Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras di Jakarta, Polisi Selidiki Pelaku
- account_circle Olank Zakaria
- calendar_month Jum, 13 Mar 2026
- visibility 93
- comment 0 komentar

JAKARTA | SUARAEMPATPILAR.com – Aktivis hak asasi manusia dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Kamis malam (12/3/2026). Insiden ini memicu kecaman luas dari berbagai kalangan masyarakat sipil serta mendorong aparat kepolisian untuk segera mengungkap pelaku dan motif di balik serangan tersebut.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 23.30 WIB di Jalan Salemba I, Kecamatan Senen, Jakarta. Saat itu, Andrie Yunus baru saja meninggalkan kegiatan rekaman siniar (podcast) yang membahas isu remiliterisasi dan judicial review di Indonesia di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).
Menurut informasi yang beredar, korban sedang mengendarai sepeda motor ketika dua orang pria yang berboncengan dengan motor lain mendekatinya dari arah berlawanan. Pelaku kemudian memutar arah kendaraan dan secara tiba-tiba menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah tubuh Andrie Yunus sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian.
Korban langsung berteriak kesakitan dan menepi di pinggir jalan. Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut segera memberikan pertolongan awal sebelum akhirnya Andrie Yunus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka bakar serius pada sejumlah bagian tubuh, termasuk wajah, mata, dada, serta kedua tangannya. Kondisinya dilaporkan memerlukan penanganan medis intensif karena cairan kimia tersebut menyebabkan luka cukup parah.
Pihak kepolisian dari Polda Metro Jaya membenarkan adanya peristiwa penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS tersebut. Aparat saat ini tengah melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan sejumlah bukti, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) serta keterangan saksi di sekitar lokasi kejadian.
Sejumlah organisasi masyarakat sipil mengecam keras serangan tersebut dan menilai tindakan itu sebagai bentuk intimidasi terhadap pembela hak asasi manusia di Indonesia. Mereka mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengungkap pelaku serta memastikan perlindungan terhadap para aktivis yang memperjuangkan isu demokrasi dan HAM.
Kasus ini kembali menimbulkan kekhawatiran mengenai meningkatnya ancaman terhadap aktivis yang kritis terhadap berbagai kebijakan publik. Hingga kini, kondisi Andrie Yunus masih dalam pemantauan tim medis, sementara penyelidikan oleh pihak kepolisian terus berlangsung.
Laporan: Redaksi
- Penulis: Olank Zakaria

Saat ini belum ada komentar