. Padahal, menurut Peraturan Menteri PANRB Nomor 16 Tahun 2025, penghasilan PPPK paruh waktu seharusnya tidak lebih rendah dari gaji terakhir saat masih berstatus honorer dan secara bertahap disesuaikan dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) . Ironisnya, UMP NTT tahun 2026 berada di kisaran Rp2,45 juta .

Para tenaga kesehatan juga menyoroti ironi lainnya. Rumah Sakit Daerah Kalabahi justru tercatat sebagai salah satu penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Alor . “PAD-nya besar dari layanan kesehatan, tapi ujung tombaknya digaji cuma Rp300 ribu,” ujar seorang sumber.

Skandal Baru: Oknum “Siluman” Ikut Lolos?

Tak hanya soal gaji, gelombang protes juga menyoroti dugaan skandal dalam proses seleksi. Persatuan Tenaga Kesehatan dan Non Kesehatan (PTKNK) RSUD Kalabahi meminta pemerintah daerah meninjau ulang proses seleksi administrasi. Sejumlah oknum yang diduga tidak aktif bekerja atau bahkan sudah tidak bertugas lagi, disebut-sebut lolos sebagai PPPK Paruh Waktu .

Ketua Komisi III DPRD Alor, Ernes The Frintho Mokoni, mengakui adanya indikasi tersebut. Pihaknya akan mendorong pembentukan tim khusus untuk meninjau kembali data PPPK paruh waktu yang diduga mengandung unsur “siluman” .

APBD Terbatas, Daerah Terjepit

Di balik polemik ini, tersimpan masalah struktural yang lebih besar. Kabupaten Alor tengah menghadapi tekanan fiskal yang luar biasa. Data dari Fraksi Partai Nasdem DPRD Alor menyebutkan bahwa belanja pegawai di Alor telah menembus hampir 60 persen dari total APBD 2026 yang mencapai Rp1,06 triliun .

Kondisi ini diperparah dengan pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat. Alor kehilangan dana transfer sebesar Rp147 miliar pada tahun 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Akibatnya, alokasi untuk belanja modal, termasuk infrastruktur pelayanan kesehatan, ikut tergerus .

Ketua Komisi III DPRD Alor, Ernes Mokoni, menjelaskan bahwa pembiayaan PPPK paruh waktu masuk dalam pos belanja barang dan jasa, bukan belanja pegawai tetap. Namun, ia menegaskan bahwa nilai Rp300 ribu tetap tidak masuk akal.

“Tahun 2026 ini kita mengalami pengurangan anggaran transfer daerah yang signifikan. Tapi DPRD akan terus mendesak eksekutif untuk mencari solusi, karena tenaga kesehatan adalah garda terdepan pelayanan publik,” ujar Mokoni .

Harapan di Ujung Rapat

Pemerintah Daerah dan DPRD Alor dijadwalkan menggelar rapat konsultasi pada 11 Maret 2026 untuk membahas solusi konkret atas persoalan ini. Salah satu opsi yang mengemuka adalah meninjau ulang besaran upah dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah dan regulasi yang lebih tinggi .

Sementara itu, Pengamat Hukum Tata Negara, Dr. Yohanes Tuba Helan, menegaskan bahwa keputusan yang mengandung kekeliruan dapat ditinjau kembali, termasuk kemungkinan pembatalan pengangkatan bagi oknum-oknum yang terbukti bermasalah .

Dengan mundurnya tiga dokter ini, pelayanan kesehatan di sejumlah Puskesmas di Alor kini terancam. Pemerintah daerah dipastikan akan bergerak cepat untuk mencari tenaga pengganti, namun tanpa perbaikan sistem pengupahan, ancaman “exodus” tenaga kesehatan dari daerah terdepan ini bisa menjadi kenyataan yang pahit.

Akankah Rp300 ribu menjadi harga mati untuk nyawa dan masa depan kesehatan masyarakat Alor? Semua mata kini tertuju pada meja rapat 11 Maret nanti.

Laporan: Redaksi

Kisruh Gaji Rp300 Ribu! Tiga Dokter PPPK Paruh Waktu Alor Mundur
  • Penulis: Olank Zakaria

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Angin Kencang Terjang Kendari, Sejumlah Rumah Rusak photo_camera 1

    Angin Kencang Terjang Kendari, Sejumlah Rumah Rusak

    • calendar_month Sab, 11 Apr 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 151
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Cuaca ekstrem berupa angin kencang yang melanda Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Jumat (10/4/2026), menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah permukiman warga. Beberapa rumah dilaporkan mengalami kerusakan, bahkan atap bangunan terlepas dan terbawa angin. Peristiwa ini terjadi di beberapa titik, di antaranya di BTN Tapalosa, Kelurahan Anawai, Kecamatan Wua-Wua. Di lokasi tersebut, […]

  • Tegas! Zailudin Pastikan Utang Ridwan Badallah Sudah Selesai, Hentikan Narasi Liar photo_camera 1

    Tegas! Zailudin Pastikan Utang Ridwan Badallah Sudah Selesai, Hentikan Narasi Liar

    • calendar_month Sen, 20 Apr 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 217
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com — Isu dugaan transaksi keuangan yang sempat menyeret nama Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara, Ridwan Badallah, kini ditegaskan telah selesai dan tidak lagi menjadi persoalan. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Zailudin, Wakil Ketua Laskar Merah Putih Sultra, sebagai respons atas berkembangnya narasi liar yang dinilai terus menggiring opini publik secara tidak proporsional. […]

  • Megawati Kirim Surat ke Pemimpin Baru Iran Mojtaba Khamenei: “Saya Gembira Iran Kembali Punya Pemimpin”

    Megawati Kirim Surat ke Pemimpin Baru Iran Mojtaba Khamenei: “Saya Gembira Iran Kembali Punya Pemimpin”

    • calendar_month Rab, 11 Mar 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 201
    • 0Komentar

    JAKARTA | SUARAEMPATPILAR.com – Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengirimkan ucapan selamat kepada Mojtaba Khamenei yang baru ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran. Ucapan tersebut disampaikan melalui surat yang diserahkan langsung kepada Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, dalam pertemuan di kediaman Megawati, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2026) . “Ini […]

  • MBG Mandek di SLBN 1 Kendari: Ketika Anak Berkebutuhan Khusus Ditinggal, Dugaan Bancakan Uang Rakyat Menguat photo_camera 1

    MBG Mandek di SLBN 1 Kendari: Ketika Anak Berkebutuhan Khusus Ditinggal, Dugaan Bancakan Uang Rakyat Menguat

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 374
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.COM — Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai program unggulan Presiden Prabowo Subianto nyatanya belum sepenuhnya berpihak pada mereka yang paling membutuhkan. Di Kota Kendari, SLBN 1 Kendari justru tercecer, meski sejak awal telah masuk dalam daftar pendataan penerima. Ironisnya, sekolah berkebutuhan khusus ini harus menelan kenyataan pahit ketika sekolah-sekolah umum […]

  • Puncak HUT ke-62 Sultra: Semarak Dirgantara TNI AU Buktikan Kolaborasi dengan Pemprov photo_camera 1

    Puncak HUT ke-62 Sultra: Semarak Dirgantara TNI AU Buktikan Kolaborasi dengan Pemprov

    • calendar_month Sen, 27 Apr 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 331
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Langit Kendari tidak pernah sebegitu semaraknya. Puluhan payung berwarna-warni mengembang di angkasa. Dari ketinggian, para penerjun membawa lambang kebesaran: Merah Putih, bendera Sulawesi Tenggara, panji HUT ke-80 TNI AU, dan Swa Bhuwana Paksa. Senin pagi (27/4/2026), Lapangan Ex-MTQ Kendari berubah menjadi saksi bisu dari sebuah puncak perayaan yang sarat makna: Semarak Dirgantara dalam […]

  • Gubernur Diwakili Sekda Sultra Resmi Menutup Rakor Penguatan Kapasitas Perangkat Daerah Tahun 2025 photo_camera 1

    Gubernur Diwakili Sekda Sultra Resmi Menutup Rakor Penguatan Kapasitas Perangkat Daerah Tahun 2025

    • calendar_month Sab, 13 Des 2025
    • account_circle Kontributor LaOde Zailudin
    • visibility 443
    • 0Komentar

    SuaraEmpatPilar.Com Kendari – Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, Drs. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., secara resmi menutup Rapat Koordinasi Penguatan Kapasitas Perangkat Daerah Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2025, yang berlangsung di Aula Asrama C Kantor BPSDM Provinsi Sulawesi Tenggara, Jumat malam (12/12/2025). Kegiatan ini turut […]

expand_less