Pekerja Tambang Emas Bombana Tewas Tertimbun Longsor, Insiden Berulang April 2026
- account_circle Olank Zakaria
- calendar_month Sen, 27 Apr 2026
- visibility 14
- comment 0 komentar

BOMBANA | SUARAEMPATPILAR.COM – Insiden tragis kembali terjadi di kawasan tambang emas Kabupaten Bombana. Seorang pekerja dilaporkan tewas setelah tertimbun tanah longsor di lokasi penambangan emas yang berada di Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara, Jumat (24/4/2026) sekitar pukul 17.00 Wita.
Peristiwa nahas tersebut terjadi di area penambangan emas 3 IUP milik PT Anugrah Alam Buana Indonesia (AABI), tepatnya di titik yang dikenal warga sebagai “Buana 3”. Berdasarkan informasi dari warga setempat berinisial NS, korban saat itu tengah bekerja sebagai operator mesin dompeng sebelum tiba-tiba tertimbun material longsoran.
“Lokasi kejadiannya di Buana 3. Korban pekerja mesin dompeng tertimbun tanah longsor dan meninggal,” ungkap NS kepada media.
Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan kerja di kawasan tambang emas Bombana yang dikenal rawan longsor, terutama pada area dengan aktivitas pengerukan tanah intensif tanpa penguatan struktur yang memadai.
Catatan menunjukkan, peristiwa serupa bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, pada 7 April 2026, seorang pekerja juga dilaporkan meninggal dunia akibat tertimbun longsor di lokasi yang tidak jauh dari titik kejadian terbaru.
Dengan demikian, sepanjang April 2026, tercatat sedikitnya dua korban jiwa akibat insiden longsor di area tambang emas Desa Wumbubangka. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran serius terkait standar keselamatan kerja serta pengawasan aktivitas pertambangan di wilayah tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan maupun instansi terkait mengenai langkah evaluasi maupun penanganan lanjutan pascakejadian. Namun, masyarakat mendesak adanya pengawasan lebih ketat serta penerapan standar keselamatan kerja yang lebih tegas guna mencegah jatuhnya korban berikutnya.
Peristiwa ini kembali menjadi alarm keras bagi seluruh pemangku kepentingan untuk tidak mengabaikan aspek keselamatan dalam aktivitas pertambangan, terutama di wilayah yang memiliki tingkat risiko tinggi seperti Bombana.
Laporan: Redaksi
- Penulis: Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar