Breaking News
light_mode
Trending Tags

Wisata Budaya Kolaka: Jejak Sejarah Sangia Ni Bandera dan Rumah Adat Komali

  • account_circle Olank Zakaria
  • calendar_month Jum, 8 Mei 2026
  • comment 0 komentar

KOLAKA | SUARAEMPATPILAR.com – Di tengah gemuruh modernisasi yang mengubah wajah berbagai daerah di Indonesia, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, justru menawarkan sebuah perjalanan waktu yang kontemplatif. Di sinilah, jejak peradaban besar Kerajaan Mekongga masih terpahat kukuh, menjadi identitas budaya yang tak lekang oleh zaman. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) kini mulai mempromosikan beberapa obyek wisata potensial di Sulawesi Tenggara termasuk dua destinasi wisata budaya unggulan yang menjadi magnet bagi wisatawan lokal dan Nusantara: Situs Makam Sangia Ni Bandera dan Rumah Adat Komali.

Dua destinasi ini bukan sekadar lokasi wisata, melainkan bukti sejarah hidup yang menghubungkan masa lalu yang gemilang dengan masa depan pariwisata berkelanjutan di Bumi Mekongga.

Situs Makam Sangia Ni Bandera: Saksi Bisu Penyebaran Islam di Timur Indonesia

Terletak hanya 10 kilometer dari pusat Kota Kolaka, tepatnya di Desa Tikonu, Kecamatan Wundulako, Situs Makam Sangia Ni Bandera berdiri sebagai peninggalan paling sakral dari Kerajaan Mekongga. Sosok yang disemayamkan di sini bukanlah raja biasa. Sangia Ni Bandera, yang memiliki nama asli Bokeo Ladumaa, dikenal sebagai Bokeo (Raja) Mekongga VIII (1699-1748), pertama yang memeluk agama Islam. Langkah monumentalnya ini tidak hanya mengubah struktur spiritual kerajaan, tetapi juga menjalin hubungan erat dengan Kerajaan Konawe dan Kerajaan Luwu di Sulawesi Selatan

Makam Sangia Nibandera, Bokeo (Raja) Mekongga ke-VIII

Memasuki kawasan makam, pengunjung langsung merasakan suasana sakral dan tenang. Pepohonan tua yang menjulang tinggi menaungi kompleks, sementara aliran sungai kecil yang jernih mengalir di sekitar area, menciptakan harmoni spiritual yang mendalam. Banyak wisatawan lokal dan luar daerah yang berkunjung mengaku merasakan energi historis yang kuat.

Salah satu daya tarik utama yang paling memukau para arkeolog dan sejarawan adalah keberadaan guci peninggalan Dinasti Ming (1368–1644 M). Guci ini menjadi bukti nyata bahwa Kerajaan Mekongga pada masanya telah menjalin hubungan dagang dan diplomatik dengan Tiongkok, jauh sebelum jalur rempah Nusantara dikenal luas di panggung dunia.

Rumah Adat Komali: Filosofi Kebesaran yang Berdiri Tegak

Tak lengkap rasanya bertamasya budaya ke Kolaka tanpa mengagumi kemegahan Rumah Adat Komali. Berjarak tidak jauh dari situs makam tepatnya di pesisir Teluk Mekongga Kolaka, bangunan tradisional ini merupakan simbol tertinggi kebesaran budaya Tolaki. Dengan arsitektur khas Tolaki-Mekongga yang sarat akan ornamen dan struktur bertingkat, Komali bukanlah sekadar tempat tinggal. Setiap sudutnya mengandung filosofi adat tentang kehormatan, strata sosial dan kearifan lokal masyarakat setempat.

Komali (Istana Kerajaan Mekongga)

Rumah adat Komali (Istana Kerajaan) ini kerap menjadi pusat pelaksanaan upacara adat dan festival budaya tahunan. Pengunjung dapat menyaksikan langsung tarian tradisional, prosesi adat, hingga mencicipi kuliner khas Kolaka yang disajikan oleh masyarakat sekitar. Bagi wisatawan luar daerah, pengalaman ini menjadi jendela untuk memahami kosmologi masyarakat Austronesia yang masih lestari.

Komitmen Pemprov Sultra: Melestarikan Identitas, Mendunia

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, melalui Dinas Pariwisata, mulai menunjukkan komitmen serius dalam menjaga dan mengembangkan wisata budaya berbasis sejarah ini. Kepala Dinas Pariwisata Sultra, M. Ridwan Badallah, dalam keterangan resminya kepada awak media, menegaskan bahwa kedua situs ini memiliki nilai strategis sebagai “wajah peradaban” Sultra di kancah regional dan nasional.

“Kolaka memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Ini bukan sekadar situs sejarah, ini adalah identitas masyarakat Sulawesi Tenggara yang harus terus dijaga. Kami tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pelestarian identitas adat, penguatan promosi budaya melalui konten digital, serta keterlibatan aktif generasi muda sebagai penjaga warisan daerah,” ujar Ridwan Badallah, Jumat (8/5).

Pemprov Sultra juga tengah mendorong pengembangan event budaya berskala nasional, promosi wisata berbasis digital (termasuk virtual tour dan konten media sosial multibahasa), serta penguatan ekonomi kreatif masyarakat lokal. Para perajin songket dan cenderamata dengan corak khas Tolaki-Mekongga di Kab. Kolaka akan dapat merasakan dampak positif peningkatan kunjungan.

Akses Mudah dan Dukungan Penuh Masyarakat

Salah satu faktor kunci yang membuat destinasi ini kini mudah dijangkau adalah peningkatan infrastruktur transportasi. Bandara Sangia Ni Bandera di Kolaka telah melayani penerbangan reguler dari Makassar (Sultan Hasanuddin) dan Kendari (Halu Oleo). Dari bandara, perjalanan darat menuju Situs Makam dan Rumah Adat Komali hanya memakan waktu sekitar 45 menit dengan kendaraan roda empat.

Benggi (Guci) Sakral Makam Sangia NiBandera

Dukungan masyarakat setempat juga menjadi kekuatan utama. Dinas Pariwisata dan Lembaga Adat Mekongga berencana melahirkan sistem pariwisata berbasis komunitas (Community Based Tourism). Setiap kunjungan wisatawan, baik domestik maupun asing, selalu didampingi oleh pemuda adat yang bertindak sebagai pemandu wisata lokal.

“Dulu kami hanya menjaga makam ini sebagai bagian dari tabu adat. Dengan adanya rencana promosi dari pemerintah, kami bisa menjaga sekaligus mendapatkan manfaat ekonomi” ujar salah satu tokoh budaya, salah satu juru kunci situs tersebut.

Prospek: Menjadi Destinasi Unggulan Indonesia Timur

Dengan perpaduan antara nilai sejarah dan budaya lokal Tolaki-Mekongga, dukungan akses transportasi memadai, serta kesiapan masyarakat dan pemerintah, wisata budaya Kolaka diyakini memiliki peluang besar menjadi destinasi unggulan baru Indonesia Timur.

Laporan: Tim Redaksi

Wisata Budaya Kolaka: Jejak Sejarah Sangia Ni Bandera dan Rumah Adat Komali
  • Penulis: Olank Zakaria

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kuota RKAB Tambang Sultra 2026 Belum Jelas, ESDM Minta Tunggu Rilis Resmi photo_camera 1

    Kuota RKAB Tambang Sultra 2026 Belum Jelas, ESDM Minta Tunggu Rilis Resmi

    • calendar_month Sel, 14 Apr 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 208
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Kepastian kuota Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sektor pertambangan di Sulawesi Tenggara tahun 2026 hingga kini masih belum jelas. Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Sulawesi Tenggara mengaku belum menerima tembusan resmi dari pemerintah pusat terkait hal tersebut. Kepala Bidang Mineral dan Batubara (Minerba) Dinas ESDM Sultra, Muh Hasbullah Idris, […]

  • Kecelakaan Maut di Kolaka, Motor Tabrak Truk di Trans Sulawesi, Mahasiswa Tewas di Tempat photo_camera 1

    Kecelakaan Maut di Kolaka, Motor Tabrak Truk di Trans Sulawesi, Mahasiswa Tewas di Tempat

    • calendar_month Rab, 18 Mar 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 189
    • 0Komentar

    KOLAKA | SUARAEMPAT PILAR.com – Kecelakaan lalu lintas tragis kembali mengguncang Sulawesi Tenggara. Seorang mahasiswa berinisial GF (27) tewas di tempat usai terlibat tabrakan keras dengan sebuah truk di Jalan Poros Trans Sulawesi Kolaka–Kolaka Utara, tepatnya di Dusun Kampung Baru, Kelurahan Induha, Kecamatan Latambaga, Senin (16/3/2026) sekitar pukul 14.30 Wita. Peristiwa nahas ini langsung menyita […]

  • Kecelakaan Maut di Konsel: Motor Hantam Jembatan, Anggota TNI AL dan Wanita Tewas photo_camera 1

    Kecelakaan Maut di Konsel: Motor Hantam Jembatan, Anggota TNI AL dan Wanita Tewas

    • calendar_month Kam, 19 Mar 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 203
    • 0Komentar

    KONAWE SELATAN | SUARAEMPATPILAR.com – Kecelakaan tragis kembali terjadi di Sulawesi Tenggara. Dua pemuda harus meregang nyawa setelah sepeda motor yang mereka kendarai menghantam keras fondasi jembatan di Jalan Poros Kendari–Kolono. Peristiwa nahas itu terjadi di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Moramo Utara, Konawe Selatan (Konsel), pada Kamis pagi (19/03/2026) sekitar pukul 08.30 Wita. Korban diketahui […]

  • Alih Fungsi Aset Negara Jadi Kedai Boba, Pemprov Sultra Siapkan Langkah Penertiban photo_camera 1

    Alih Fungsi Aset Negara Jadi Kedai Boba, Pemprov Sultra Siapkan Langkah Penertiban

    • calendar_month Sab, 27 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 516
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tengah menyoroti penggunaan aset daerah yang dinilai tidak sesuai peruntukan. Dua aset vital yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani dan Jalan Tanukila kini menjadi target penertiban setelah ditemukan adanya pelanggaran administrasi dan operasional oleh pihak yang tidak lagi berwenang. Persoalan tanah di sepanjang Jalan Ahmad Yani […]

  • Penembakan Guncang Acara Elite AS, Trump Tegaskan Perang Iran Tak Akan Berhenti photo_camera 1

    Penembakan Guncang Acara Elite AS, Trump Tegaskan Perang Iran Tak Akan Berhenti

    • calendar_month Ming, 26 Apr 2026
    • account_circle Suara Empat Pilar
    • visibility 137
    • 0Komentar

    WASHINGTON | SUARAEMPATPILAR.com– Dunia dikejutkan oleh insiden penembakan yang mengguncang acara bergengsi White House Correspondents’ Dinner di Washington Hilton Hotel, Sabtu (26/4/2026) malam waktu setempat. Di tengah kepanikan tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump justru melontarkan pernyataan keras terkait konflik dengan Iran. Alih-alih menunjukkan kekhawatiran berlebih, Trump menegaskan bahwa insiden tersebut tidak akan memengaruhi sikapnya […]

  • Jelang Idulfitri 1447 H, Gubernur Andi Sumangerukka Pastikan Harga Aman dan Siapkan Mudik Gratis photo_camera 1

    Jelang Idulfitri 1447 H, Gubernur Andi Sumangerukka Pastikan Harga Aman dan Siapkan Mudik Gratis

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
    • account_circle Suara Empat Pilar
    • visibility 220
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Andi Sumangerukka menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah serta memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap aman dan terjangkau menjelang Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Penegasan tersebut disampaikan Gubernur saat memberikan sambutan dalam kegiatan buka puasa bersama lingkup Pemprov Sultra di Rumah Jabatan Gubernur, Senin (2/3/2026). Dalam […]

expand_less