Breaking News
light_mode
Trending Tags

Gubernur Sultra Dikaitkan Kasus Umrah Terlantar, Visioner Indonesia Sebut Narasi Berlebihan

  • account_circle La Ode Zailudin
  • calendar_month Rab, 18 Feb 2026
  • comment 0 komentar

KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com — Polemik pemberitaan mengenai jemaah umrah asal Kota Kendari yang dilaporkan terlantar di Madinah, Arab Saudi, menuai respons keras dari berbagai pihak. Sejumlah narasi dinilai mulai kehilangan proporsionalitas karena mencoba menyeret nama Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) seolah-olah persoalan tersebut merupakan tanggung jawab personal kepala daerah tingkat provinsi.

Sekretaris Jenderal Visioner Indonesia, Akril Abdillah, menilai pola pemberitaan tersebut berlebihan, tidak objektif, dan berpotensi membangun sentimen politik di ruang publik.

“Pertanyaannya sederhana, apa korelasi langsung kasus ini dengan gubernur? Ini adalah warga Kota Kendari, sehingga sangat wajar jika wali kota yang pertama turun tangan,” tegas Akril dalam keterangannya, Rabu (18/2/2026).

Kewenangan Administratif Ada pada Pemda Kabupaten/Kota

Akril menjelaskan bahwa secara struktur pemerintahan, perlindungan warga dalam konteks administratif merupakan kewenangan pemerintah kabupaten/kota. Pemerintah provinsi berperan sebagai koordinator, fasilitator, serta pengawas kebijakan bukan eksekutor utama dalam setiap persoalan teknis di daerah.

Karena itu, menurutnya, upaya mengaitkan kasus jemaah umrah terlantar dengan kinerja gubernur tidak memiliki dasar kewenangan yang jelas.

Lebih jauh, ia menilai narasi yang menghubungkan peristiwa tersebut dengan visi “Religius” pasangan ASR–Hugua juga tidak tepat secara konseptual.

“Visi religius dalam pemerintahan berbicara tentang tata kelola berbasis nilai, integritas birokrasi, pelayanan publik yang beretika, serta pembangunan sosial keagamaan secara sistemik — bukan intervensi langsung terhadap setiap persoalan teknis akibat masalah penyelenggara perjalanan,” jelasnya.

Ia menegaskan, mengaitkan kasus ini dengan visi religius adalah kesimpulan yang terlalu jauh dan tidak memiliki landasan argumentasi yang utuh.

Pemprov Disebut Tidak Tinggal Diam

Akril juga menyoroti langkah konkret yang telah dilakukan unsur Pemerintah Provinsi Sultra melalui Bank Sultra dalam membantu pembiayaan akomodasi jemaah selama berada di Madinah.

Menurutnya, tindakan Direktur Utama Bank Sultra menunjukkan adanya respons kelembagaan dari pemerintah daerah.

“Perlu dipahami bahwa pemegang saham mayoritas Bank Sultra adalah Pemerintah Provinsi yang direpresentasikan oleh gubernur. Ketika Dirut Bank Sultra bergerak membantu, itu bagian dari tanggung jawab kolektif pemerintah daerah,” ujarnya.

Ia menilai narasi yang menggambarkan seolah-olah pemerintah provinsi tidak berbuat apa-apa adalah informasi yang tidak utuh dan berpotensi menggiring opini publik secara sepihak.

Soroti Prinsip Berita Berimbang

Selain substansi pemberitaan, Akril juga mempertanyakan sudut pengambilan informasi media. Ia menyebut upaya konfirmasi hanya kepada Sekretaris Daerah (Sekda) tanpa menggali keterangan dari pihak yang secara langsung melakukan langkah bantuan tidak mencerminkan prinsip keberimbangan.

“Jika ingin menghadirkan berita yang berimbang, semua pihak relevan seharusnya diwawancarai secara proporsional. Prinsip cover both sides harus dijunjung tinggi, bukan sekadar slogan,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Akril menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan bagian penting dari demokrasi. Namun kritik harus dibangun di atas analisis rasional, pemahaman kewenangan, serta fakta yang utuh.

“Masa sedikit-sedikit gubernur? Jangan sampai sentimen politik mengaburkan logika publik. Kritik boleh, bahkan perlu, tetapi harus objektif, proporsional, dan berbasis fakta,” pungkasnya.

Laporan: Redaksi

Gubernur Sultra Dikaitkan Kasus Umrah Terlantar, Visioner Indonesia Sebut Narasi Berlebihan
  • Penulis: La Ode Zailudin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sat Narkoba Polres Kolaka Amankan NHA dengan 11 Paket Sabu, Terancam Hukuman Seumur Hidup photo_camera 1

    Sat Narkoba Polres Kolaka Amankan NHA dengan 11 Paket Sabu, Terancam Hukuman Seumur Hidup

    • calendar_month Ming, 8 Mar 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 221
    • 0Komentar

    KOLAKA | SUARAEMPATPILAR.com — Satuan Narkoba Polres Kolaka kembali menorehkan hasil dalam pemberantasan narkotika. Seorang terduga pengedar sabu berinisial NHA (umur belum disebut) diringkus di Jalan Konggoasa, Kelurahan Lamokato, Kecamatan Kolaka, pada Rabu (4/3/2026) malam. Dari tangannya, polisi menyita 11 sachet sabu dengan berat bruto 4,82 gram beserta sejumlah barang bukti lainnya. Pengungkapan ini dipimpin langsung […]

  • Spot Kuliner Ramadhan 2026 Kendari Diserbu Warga, Kadispar Sultra: Momentum Kebangkitan Ekonomi Rakyat photo_camera 1

    Spot Kuliner Ramadhan 2026 Kendari Diserbu Warga, Kadispar Sultra: Momentum Kebangkitan Ekonomi Rakyat

    • calendar_month Ming, 22 Feb 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 201
    • 0Komentar

    KENDARI | SUARAEMPATPILAR.com – Suasana Ramadhan di Kota Kendari tahun ini terasa lebih semarak. Ribuan warga memadati pelataran parkir GOR Apriyani Rahayu pada Minggu (22/2/2026) dalam gelaran Spot Kuliner Ramadhan 2026 x Recto Festival, sebuah ajang ekonomi kreatif yang dinilai sukses menggerakkan sektor UMKM dan pariwisata daerah. Festival yang diselenggarakan oleh MESUKO tersebut menghadirkan ratusan […]

  • Soal TKA China, Ketua Komisi III DPRD Kolaka Usir Wakil IPIP photo_camera 1

    Soal TKA China, Ketua Komisi III DPRD Kolaka Usir Wakil IPIP

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 470
    • 0Komentar

    KOLAKA | SUARAEMPATPILAR.COM – Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Kolaka yang digelar pada Selasa siang, 13 Januari 2026, berubah tegang dan berujung keputusan drastis. Ketua Komisi III DPRD Kolaka, Israfil, secara tegas meminta HR Manager PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP), Heri Susanto, meninggalkan ruang rapat karena dinilai tidak memiliki kewenangan mengambil […]

  • Visioner Indonesia Ingatkan Publik Jaga Praduga Tak Bersalah, Tolak Penghakiman Lewat Pamflet photo_camera 1

    Visioner Indonesia Ingatkan Publik Jaga Praduga Tak Bersalah, Tolak Penghakiman Lewat Pamflet

    • calendar_month Sen, 15 Des 2025
    • account_circle Kontributor LaOde Zailudin
    • visibility 427
    • 0Komentar

    SuaraEmpatPilar.Com, JAKARTA- Ramainya peredaran pamflet yang menyeret nama Gubernur Sulawesi Tenggara berinisial ASR dalam isu pertambangan di Pulau Kabaena mendapat tanggapan dari Visioner Indonesia. Organisasi tersebut mengingatkan pentingnya menjaga prinsip negara hukum dan menghindari penghakiman publik sebelum adanya keputusan hukum yang sah. Sekretaris Jenderal Visioner Indonesia, Akril Abdillah, menyampaikan bahwa setiap persoalan hukum, termasuk yang […]

  • Delegasi Iran Gelar Rapat Internal di Pakistan, Komposisi Tim AS Jadi Sorotan photo_camera 1

    Delegasi Iran Gelar Rapat Internal di Pakistan, Komposisi Tim AS Jadi Sorotan

    • calendar_month Sab, 11 Apr 2026
    • account_circle Suara Empat Pilar
    • visibility 153
    • 0Komentar

    ISLAMABAD | SUARAEMPATPILAR.com – Delegasi Iran yang tengah berada di Pakistan dilaporkan menggelar rapat internal tertutup menjelang dimulainya negosiasi penting dengan Amerika Serikat. Pertemuan ini disebut sebagai langkah pemantapan strategi di tengah situasi yang sangat sensitif dan penuh tekanan geopolitik. Delegasi Iran yang berjumlah sekitar 70 orang dipimpin oleh sejumlah tokoh utama yang memiliki latar […]

  • Musdes Meledak! Warga Awuliti Bongkar Dugaan Skandal Dana Desa, BLT Mandek hingga Isu Suap Diseret photo_camera 1

    Musdes Meledak! Warga Awuliti Bongkar Dugaan Skandal Dana Desa, BLT Mandek hingga Isu Suap Diseret

    • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
    • account_circle Olank Zakaria
    • visibility 305
    • 0Komentar

    KONAWE | SUARAEMPATPILAR.COM – Suasana Musyawarah Desa (Musdes) di Desa Awuliti, Kecamatan Lambuya, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Senin (26/1/2026), mendadak memanas. Forum yang seharusnya menjadi ruang mufakat berubah menjadi panggung terbuka pengungkapan dugaan skandal pengelolaan Dana Desa yang selama ini dipendam warga. Seorang warga, Masnur Muis, secara terbuka menyuarakan keresahan masyarakat. Ia menyinggung adanya dugaan […]

expand_less