Harga BBM Nonsubsidi Naik, Pertamax Turbo Rp 19.900 per Liter
- account_circle Olank Zakaria
- calendar_month Sen, 4 Mei 2026
- visibility 34
- comment 0 komentar

JAKARTA | SUARAEMPATPILAR.com – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi kembali dilakukan oleh PT Pertamina (Persero). Mulai Senin (4/5/2026), sejumlah produk seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex resmi mengalami penyesuaian harga di berbagai wilayah, termasuk Jakarta.
Berdasarkan informasi resmi melalui platform MyPertamina, harga Pertamax Turbo kini berada di angka Rp 19.900 per liter, naik Rp 500 dari sebelumnya Rp 19.400 per liter pada pertengahan April lalu. Sementara itu, Dexlite mengalami lonjakan signifikan menjadi Rp 26.000 per liter dari sebelumnya Rp 23.600 per liter.
Kenaikan paling tinggi terjadi pada Pertamina Dex yang kini dibanderol Rp 27.900 per liter, meningkat Rp 4.000 dibanding harga sebelumnya Rp 23.900 per liter. Penyesuaian ini menjadi lanjutan dari tren kenaikan harga BBM nonsubsidi yang telah terjadi sejak awal April 2026.
Di sisi lain, harga BBM jenis lain relatif stabil. Pertamax masih dijual Rp 12.300 per liter di SPBU dan Rp 12.200 per liter di Pertashop, sedangkan Pertamax Green 95 tetap di angka Rp 12.900 per liter. Untuk BBM subsidi, tidak terdapat perubahan harga Pertalite tetap Rp 10.000 per liter dan Biosolar berada di Rp 6.800 per liter.
Kebijakan penyesuaian harga ini disebut-sebut sejalan dengan fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah, yang menjadi faktor utama dalam penentuan harga BBM nonsubsidi di dalam negeri. Meski demikian, lonjakan harga khususnya pada produk solar nonsubsidi seperti Dexlite dan Pertamina Dex dinilai cukup signifikan dan berpotensi memberikan dampak terhadap sektor logistik dan distribusi barang.
Jika dibandingkan dengan kenaikan sebelumnya pada 18 April 2026, tren penyesuaian kali ini relatif lebih moderat. Saat itu, Pertamax Turbo sempat melonjak hingga Rp 6.300 per liter dari Rp 13.100 menjadi Rp 19.400 per liter. Dexlite dan Pertamina Dex bahkan mengalami kenaikan masing-masing sebesar Rp 9.400 per liter dalam satu kali penyesuaian.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat diharapkan semakin selektif dalam memilih jenis BBM sesuai kebutuhan, sementara pelaku usaha diminta melakukan strategi efisiensi guna menjaga stabilitas biaya operasional di tengah dinamika harga energi yang terus berubah.
Laporan: Redaksi
- Penulis: Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar