KSOP Kendari Siagakan 29 Kapal untuk Mudik Lebaran 2026, Armada Bertambah dan Pengawasan Diperketat
- account_circle Olank Zakaria
- calendar_month Rab, 4 Mar 2026
- visibility 139
- comment 0 komentar

KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Kendari menyiapkan 29 unit kapal untuk melayani arus mudik dan arus balik Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi di wilayah Sulawesi Tenggara.
Jumlah armada yang disiagakan tahun ini meningkat dibandingkan periode Lebaran 2025 yang hanya sebanyak 23 kapal. Penambahan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang serta memastikan kelancaran distribusi pemudik lintas pulau dan antarwilayah.
Kepala KSOP Kelas II Kendari, Capt. Rahman, menyampaikan bahwa seluruh kapal akan melayani rute melalui lima terminal pelabuhan di Kota Kendari. Ia menegaskan kesiapan tahun ini dirancang lebih optimal, termasuk dengan menghadirkan armada cadangan.
“Tahun ini ada 29 kapal yang kami siapkan. Penambahan armada dilakukan agar tidak terjadi penumpukan penumpang saat puncak arus mudik maupun arus balik,” ujarnya di Kendari, Senin.
Dari total armada tersebut, enam unit merupakan kapal rakyat, satu unit kapal milik PT ASDP Indonesia Ferry, enam unit kapal cepat, 10 unit kapal yang beroperasi dari Pangkalan Perahu, serta enam unit kapal yang bersandar di Pelabuhan Bungkutoko.
Seluruh kapal yang akan beroperasi telah menjalani uji kelaiklautan atau ramp check. Pemeriksaan meliputi kondisi fisik kapal, sistem navigasi, kelengkapan alat keselamatan seperti jaket pelampung dan sekoci, hingga kesiapan dokumen serta awak kapal.
Rahman menegaskan bahwa aspek keselamatan pelayaran menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan angkutan laut Lebaran 2026.
“Kami memastikan setiap kapal memenuhi standar keselamatan. Tidak ada toleransi bagi kapal yang belum memenuhi persyaratan kelaikan sebelum diberangkatkan,” tegasnya.
Selain kesiapan armada, KSOP Kendari juga memperketat pengawasan di setiap terminal pelabuhan. Petugas akan melakukan pemantauan intensif terhadap pergerakan penumpang, pengaturan antrean, serta pengawasan kapasitas muat kapal agar tidak melebihi batas maksimal.
Dengan tambahan enam armada cadangan tahun ini, KSOP optimistis kepadatan penumpang dapat diurai secara efektif sehingga arus mudik dan balik Lebaran di Sulawesi Tenggara berlangsung aman, tertib, dan nyaman.
Masyarakat diimbau membeli tiket melalui agen resmi dan datang lebih awal ke pelabuhan guna menghindari antrean panjang, terutama saat puncak keberangkatan menjelang Hari Raya Idulfitri.
Laporan: Redaksi
- Penulis: Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar